Muslim Forever

Do'a Dan Zikir, Bersihkan Hati, Jalan Lurus


 





Sebuah kisah tentang perjalanan seorang pemuda dalam mencari cinta yang sesungguhnya serta keikhlasan seorang wanita dalam menerima Takdir Hidupnya..

Berlindunglah kepada Allah yang Maha mengetahui segala kebaikan dan keburukan agar kita mampu mengambil hikmah dari kisah ini..



Dahulu di sebuah desa yang makmur terdapat seorang gadis desa bernama Syahdiya yang cantik jelita.. Banyak pemuda di desa tersebut jatuh cinta pada kecantikannya. Namun dia berbeda dengan gadis desa lainnya yang terkesan lugu dan senang tuk di rayu. Dia tahu bahwa banyak pemuda yang mencari simpatinya itu hanya berpandang pada kecantikannya semata. Bahkan di antara pemuda desa mereka saling bertarung untuk mendapatkan cinta dari Syahdiya.

Lalu suatu hari datang seorang pemuda dari kota ke desa tersebut. Dia seorang mahasiswa jurusan kedokteran yang tengah mengadakan penelitian. Setelah beberapa hari menginap di desa itu, kabar tentang kecantikan gadis bernama Syahdia itu pun terngiang di telinganya. Dia penasaran lalu berniat menjumpainya. Pemuda itu lalu bertanya pada seorang bapak paruh baya, tuan rumah yang ia tempati.

“Jika kamu ingin menjumpainya, malam ini shalatlah di masjid desa. Biasanya dia shalat maghrib di masjid tersebut kemudian dia tetap berada di masjid mengkaji siroh sahabat bersama beberapa temannya menanti datangnya waktu 'Isya. Juga biasanya ia mengenakan mukena hitam panjang.” Kata bapak paruh baya tersebut.

Malam ini pemuda itu hendak shalat di masjid desa sekaligus ingin melihat wanita yang kabarnya cantik jelita itu. Seusai shalat maghrib, para warga yang bersholat disitu pun pulang maka tinggallah Syahdiya bersama tiga orang temannya tengah mengkaji siroh sahabbyyah.







Pemuda Kota itu pun turut menunggu namun ia tak bisa melihat wajah Sahdiya karena hijab (Kain putih pembatas lelaki dan wanita) menutupi sehingga ia memutuskan untuk menunggu hingga ba'da I'sya ketika Syahdiya pulang. Kerna tak tahu hendak melakukan apa di dalam masjid, dia pun mengambil sebuah buku di dalam lemari masjid untuk dibaca dan ternyata buku yang diambilkannya tersebut adalah Al-Qur'an dan terjemahannya. Dan pada saat itu ia membuka tepat pada surat Annur. lalu matanya tertuju pada Ayat yang ke 26.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) (QS AN-Nur : 26)”

Tangannya lalu bergetar setelah membaca mahzab Allah tersebut. Begitu pun hatinya. Dia yang minim akan pengetahuan agama itu semakin penasaran terhadap ayat Allah yang satu itu. Perlahan Ia menutup kitab itu lalu mengangkat kepalanya tiba-tiba kain putih yang menjadi hijab itu tertiup oleh hembusan angin yang begitu sejuk. Tepat di depan pandangannya seorang wanita menunduk membacakan sebuah kitab. Kerna batinnya merasa ditatap, wanita bermukena hitam itu lalu mengangkat wajahnya menatap kedepan melihat seorang pemuda yang menatapnya. Dia lalu menunduk malu dan Semilir angin pun berhenti maka hijab pun menutupi pandangan itu.

Subhanallah.. Baru kali itu dia menatap wanita yang begitu sejuk dalam tatapan. Dia tak pernah menjumpai wanita semacam itu di kota.







Besoknya pemuda itu lalu meminta untuk diantarkannya ke rumah gadis tersebut oleh bapak pemilik rumah yang ia singgahi. Sang bapak pun menyuruh anak perempuannya yang masih gadis juga untuk mengantarkan pemuda Kota itu ke rumah dimana Syahdiya tinggal. Hanya sebuah rumah yang beratapkan Rumbia, berdindingkan sulaman bambu dan berlantaikan tanah.

Sesampai mereka di rumah tersebut, disambutlah dengan senyuman manis oleh Sahdiya. Ia mempersilahkan mereka masuk lalu di hidangkan sebuah teh hangat. Kemudian Ia menyuruh mereka untuk menunggu sebentar setelah mendengar panggilan dari seorang wanita tua terhadapnya. Ia lalu ke belakang menemui wanita tersebut lalu menyahutinya. (Apabila kita dipanggil oleh orangtua sebaiknya kita menemui mereka baru menyehutinya)”

“Labayka ya Jaddah??” (Ada apa Nek) Tanyanya dengan lembut.

Rupanya nenek tersebut meminta untuk dimandikan. Dialah satu-satunya keluarga yang dipunya Syahdia. Seorang nenek yang sudah sangat tua. Ia hidup hanya bersama nenek tersebut dari kecil setelah kedua orangtuanya meninggal. Dialah yang memandikan nenek tersebut setiap pagi dan petang. Membuang hajatnya, menemaninya tidur dan sebagainya. (Ingat..!! suatu ketika orangtua kita akan seperti itu. Dan kita harus ikhlas melayaninya seperti mereka melayani kita semasa kecil dahulu)

Sementara di depan pemuda tersebut menatap-natap isi rumah yang jauh dari kesederhanaan itu. Kemudian datanglah Syahdiya setelah usai menyelesaikan tugasnya. Lidia, gadis yang menghantarkan pemuda kota itu lalu menjelaskan kedatangan mereka. Katanya pemuda tersebut ingin berkenalan dengannya karena dia baru di desa tersebut. Syahdiya pun menyambut dengan senang hati namun tidak berlebihan.

Pemuda kota yang mempunya senyum manis dengan sebuah lesung pipit di pipi kannya tersebut lalu mengulurkan tangannya menyampaikan namanya.

“Roman.” Singkat pemuda itu.

Syahdiya lalu menelungkup kedua tangannya seraya menunduk.

“Ana Ma'rifatus Syahdia.”

Terjadilah percakapan singkat antara mereka. Pemuda bernama Roman itu semakin Yakin dengan wanita tersebut. Lewat tutur katanya yang lembut kesopanan serta perangainya dalam bersikap membuat pemuda kota itu jatuh hati padanya.

Besok pemuda itu sudah harus berangkat lagi ke kota tempat ia belajar. Ia berniat setelah lulus dari kuliah nanti dia hendak kembali ke desa tersebut untuk melamar wanita yang telah menawan hatinya itu.

Setelah dua tahun kemudian pemuda kota itu kembali lagi ke desa tersebut dengan segala persiapan diri yang telah matang. Dia pun mulai mempelajari makna dari surat An-Nur ayat 26 serta islam yang sesungguhnya. Serta senantiasa menjalankan sunnah Rssulullah dalam kesehariannya. Dia berniat mengkhitbah Syahdiya wanita yang dipilihnya semata karena Allah..

Namun ketika ia datang sudah tak ada lagi Syahdiya di desa tersebut.. Ketika ia menanyakan pada warga, mereka hanya diam kemudian pergi meninggalkannya. Ia kemudian menemui bapak separuhbaya ayah ankatnya ketika menginap dirumahnya tahun lalu..

Bapak itu lalu mengatakan bahwa Syahdiya mengidap penyakit kusta sehingga dia di asingkan di hutan belakang kampung tersebut dekat sebuah air terjun.

Pemuda itu lalu menangis terseduh terhempas di pelukan bapak itu. Dia tetap menginginkan untuk dipertemukan dengan Syahdiya. Lalu bapak itu pun menghantarkannya menuju hutan dimana wanita itu di asingkan. Disana Ia di asingkan di sebuah gubuk tua sendirian setelah sang nenek yang dirawatnya meninggal. Kalau pun ada warga yang menjenguknya, mereka agak menjauh karena takut tertular penyakit yang dialaminya.

Ketika datang Roman bersama bapak yang mengantarnya, disambutlah Syahdiya dengan senyuman tulus seperti biasanya seolah tak ada beban dalam hidupnya. Ia lalu mempersilahkan mereka duduk di tempat khusus tamu.

Tanpa berbasa-basi Roman langsung menyampaikan pada Syahdiya bahwa dia hendak mengkhitbahnya. Ma'rifatus Syahdiya lalu menunduk haru. Dahulu begitu banyak pemuda yang mendekatinya mengharapkan cinta dari dirinya namun setelah penyakit menular itu menyerang dirinya mereka menjauh. Dan kini datang seorang pemuda dengan wajah penuh ketulusan menawarkan sebuah ikatan suci padanya. Namun ia tak bisa menerimanya.

“Bagaimana mungkin aku menerima pinangan antum ya akhi. Aku tidak ingin menzolimi antum.

Aku yakin antum telah mendengar apa yang menimpa diriku ini.” Ungkap Syahdiya.

“Seperti apapun penyakit yang ukhti derita, ana tidak peduli..” Tegas Roman.

“Cinta yang antum agungkan telah membutakan mata antum sehingga tak dapat melihat lebih jauh.. Apa yang antum harapkan dari diriku? Aku bahkan tidak bisa memberikan apa-apa pada diri antum.”

“Kesetiaan ya ukhtie” singkat Roman.

“Kesetiaan saja tak cukup dalam menjalin sebuah bahtera.” Syahdiya lalu menunduk dengan airmata yang berlinang terharu akan itikad pemuda itu. “Batinmu pun membutuhkan cinta.. sebuah cinta yang nyata. Dan aku tak bisa memenuhinya. Di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik dari diriku. Yang bisa memberimu keturunan dan cinta yang sepenuhnya. Pergilah.... Biarkanlah aku disini dengan derita ini. Ini telah menjadi takdirku.

“Walillahi ya ukhti.. Kamulah wanita yang aku pilih atas nama Allah... Jika krna cantikmu, banyak wanita yang cantik di dunia ini. Aku siap berpuasa.”

Syahdiya tetap tak mau menerima pinangan pemuda itu sebab dia tahu akan menjadi haram jika pernikahannya terjadi sebab akan ada yang terzolimi dengan pernikahan tersebut.

Namun pemuda itu tetap bertahan pada pendiriannya sebab dia yakin akan lebih baik jika kita bersabar. Dia lalu kembali ke kota melanjutkan studynya di spesialis jantung. Dia kuliah sambil bekerja di sebuah Rumah Sakit Umum dan uangnya ditabung untuk membiayai Syahdiya berobat nantinya. Dua tahun kemudian pemuda yang telah diangkat menjadi dokter spesialis jantung itu datang ke desa itu lagi dengan niat tulusnya hendak melamar wanita yang dipilihnya karena keshalihannya tersebut.

Dia lalu menemui bapak angkatnya lagi untuk dipertemukan dengan Syahdiya namun bapak tersebut lalu membawanya ke pusara yang Nisannya bertuliskan nama Ma'rifatus Syahdia. Dia lalu menangis terhempas tak berdaya.. Tak tahu apa yang hendak dilakukan olehnya..

Begitulah insan.. kala cinta telah menyapa, kita rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta itu. Mungkin rencana kita telah baik, namun perlu di ingat bahwa rencana Allah lebih baik lagi. Belum tentu apa yang kita anggap baik dimata kita baik pula dimata Allah.. Dia telah mempersiapkan yang lebih baik untuk kita. Yang sesuai dengan akhlak serta perangai kita. Jikalau kita mencinta janganlah sampai kita merasa memiliki krna apabila yang kita cintai tiada kita akan merasa kehilangan yang teramat sangat.. Ikhlaskanlah segalanya pada Allah dan yakin akan janjinya.. Apapun yang diberikan pada kita itulah yang terbaik untuk kita.

Semoga kita semua mendapatkan pasangan yang benar-benar diridhai oleh Allah.. dan ketika kita mencintai, hanya atas Asma-Nya..

Yaa Rabb,, Jika Aku Jatuh CINTA..

Cintakanlah Aku pada seseorang yang Hatinya Terpaut pada Cinta-MU,Agar Cintaku padanya tak Membutakan Hatiku akan CINTA-MU ♥



(´'`v´'`) ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸By: hamba ﷲ ¸¸.•*¨*•♫

`•.¸.•´

.¸.•´¸.•*¨)

(¸.•´ (¸.•´ ♥Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥ SALAM UHIBBUKUM FILLAH ♥



oleh : ummi zahraa' El-Harits


(read more ...)


Untuk Sebuah Hati

On 09 Mei 2012 0 Comment


 



Untuk sebuah hati yang masih menanti,menantilah dengan cinta.Cinta yang akan membuatmu menerima apapun kehendak-Nya.Kelak kau akan sadari,cintamu karena-Nya akan membuat penantian itu tak pernah sia-sia..



Untuk sebuah hati yang masih menunggu,menunggulah dengan senyum.Senyuman ikhlas pada siapapun yang selalu menanyakannya.Katakan pada mereka,hatiku tak akan pernah kesepian dalam setiap belaian... ketetapan kasih sayang-Nya..



Untuk sebuah hati yang masih mencari,carilah dengan ikhtiar yang suci.Ikhtiar tanpa nafsu dan paksaan waktu,ikhtiar dengan harapan dan ketundukan,melangkah dalam koridor di jalan-Nya..



Untuk sebuah hati yang masih merindu,rinduilah Allah Azza Wa Jalla yang paling layak untuk dirindu.Kelak kau akan tahu,merindukan-Nya adalah penantian dan pencarian yang terindah..



Untuk hatiku & hatimu,sesungguhnya kau dan aku berada dalam genggaman-Nya,maka tak ada yang perlu dikhawatirkan selama kita bersandar kepada-Nya.Jangan pernah meragukan,apa yang sudah ada dalam ketetapan-Nya..



Hari ini kutulis surat untuk sebuah hati,berharap hati ini hanya menanti,menunggu,mencari dan merindu hanya karena-Mu ya Allah..



Aamiin ya Rabbal'alamin....Keep istiqomah wa hamasah..



sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Seorang Wanita

On 21 April 2012 0 Comment


 



“Wahai para lelaki, sesungguhnya apakah kamu mengetahui dengan benar hati seorang wanita?

Tidakkah engkau selalu bertanya, kenapa seorang wanita selalu mudah menangis,sensitif, dan manja?”



Sesungguhnya kami tidaklah sepenuhnya seperti yang selalu engkau gambarkan, wahai laki-laki.

Dimatamu,seorang wanita adalah sosok yang cengeng, manja, sensitif, egois.



Sesungguhnya, bukankah sebagian kecil dari hal-hal tersebutlah itulah kami ada untuk menyeimbangimu, wahai laki-laki.



“Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,Kecuali di depan orang yang amat dia sayangi.

Dia menjadi lemah”



“Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, Hanya jika dia sangat menyayangimu,

Tiada lagi rasa egonya”



“Dia menangis bukan karena dia lemah, Dia menangis bukan kerana dia menginginkan simpati

atau rasa kasihan. Dia menangis, Karena menangis dengan diam-diam sudah tidak mampu bagi dirinya”



Laki-laki….,Hati seorang wanita itu…



Sensitif



Wanita memang lebih sering dikenal karena sifatnya yang sensitif.



Bukan hanya karena dia sedang datang bulan. Bukan bermaksud karena ingin merajuk,

tapi mereka hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian.



Halus..



Ibarat sehelai sutera,cantik,mulus,lembut dan mudah tercarik dan koyak.

Walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan,biasanya WANITA akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pengajaran.Bukan DENDAM.



Ikhlas..Jangan pernah engkau ragukan Ikhlas-nya seorang wanita.



Manja..Walaupun dia adalah seorang WANITA yang pandai berdikari,naluri seorang WANITA masih lagi tetap seorang WANITA.Suka bermanja bukan hanya kepada insan yang bernama LELAKI ,namun juga sesama kaum.



Ego...Wanita yang terlalu sayang akan kekasihnya sanggup menolak ketepi EGOnya,apabila bertatap muka dengan orang yang dia cintai.



Perhatian...Tanpa kami sadari, seorang wanita akan memperhatikan sekeliling dalam diam.



Laki-laki…Engkau tahu kalau wanita diciptakan dari tulang rusukmu.Karena itulah dia selalu menjadi bagian dalam hidupmu.



Laki-laki…Karena kami adalah bagian dalam hidupmu, melengkapi yang tak ada dalam dirimu :perasaan, emosi, kelamahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan penerusmu,mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.

Hingga terkadang kamu tidak mengerti mengenai hal-hal itu, kami lah yang akan menyelesaikannya.



Jika ada makhluk yang sangat betolak belakang, kontras dengan dirimu, itulah kami.Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hatimu hanya dengan sebuah senyuman, itulah kami…Perempuan. Jika ada makhluk yang dapat membuatmu menangis, tersenyum,tertawa,marah…itulah kami Perempuan.



Laki-laki…Jika memang ada hal dapat membuatmu marah dan hal-hal yang tidak kamu sukai,hendaknya kamu lihat lebih dalam.. lebih dalam ke dalam mata kami wahai laki-laki…Karena dari sinilah kamu akan menemukan semua jawaban itu.Karena sesungguhnya kami tidak bisa menyembunyikan isi hati kami dengan sempurna…itu kami… Perempuan.



Laki-laki…Batu yang keras dapat terkikis oleh air.

Sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan kami…Perempuan.



Rumput yang lembut tidak akan mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang… Seperti itulah kami.Dalam kelembutan, disitulah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuat kami dapat bertahan dalam situasi apapun.



Laki-laki…Jika kalian berfikir tentang perasaan perempuan,itu sepersekian dari hidupmu..Tapi jika perempuan berfikir tentang perasaan laki-laki, itu akan menyita seluruh hidupnya.



Laki-laki…Berfikirlah lebih jauh jika engkau hendak menyakiti seorang wanita.Karena ALLAH akan menghitung setiap butiran air mata seorang wanita yang berguguran,apalagi jika dia adalah seorang Ibu dan anaknya dan mungkin anakmu.



Menyakiti seorang wanita, akan sama saja seperti engkau menyakiti perasaan Ibu yang telah melahirkanmu,memberimu nafas kehidupan..



sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Andai Kau Ingin Menyayangi Seseorang…





Cintai dia selamanya...



... Jika kamu memancing ikan….



Setelah ikan itu terlekat di mata kail,



hendaklah kamu mengambil ikan itu….



Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula ke dalam air begitu saja….



Kerana ia akan SAKIT oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.



Begitulah juga ………



Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang…



Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya….



Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja….



Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu. …



Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh….



cukuplah sekadar keperluanmu. …



Apabila sekali ia retak….



tentu sukar untuk kamu menambalnya semula….



Akhirnya ia dibuang….



Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi….



Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya….



Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa….



Anggaplah dia manusia biasa.



Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya….



akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya….



Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi…yang kamu pasti baik untuk dirimu.



Mengenyangkan. Berkhasiat.Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..



Terlalu ingin mengejar kelezatan.



Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.



Kamu akan menyesal.



Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan…..



yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu.



MENYAYANGIMU. ..MENGASIHIMU. ..



Mengapa kamu berlengah, coba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain.



Terlalu mengejar kesempurnaan.



Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain…



Kamu juga yang akan MENYESAL…..



sumber:facebook.izinkan hamba menggelar sajadah bersamanya II


(read more ...)

Andai Kamu Jodohku

On 17 April 2012 0 Comment


 



Andai kamulah jodohku yang tertulis di Luh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.



Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang Halal, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu kerana kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan.

...

Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak. Jika benar cinta itu kerana ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH..



Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan.. serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya.. biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..





Jarak paling JAUH antara diriku & dirinya adalah saat dia diHADAPANKU tapi dia BUKAN MILIKKU..

Jarak yg PALING DEKAT antara diriku & dirinya adalah saat dia menjadi yang HALAL untukku..

Dan HAL yang dapat MENYATUKANNYA adalah CINTA kerana Allah dalam IKATAN PERNIKAHAN yang INDAH & DIREDHAI olehNYA..Tunggu Sampai HALAL dulu lah ya?? IsyaAllah.





Wahai Wanita Solehah

Jangan risau akan jodohmu

Kerana Muslimin yang bijaksana itu

Tidak akan terpaut pada wanita

Hanya kepada kecantikan , lirikan senyuman,

Pada bicara manja yang menggoda

Atau pada pujuk rayu seorang wanita

Yang meruntuhkan imannya.





Sesungguhnya lelaki itu adalah pemimpin kepada wanita

Andai belum sampai jodohmu

Anggaplah bahawa lelaki yang engkau nantikan itu

Sedang membina sahsiah kepimpinan

Bagi memimpin dirimu

Kerana pada wanita itu

Pasti ada kekurangan dan

Lelaki yang benar-benar layak

Pasti akan hadir untuk melengkapkan kekuranganmu…Lihat Selengkapnya



http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/s320x320/556140_292522727491243_208626099214240_669641_241956331_n.jpg



sumber :facebook.izinkan hamba menggelar sajadah bersamanya II



 


(read more ...)

Untukmu yang kunanti

On 16 April 2012 1 Comment


 



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu...



Jika lelah yang kurasa sekarang, aku yakin kau juga merasakannya. Lelah menantimu. Lelah menanti janji Allah untuk segera mempertemukan kita dalam kesempatan untuk menggenapkan separoh dari agama ini. Lelah… dan teramat lelah….!!!!



Itulah yang sekarang kurasakan. Lelah untuk tetap menjaga hati dan iman ini. Lelah untuk istiqomah menanti hingga janji Allah tiba. Lelah untuk tetap tersenyum dalam menghadapi setiap pertanyaan..



“Kapan menikah…..?”



Di tengah kelelahan itu, izinkan aku sekedar melukiskan kekeluan hati yang sulit terucap dengan lisan. Dan izinkan pula aku sedikit mengutip surat cinta dari Allah, sebagai kewajiban kita untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran…



“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga) (QS An-nur : 26)”



Alhamdullilah.



Lega rasanya, bisa sedikit menyampaikan ini. Meski jika boleh sedikit jujur, kutulis petikan firman Allah itu hanya sekedar menghibur hatiku yang teramat lelah. Menghibur hatiku yang terkadang perih melihat kebahagiaan temanku atau bahkan yang usianya di bawahku telah mendapat izin Allah untuk melangsungkan pernikahan. Hatiku yang terkadang iri melihat temanku melahirkan anaknya dan terasa lengkap sudah dirinya diciptakan sebagai seorang perempuan. Yang telah berkesempatan untuk menjadi seorang ibu.



Lelah…!!! Dan teramat lelah….!!!!



Untuk sebuah penantian yang aku sendiri tidak tahu kapan berakhirnya. Selaksa doa yang terus terlantun seakan menjadi arang untuk mengobarkan asa. Sebuah harapan untuk segera menemui hari yang paling membahagiakan. Ya… Hari pernikahan. Hari dimana kita bisa menunpahkan segala rasa cinta yang ada dengan halal dan penuh ridha Allah.



Sekilas, hatiku tersenyum kecil saat membayangkan hal itu. Tapi, senyum itu terpaksa harus ku tepis karena kenyataan saat ini masih jauh dengan sebuah harapan yang ada. Sebuah kenyataan ternyata kau belum ada di depanku. Belum datang untukku. Meski aku tahu, kau telah dipersiapkan Allah untukku.



Aku tidak tahu kenapa sampai sekarang Allah belum mempertemukan aku denganmu. Padahal, doa dan usaha tak pernah berhenti menghiasi langkahku. Usaha untuk menyempurnakan ikhtiar dan doa untuk menggenapkan tawakal. Semuanya telah kulakukan.



Yah… tapi kembali lagi mau tidak mau aku harus berkompromi dengan semua ketetapan Allah. Meski aku telah meminta dengan sepenuh harap, Allah tidak akan pernah memberikan apa yang aku inginkan. Tapi Allah hanya memberikan apa yang aku butuhkan. Meski berulang kali hati kecilku mengatakan bahwa aku telah siap untuk menikah, Tapi, hanya Allah yang jauh lebih tau tentang kesiapan diriku daripada diriku sendiri.



Telah berulang kali datang di hatiku orang yang kusangka dia adalah dirimu. Mencoba memasuki hati dan mencoba mengambil tempat yang kuperuntukkan untukmu. Tapi, berulang kali juga mereka harus keluar dan mengaku kalah karena berbagai sebab. Dan sekarang, ternyata aku masih menunggumu. Menunggu kedatangan seseorang yang aku sendiri belum tahu siapa dirimu.



Lelah… dan teramat letih…!!!

Jika aku mengucapkan satu kata. “MENUNGGU”



Penantian yang aku sendiri juga belum tahu kapan berakhirnya. Sedangkan di sekitarku, telah banyak pemandangan indah yang kulihat. Ibu-ibu muda yang usianya di bawah umurku telah sempurna menjadi seorang perempuan dengan melahirkan buah hati mereka yang lucu-lucu. Kembali lagi hatiku harus menjerit dalam Tanya



“Kapan tiba waktunya untukku…..?”



Menjalani hidup sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu rumah tangga dan menjalani fitrah seorang perempuan sebagai seorang “IBU” bagi buah hatiku.



Selaksa doa dalam sujud harap tak pernah lekang di tiap sepertiga malam terakhirku. Mencoba mengadu pada tiap doa yang terlantun. Mencoba mengiba dalam tiap tangis yang terus membasahi sajadah. Dan Mencoba bertanya dalam heningnya istikharah.



“Dimana dia ya Allah….???? Seorang laki-laki yang telah kau janjikan untukku. Seorang laki-laki sebagai penyempurna agamaku, penjaga ketaatanku sekaligus penggenap langkah dakwahku….??????”



Lelah… dan teramat letih…!!!



Jika hati ini mencoba mengeja setiap rencana Allah. Tapi satu keyakinan yang akan terus membuatku tersenyum di tengah hati yang semakin lelah. Janji Allah mungkin tidak datang dengan “SEGERA”. Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan dalam surat An-Nur : 26. Sekarang, aku memang tidak tahu siapa dirimu dan dimana keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di mata Allah.



Jika aku menginginkan kau seorang yang baik dimata Allah, maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah.



Jika aku menginginkan kau memberikan cintamu hanya untukku, maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati dan cinta ini hanya untukmu.



Jika sekarang aku menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka, izinkanlah mulai sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu.



Sehingga, ketika telah tiba waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separoh dari agama ini.



Jika aku boleh jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya. Karena semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah.



Ya… di saat pagi itulah Allah akan mempertemukan kita sesuai janji-Nya. Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah. Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang Allah turunkan untuk kita. Gerbang pernikahan yang indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah.



Insya Allah akhi…

Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah.



Entah kapan, aku sendiri juga belum tahu. Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau bahkan lebih. Waktu itu bisa satu hari atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu itulah, kita isi dengan kesabaran dan doa. Sabar bukan berarti diam. Sabar bukan berarti pasiv. Sabar bukan berarti hanya duduk menunggu. Tapi sabar adalah ekspresi usaha tanpa henti. Ayunan langkah kaki untuk terus berikhtiar meraih apa yang Allah janjikan. Jodoh memang mutlak kekuasaan Allah. Jodoh memang ada di tangan Allah. Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah. Tidak akan pernah sampai di tangan kita. Biarkan aku mencoba menjemputmu dengan memperbaiki diri. Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman. Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan ikhtiar.



Akhi….



Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut. Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati. Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Karena, menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan. Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku. Dan orang-orang yang sedang menanti sepertiku.



Aku masih setia menantimu..



aamiin



Sumber:facebook.izinkan hamba menggelar sajad bersamanya II


(read more ...)


 



Duhai Kanda...



Kupersembahkan sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang selalu kubaca disetiap kartu undangan yang selalu melayangkan pikiranku akhir-akhir ini.



Hingga detik ini, aku senantiasa bertanya kapan namaku tercantum pada sebuah kartu undangan pernikahan? Siapa pula nama yang mengiringi namaku pada kartu undangan tersebut dalam rangka mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) itu?



”Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya



ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri,agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21)



Tiada kata yang dapat kuucapkan atas karunia Allah Ta’ala hingga pada waktu yang tepat nanti aku akan menikah dengan orang pilihan Allah Ta’ala yang telah ditetapkan-Nya dalam kitab Lauh Mahfudz, kecuali syukur Alhamdulillah untuk-Nya.



Menanti dengan ikhtiar dan doa yang penuh kesabaran tuk menghadirkanmu dalam hidupku



merupakan anugerah dalam hidupku diantara anugerah-anugerah lain yang Allah Ta’ala berikan kepadaku. Nikmat dan anugerah ini sungguh begitu agung..tapi ternyata Allah takdirkan engkau masih tersembunyi dibalik kuasa-Nya.



Diberi-Nya aku kesempatan untuk lebih memperbaiki diri sebagai Muslimah hingga aku layak untuk kau jemput kelak sebagai bidadarimu.



Subhanallah ! Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..



Duhai Kanda..



Apakah yang saat ini sedang engkau lakukan? Semoga engkau adalah seorang ikhwan (laki-laki) yang sedang bersemangat mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan bertaubat dari dosa-dosamu. Kembali kepada fitrahmu sebagai manusia yang bejiwa hanif, memperbaiki diri detik demi detik sebagai bekal meninggalkan kampung penuh penipuan dan bersiap-siapmenuju kampung kekekalan.



Hingga pada saat kita dipertemukan oleh-Nya ( di tempat dan waktu yang tepat,



Duhai Kanda…



Pada saatnya nanti, jika Allah Ta’ala sudah berkehendak untuk mempersatukan hati kita, maka tak lagi kupermasalahkan maharmu yang dengan penuh kerelaan kau berikan kepadaku. Tidak kita hiraukan lagi bujuk rayu setan akan materi.



Hingga engkau dapat memenuhi perintah Allah Ta’ala yang berfirman :



”Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan” (QS. An-Nisaa : 4)



Niat suci kita untuk menuju pernikahan yang barakah meluluh lantahkan hatiku untuk menerima mahar darimu apa adanya, bahkan aku akan mempermudah engkau dalam masalah ini, hingga aku yakin bahwa insyaAllah aku bisa menjadi orang yang tersebut dalam sabda Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa Sallam



”Wanita yang paling banyak mendapatkan berkah adalah yang paling ringan maharnya”



Dan akhirnya kita berdua makin yakin, bahwa pernikahan kita akan sesuai syari’at, sebagaimana Uqbah bin Amir radhiyallaahu’anhu berkata,



Rosulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda :



“Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah”



Duhai Kanda…



Kemudian, HALAL-nya kita untuk saling mencintai karena Allah Ta’ala.kita akan semakin mengenal satu sama lain, cinta makin subur ditaman hati masing-masing .Pujian demi pujian yang mengekalkan cinta kita mulai bersemi indah.



Kerananya.. Kelak,malam-malam yang indah itu akan engkau hiasi dengan membangunkanku disepertiga malam terakhir dengan lembut dengan atau tanpa percikan air diwajahku. Kau ajak aku shalat malam bersamamu dengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang memporak-porandakan taman hatiku, meluluhlantahkan jiwaku dan menghanyutkan aku akan kecintaanku pada Allah Ta’ala.



Subhanallaah!



Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..



Duhai Kanda..



Kuharap engkau adalah laki-laki penyabar dan dapat menghadapi kondisi emosionalku sebagai istri. Saat aku marah, saat aku salah, engkau meluruskanku dengan cara yang sangat baik dan lembut. Karena kutahu, engkau senantiasa ingin beribadah dengan ikhlas dan ittiba’ (mengikuti)



Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam.



Dan saat engkau marah, sementara aku ikut terbawa emosi, maka engkau mengajakku untuk berlindung kepada Allah Ta’ala, berwudhu, dan shalat dua rakaat.Apabila salah satu diantara kita berbuat salah, maka kita akan saling memaafkan karena mengharapkan wajah Allah Ta’ala semata. (Fiqhut Ta’amul bainaz Zaujani)



Lantas ,kita mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan tidak menceritakannya kepada orang lain. Saling instropeksi, menyadari kesalahan masing-masing dan saling memaafkan serta memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa disatukan-Nya hati kita, dimudahkan urusan dalam



KETAATAN KEPADA-NYA, dan diberikan kedamaian dalam rumah tangga kita.



"Betapa indahnya menjadi bunga ditaman hatimu..."



Duhai Kanda...,



Dinda memilihmu karena agama yang ada pada dirimu. Aku memilihmu karena aku tahu bahwa engkau akan senantiasa menjagaku dan anak-anakku kelak dari api Neraka. Kau ajarkan aku untuk taat dan bertakwa kepada Allah ’Azza wa Jalla



Sungguh,



Betapa engkau telah membawaku teringat dan bergetar saat engkau menasehatiku sambil membawakan firman Allah Ta’ala : Hingga cita-citaku dan keinginanku tuk menjadi BUNGA DITAMAN HATIMU sebagaimana Khadijah



Radhiyallaahu’anha menemani Rasulullaah Shallallahu’alaihi wa Sallam ,,sepanjang hidupnya dapat aku amalkan perlahan-lahan dengan bimbinganmu.



Duhai Kanda...,



Betapa aku akan sangat taat kepadamu dengan segala ketaatan dan ketakwaanmu kepada Allah Ta’ala dan ketaatanmu kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam. Hingga



andaikata Allah Ta’ala tidak melarangku untuk bersujud kepada selain-Nya, maka engkaulah tempatku untuk bersujud memohon Surga…



Temanilah diriku sampai matiku nanti, dampingi aku dalam melaksanakan amanah rumah tanggaku. Sesungguhnya, sebagai kepala keluarga engkau

akan ditanya dihadapan Allah Azza wa Jalla tentang pertanggungjawabanmu atas diriku sebagai istrimu. Juga anak-anak dan rumah tangga sebagai beban di pundakmu.



Sungguh begitu indah memilikimu dalam mitsaqan gholizha ini kelak…



maka bagaimana aku tidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku,



Duhai Kanda…. Karenanya…



”Jadilah SURGA Di Taman Hatiku & Jadilah Pendampingku Dalam SURGA-Nya…



Semoga Allah Ta’ala segera mempertemukan kita dan senantiasa mempermudah urusan kita dalam mitsaqan-ghalizha



(perjanjian yang sangat berat) kelak..



sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Bismillahirrahmaanirrahiim



Aku Menunggumu karena ALLAH - Duhai Engkau Calon Imamku



Ini bukan sekedar kata..

Agar kamu jatuh hati padaku..

Namun ini adalah kejujuranku..

Mengapa aku berkata seperti ini?

Karena aku menyukai orang yg mencintai-Nya

Mencinta Rasul-Nya..

Dan dg keteguhanmu bisa mengajakku utk semakin mencintai-Nya..



AKU MERINDUKANMU KARENA ALLAH



Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku utk memikatmu.., mengapa demikian?

Karena aku tahu mengucapkan itu menyempurnakan hidupku..

Dan pernikahan adalah sunnah RASULULLAH dan dia adalah kekasih ALLAH..



Cinta adalah anugerah-Nya yg ditumbuhkan dihati orang yg dikehendaki-Nya bagaimana aku tidak merindukan kehadiranmu wahai kekasih..



AKU MENUNGGUMU KARENA ALLAH



Ini bukan desakan perasaan utk sebuah penantian.., tepapi mengapa?

Karena aku tahu diriku banyak kekurangan..

Dan karenanya ku perlukan seseorang yg lebih halus utk menaklukan hatiku..



Yg tegas dan teguh utk menguatkan hatiku yg lemah dg izin-Nya..



Aku tahu terlalu banyak harus kuperbaiki



Karenanya aku menunggumu utk menjadi pendampingku dg tulusmu..



Untuk lebih mengajariku dg sabar hingga kenikmatan imamku terhadap-Nya..



Semakin dalam dg izin-Nya..



Aku tahu dalam hatiku aku tak ingin hidup sendiri karena aku berharap ALLAH menganugerahkan padaku seseorang imam utk berbagi banyak hal dan menerima kekurangan diri..



Bila benar ada dalam hidupku..



Semoga ALLAH memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yg diridhoi-Nya..



Aku mencintaimu karena ALLAH..

Aku merindukanmu karena ALLAH..

Aku menunggumu karena ALLAH..



Di raga manakah kamu bersemayam?



Dari sini ku menatap jejakmu bagaikan menari dg angin..



Di antara gemuruh ombak kerinduanku terasa getarku..



Izinka bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dg izin-Nya..



YA RABB..

Rendamkanlah rinduku dijalan yg terbaik menurut ENGKAU utk dunia dan akhiratku..



Bila saudara dan teman tak lagi cukup menemani kehidupanku..



Maka hari itu yg aku tunggu..



Penantiku pasti karena ENGKAU tidak pernah alpa dalam berjanji dalam kalam-MU..



Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan. (Az-Zaariyat 49)



Salam Santun Erat Silaturahmi Dan Ukhuwah Fillah



sumber :facebook.sebelum Engkau Halal Bagiku


(read more ...)

Ajari Aku Cinta

On 18 Maret 2012 0 Comment


 



Bismillah

Ajari aku cinta untuk bersabar..

Untuk menemukan Imam yang benar..

Untuk menjaga segala kemuslimahan
ku..

Mengangkat derajat keimananku..

... Serta membawaku dalam Indahnya agama Allah..



Ajari aku cinta untuk bertahan..

Pada kebaikan..

Pada keistiqomahan..

Pada Indahnya sendiri tanpa sentuhan haram..

Pada keindahan Cinta yang selalu terpendam..



Ajari aku cinta..

Seperti Para makhluk tuhan yang selalu berdzikir..

Seperti Hamba-hamba Tuhan yang selalu berfikir..

Di jauhkan dari manusia-manisa kafir..

Dan selalu ada dalam kerendahan hati tanpa kikir..



Ajari aku Cinta..

Aku ingin memilikimu karena TuhanMu, Allah..

Aku ingin menjadi pendampingmu karena Ajaran TuhanMu, Allah..

Aku ingin mencintai dan melengkapai kehidupanku juga hanya ada di jalan TuhanMu, Allah..

Demi Cintaku padamu, Karena Allah..

Hanya Karena TuhanMu, Allah..

Jadilah Imamku yang sempurna..

Yang selalu mencari cinta di jalan TuhanMu, Allah..

Untukmu Yang akan menjadi Imamku..



sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Aku merindukanmu karena Allah..



Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu.

... Mengapa aku berkata seperti ini?karena aku tahu… mengucapkan ikrar suci itu menyempurnakan hidupku.Dan… Pernikahan adalah sunnah Rasullullah dan Rasulullah adalah kekasih Allah.Cinta adalah anugerahNya yang ditumbuhkan dihati orang-orang yang dikehendakiNya.Bagaimana aku tidak merindukan kehadiranmu wahai kekasih….

to come in my life ???



Aku menunggumu karena Allah



Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian.

Mengapa aku berkata seperti ini?

Karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan.. .

dan karenanya… aku butuh seseorang yang lebih halus

untuk menaklukkan hatiku yang tegas

dan yang lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan ijinNya…



Aku tahu… terlalu banyak yang harus aku perbaiki…

karenanya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku…

aku menunggumu untuk lebih membimbingku dengan tulusmu…

untuk lebih mengajariku dengan sabar

hingga kenikmatan imanku terhadapNya semakin dalam dengan ijinNya…. disetiap harinya…untuk selama-lamanya ..Aamiin…



Aku tahu, dalam hatiku… aku tak ingin hidup sendiri,

karenanya, aku berharap…Allah menganugerahkan padaku seorang imam untuk berbagi banyak hal dan menerima apa adanya diriku beserta keluargaku.. .



Duhai Kekasih… bila Engkau benar-benar ada dalam hidupku…

semoga Allah memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yang lebih Ia Ridhoi



Aku mencintaimu karena Allah…



Aku merindukanmu karena Allah dan aku menunggumu karena Allah…

diraga manakah jiwamu bersemayam?? ?Dari sini aku menatap jejakmu dengan raga yang menari bersama angin…diantara gemuruh ombak kerinduanku



Rasakan getarku yang membiarkan selarik bintang menemanimu serta untuk menjemputku. ..meski mungkin tak ada peta yang bisa dirimu genggam…

ijinkan bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dengan ijinNya…



Ya Rabbi…

Redamkanlah rinduku dijalan yang terbaik menurut Engkau untuk dunia dan akhiratku

Bila kerabat dan teman tak lagi cukup untuk menemani kehidupanku. ..

maka hari itu adalah yang aku tunggu…



Saat kau datang MENGKHITBAHKU..



sumber:facebook,sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Aku...

Yg tak pernah berharap mencintaimu...ttp ALLAH yg telah

menundukan Hatiku tuk memberikan cinta ini padamu

...

Aku...

Yg tak pernah memilihmu untukku...ttp ALLAH telah memilihkanmu untkku



Aku...

Yg tak pernah bermimpi, untk mendampingimu.,ttp ALLAH lah yg tlah menentukan hidupku tuk mendampingimu..



Aku...

Juga tak pernah berharap menanggung Rasa ini atas cintaku padamu, ttp ALLAH tlah memberikan rasa ini dan harus ku tanggung atasmu



Itulah..aku adanya

Aku yg tak pernah kuasa mampu mengatur hatiku sendiri kerana Sang PEMILIK qu yg tlah menentukannya...



Aku...

Yg hanya engkau lihat sebuah Raga...sedngkan Hatiku sepenuhnya adalah Milik-Nya



'' ya TUHAN ku...Tenggelamkanlah aku di dlam kecinta'an-MU..supaya tiada suatu apapun yg mampu memalingkan aku daripada-MU..



Ya ALLAH...Karuniakanlah kepada kami keAmpunan-MU,bukan Azab-MU...masuk ke dalam Syurga-MU tanpa Hisab,melihat Wajah-MU tanpa Hijab,jagalah kami dengan Karunia-MU, dari kejahatan orang2 yg Hasad,ketika duduk, berdiri,dan tertidur...peliharalah kami dari rasa dengki...



Aamiin ya Rabbal'Alamiin ...



sumber:sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)

Wanita Yang Masih Belajar

On 27 Februari 2012 0 Comment


 



 



Kuulurkan Jilbabku Hingga Terasa Damai Hatiku

Kulonggarkan Pakaianku Sehingga Tertutup Bentuk Tubuhku



Kulakukan Semua Itu Demi Cintaku Pada Rabb-ku

Dan Kuberbisik Dalam Hatiku, Smoga Engkau Ridho Melihatku

...

Andai Semua Orang Memahami

Cantik Lahir Bukanlah Ukuran

Tapi Cantik Hati Memikat Semua Orang

Dan Yang Utama Berbudi Perkerti

Seperti Yang Rasulullah Contohkan



Aku Seorang Wanita Yang Masih Harus Belajar

Belajar Banyak Tentang Agama, Tata Cara Kehidupan

Sehingga Kudapati Keindahan Dalam Hablu MinaAllah Dan Hablu Minannas

Masih Terus Belajar Gimana Tuk Slalu Jadi Orang Sabar, Syukur Dan Ikhlas



Sebagai Bekal Tuk Kebahagiaan Di Masa Depan



Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita Sholihah

(HR.Muslim)



Sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Apa kabarnya imanmu hari ini?



Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur? karena dapat kembali menatap fananya hidup ini



Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu? atas amanah yang saat ini tengah kau genggam



Wahai calon suamiku, tahukah engkau Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?



Di sini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi namun kini kurasakan diri ini lebih baik



Kadang aku bertanya-tanya kenapa Allah selalu mengujiku tepat di hatiku, bagian terapuh dari diriku. Namun kini kutahu jawabnya….



Allah tau dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingatNya, kembali mencintaiNya



Ujian demi ujian insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga memiliki aku di hatimu



Calon suamiku….



Entah dimana dirimu sekarang, tapi aku yakin Allahpun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak



Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.



Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, maka hanya kesia-siaan dan kekecewaan yang akan kau dapati



Aku masih haus akan ilmu, namun berbekal ilmu yang ada saat ini aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku…



Wahai calon suamiku…



Saat aku mash menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholeha agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat kelak



Namun nanti setelah menjadi istrimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholeha agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu dan mendampingimu yang shaleh



Aku ini pencemburu berat, tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu



Aku yakin kaulah yang kubutuhkan meski mungkin bukan yang kuharapkan



Calon suamiku yang dirahmati Allah…



Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas da’wah kita dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta kasih



Ketika kelak telah lahir generasi penerus da’wah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah ta’ala…



Bunga akan indah pada waktunya, yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya. bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku…



Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik tapi setidaknya bisa menjadi yang terbaik di sisimu kelak…



Calon suamiku….



Inilah sekilas harapan, yang kuukirkan dalam rangkaian kata. seperti kata orang “tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata”. iitulah yang kini kuhadapi…



Kelak saat kita tengah bersama maka di situlah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu



Bersabarlah calon suamiku doaku selalu agar Allah memudahkan jalanmu untuk menjemputku sebagai bidadarimu…



sumber :facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Do`aku...

On 07 Februari 2012 0 Comment


 



Ya Allah,

Jika aku bukan pemilik tulang rusuknya,

Janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya...

Janganlah biarkan ku, melabuhkan hati ku dihatinya..

Kikislah pesonanya dari pelupuk mataku dan jauhkan dia dari relung hatiku...

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari padaMU yang tulus murni...

dan tolonglah agar dapat ku mengasihinya sebagai sahabat.



Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku ya Robb...

Maka satukan lah hati kami...

Bantulah diriku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...

Berikan ku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...



Ridhoi dia...

Agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima diri ini dengan segala kelebihan dan kekuranganku

Sebagaimana telah Engkau ciptakan...

Yakinkanlah dia agar sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka dengan diriku...



Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doaku ini...



Lepaskanlah diri ini dari keraguan ,biarkan diri ini hanya menurut kasih dan kehendakMU...Aamiin ya Rabb



sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Jika diriku mencintaimu kerana ketampananmu,

Jangan salahkan aku kalau aku beralih,

pada yang lebih tampan darimu.



Jika diriku mencintaimu kerana hartamu,

Jangan salahkan aku kalau aku meniggalkanmu,

bila hartamu mulai sirna pada pandanganku.



Jika aku mencintaimu kerana kedudukanmu,

Jangan salahkan aku kalau aku memilih,

yang lebih tinggi kedudukannya darimu.



Wahai akhi pujaan qalbu,

Kiranya diriku mencintaimu kerana Agamamu,

Janganlah risau serta ragu,

InsyaAllah aku tetap akan menantimu,

Kiranya ini yang terbaik pada pandangan Rabbku.



Memang ada yang lebih tampan darimu,

Memang ada yang lebih berharta darimu,

Memang ada yang lebih berkedudukan darimu,

Namun yakinlah semuanya pasti sirna ditelan waktu.



Bagiku engkau adalah ANUGRAH dari Penciptaku,

Kerana Dialah yang mencondongkan hati ini untuk menerimamu,

Dialah yang Maha Tahu serta menentukan segala sesuatu,

Setelah istikharah namun tetap engkau yang dipertemukan denganku.



Sabarlah menantikan waktu itu,

Kerana aku pun menanti sepertimu,

Walaupun banyak ujian menguji hatimu,

Namun yakinlah itu adalah untuk memantapkan hatimu,

Semua yang TERBAIK akan datang TEPAT WAKTU,

Sesuai KETENTUAN yang Maha Tahu,

InsyaAllah pasti akan dimudahkanNYA.



Ya Rabb...Pemilik CINTA sejati,

Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia,

Tabahkan hatinya, Teguhkan imannya,

Tegarkan dan temanilah dia dalam penantiannya,



Jika hatiku Kau ciptakn untuk dia,

Penuhi hatinya dengan kasih-MU

Terangi langkahnya dengan cahaya-MU,

Kutitipkn cintaku pada-MU untuknya,

Resapkan rinduku pada rindunya,

Mekarkan cintaku bersama cintanya,

Satukanlah hidupku & hidupnya Dalam Cinta-Mu..♥

Aamiin ya Rabb..



Sumber : facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.



Sang dokter berkata:



Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.



Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta`ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala .



Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.”



Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata:“Alhamdulillah.” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.



Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.



Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya:“Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata:“Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”



Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta`ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.



Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata:“Alhamdilillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta`ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.



Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu:“Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan:“Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”



Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata:“Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati.” Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran:“Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut:“Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”



Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam yang indah lagi agung:“Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.



Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu:“Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah:“Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.



Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..



Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu:“Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata:“Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.



Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.



Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?



Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo’a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala ?



Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?

Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta`ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.



Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:

Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya:“Siapakah mereka?” Dia menjawab,“Tidak mengenal mereka.”



Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.



Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata:“Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”



Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya:“Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta`ala.”



Tahukah anda apa yang dia katakan?



Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.



Sang suami berkata:“Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”



Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata:



“Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.” Maka kukatakan kepadanya: “Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.” Kisah selesai.



Kukatakan:



Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta`ala .



Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:



“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)



Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ` bersabda:



“Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta`ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari (5/2137))



Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala , minta dan berdo’alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.



Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta`ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.



Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta`ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do’a-do’a kalian.



“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS. Al-A’raf: 126) .



(Sumber: Majalah Qiblati )



Dikutip dari http://www.akhwatmuslimah.com/2012/01/603/kisah-sabar-yang-paling-mengagumkan/



 





 




 


 


 


(read more ...)


 



Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.



Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.



Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”



Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yg baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya."



Sahabat,Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran di atas, adalah :



"Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yg MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN ...."



Semoga kita semua mengerti betapa berharganya sebuah "KELUARGA



sumber: facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.



Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!

...

Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis.



Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.



Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah.



Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan:



"Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong."



Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"



Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek,



Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!"



Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi.



Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri.



Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti.



Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.



sumber:facebook istri soleha


(read more ...)


 



Cinta itu indah..jika cinta itu kerana ALLAH..kerana cinta itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada sesiapa sahaja yang kamu cintai..



Rindu itu indah…jika rindu itu kerana ALLAH…kerana rindu itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada sesiapa sahaja yang kamu rindui…



Kegembiraan itu indah..jika gembira itu kerana ALLAH…kerana gembira itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu gembira…



Sedih itu indah..jika sedih itu kerana ALLAH..kerana sedih itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu sedih…



Bosan itu indah..jika bosan itu kerana ALLAH..kerana bosan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang kamu bosankan…



Kesibukan itu indah..jika sibuk itu kerana ALLAH..kerana kesibukan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang kamu sibukkan…



Sakit itu indah..jika sakit itu kerana ALLAH..kerana kesakitan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang menyakitkan kamu…



Benci itu indah..jika benci itu kerana ALLAH..kerana kebencian itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu benci…



Kesusahan dan derita itu indah..jika ia kerana ALLAH..kerana derita dan kesusahan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu susah dan derita..



Maka, niatlah segala perasaan kita hanya untuk ALLAH..HANYA UNTUK MENDAPATKAN KEREDHAAN ALLAH...



JUJURLAH kepada ALLAH..atas segala yang menimpa kamu...atas segala yang diperbuatkan oleh kamu dan KEMBALIKANLAH SEGALA PERASAAN itu kepada ALLAH kembali..kerana ALLAH jua lah yang memberi segala perasaan itu..



Jika ia MEMBERI KEBAIKAN dan menghapuskan dosa-dosa untuk kamu, menyempunakan diri kamu di kemudian hari, maka REDHALAH dengan perasaan itu..mohonlah, berdoalah agar ALLAH perbaiki diri kamu...dan BERUSAHA lah untuk MUHASABAH diri..cari di mana KELALAIAN kamu selama ini...dan BERUSAHALAH memperbaiki diri...



Jika perasaan itu MENAMBAHKAN DOSA-DOSA kamu, maka MOHONLAH DIHILANGKAN hanya kerana takut akan MURKA, AZAB ALLAH di 'sana' nanti..



SERAHLAH DIRI kepada ALLAH..dalam APA sahaja yang berlaku kepada kamu..InsyaALLAH, ALLAH akan mengembalikan kembali perasaan-perasaan kamu itu mengikut apa yang TERBAIK untuk kamu…



Percayalah,ALLAH TIDAK PERNAH menyiksa kamu,kerana bukan itu tujuan kamu diciptakan..



ALLAH sentiasa merindui dan mencintai kamu,hamba-hambaNYA ,lebih dari segala manusia yang ada di muka bumi ini...



ALLAH memberi perasaan-perasaan itu untuk memberi 'isyarat' CINTA dan KASIH SAYANG NYA untuk kamu KEMBALI kepada NYA...kembali tenang HANYA jika BERSAMANYA...



JIka masih belum ketemui 'keindahan' itu, sekurang-kurangnya kamu mendapat REDHA ALLAH..kerana kamu MENGINGATI DIA dan BERNIAT HANYA KERANA DIA di setiap apa sahaja yang menimpa kamu...



Apakah yang lebih bernilai dari REDHA ALLAH? dari RAHMAT ALLAH? dari KETENANGAN daripada ALLAH? dari perasaan KEINDAHAN hanya dengan 'BERSAMA' ALLAH?



Insya ALLAH, kamu, kita semua akan ketemu ‘keindahan’ itu…jika kerana ALLAH...percayalah…



Aamiin Ya Rabbal Alamin..



sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)






Akhlak mulia senantiasa terpelihara..

Nafsu didik pandai dilentur,

Imannya mantap ihsannya terpuji,

Takutkan Allah taat suami,

Anak-anak diberi pakaian Islami.

Sejuk mata memandang,sucinya hati tersinar diwajah,

Onak dan duri ditempuh sabar,ia dianggap sebagai rahmat,

Lancar bibirnya menyebut Allah,licin dilidahnya dengan kitabullah.

Larangan Allah senantiasa dijauhi,..

Hanya mengharapkan maghfirah Esa..

Akalnya pintar dijaga Al-Qur’an,

Hasilnya,dialah Wanita Solehah..



" Ya, Allah Ya Tuhanku.........



Bimbinglah kami smua agar dapat menjadi Perhiasan Terindah itu,



Sebaik-baik Perhiasan yang diliputi Iman dan Takwa..



Wanita Solehah ,Bidadari Surga..



Dan jagalah Kami dari sgala tipu daya



Yang membinasakan kami ke neraka-Mu



Hingga mengundang Murka-Mu



Tuntunlah kami,,



Agar slalu berada dijalan-Mu...Aamiin



sumber : facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)

Duhai Belahan Jiwaku

On 03 Januari 2012 0 Comment


 



Bismillaahirrahmaanirrahiim



Duhai Belahan jiwaku,

Cinta, adalah fitrah-Nya pada setiap hati, dan sebagai manusia biasa akupun tak luput dari yang namanya 'rasa cinta' kepada insan yg brlainan jenis dgnku.



Namun rasa cinta itu kupendam dalam diam, dan dalam keheningan malam, kutautkan selalu dalam Istikharah cintaku pada-Nya.Karena kuingin menjaga kesucian makna rasa yg kini kerap hadir mengoda hati, menggugah sendiriku, mengantar seribu tanya yang tak pernah mampu kujawab,,,,,



Namun keyakinanku kepada-Nya yang telah menciptakan, memberikan dan menganugerahkan sebentuk rasa di hati ini, bahwa kelak akan ku dipertemukan-Nya denganmu 'Belahan Jiwaku', yang cara-Nya kadang tidak aku suka, tiada aku duga, dan tak pernah terlintas dalam benakku ataupn benakmu. Namun pasti,,,, DIA akan menuntunmu kepadaku.



Duhai Belahan Jiwaku,,,

Tak pernah kutahu siapa dirimu, juga di mana keberadaanmu. Namun ingin kujaga diri ini juga kesucian makna cinta yg menjadi fitrah dlm hati kita. Meski kusadari benar,,,, ia sangat sarat dengan goda, hingga mudah menjadi fitnah, bahkan bisa menyesatkan diri utk bermaksiat kepada-Nya.



Itulah yg selalu dan selalu kukatakan kepada hatiku, agar senantiasa hati2 dalam melangkah, dalam menjaga hati. Karena Ilahi Rabbi Maha Membolak-balikkan setiap hati.



Kuharap dirimupun senantiasa terjaga, dikuatkan Iman, di akarkan rasa taqwa dalam hati, hingga ta'atmu kepada-Nya mampu menjagamu dari fitnah rasa, dan goda dunia.



Hingga kelak,,,,



Jika namamu dan namaku yg di tulis-Nya di Lauhul Mahfudz, maka DIA akan mempertemukan fitrah rasa cinta kita dgn cara-Nya yg Indah.



Duhai Belahan jiwaku,,,,

Kukemas semua rasa ini dalam pundi hati, kusimpul dgn Indah dan kutautkan dalam setiap do'a sujud dan ingatku pd-Nya...Biarlah waktu-Nya yang akan membuka simpul itu dgn cara-Nya dan menjadikan nyata dalam kisah kita...Aamiin..



sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)

Tanda-tanda Cinta Sejati

On 02 Januari 2012 0 Comment


 



Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu-satunya.



Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan dan paling baik walaupun kamu merasakan diri mu biasa2 saja.



... Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu.



Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada disana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain. Ya???? ia selalu menunggumu...dia selalu ada untukmu..



sumber : sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Tahukah engkau,sebenarnya hatiku menolak ketika fitrah cinta datang menyapaku karena ku tahu bahwa dia bukanlah engkau,Maka dengan semampuku,ku berusaha menjaga hati ini,agar ia tetap tak tersentuh oleh selain hati yang bukan dirimu...



Karena bagiku,Untuk apa ku buka hati ini agar terisi dengan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi pasanganku?



Untuk apa ku membuang waktu memikirkan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi mahramku?



Untuk apa ku membiarkan pandanganku kepada seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi kekasih halalku?



Untuk apa ku membebaskan diriku untuk menyentuh seseorang,bila suatu saat nanti dia bukan dirimu yg kelak menjadi Imamku?



Aku yang mencintaimu ini,tak kan mampu memberikanmu hati yang bekas,sedangkan Allah telah menyiapkan untukku pasangan terbaik yaitu engkau...



Meskipun,aku belum pernah tahu siapa engkau karena hanya pernikahan yang akan menyibakkan tabir..siapakah engkau yang akan di karuniakan untukku..



Tetapi hatiku ini telah belajar mencintaimu sejak dulu lantaran ku tahu bahwa setiap manusia telah ditentukan pasangannya ketika masih di dalam rahim ibu.



Namun naluriku mengingatimu,Ketika fitrah cinta itu harus datang menggebu di masa penantianku...Oleh karenanya Bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik dalam pencarianmu,dan jagalah pandanganmu,bila engkau tidak mampu menahan rasa cemburu ketika pandanganku tidak terpelihara kepada yg bukan mahramku..





Namun sekarang engkau bukanlah siapapun bagiku,hingga waktu di mana Allah meredhai dan kita halal bertemu ,Untukmu Calon Imamku yang akan bertakhta dihatiku ,sampai saat ini aku tidak tahu siapa engkau,kecuali ijab qabul telah terucap untuk menghalalkan kita bersatu...



sumber : facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu



 


(read more ...)

Memohon Cinta Illahi

On 26 Desember 2011 0 Comment


 



Perjalanan kehidupan yang dilalui banyak mengajar arti cinta kepada kita. Hubungan cinta sesama insan yang meminta balasan biasanya akan berakhir dengan kebencian apabila balasan yang diharapkan itu tidak diperolehi.



~~ Suami isteri yang saling cinta menyintai akan berubah menjadi saling membenci jika ada penyelewengan dari salah seorang yang curang.



~~ Begitu juga antara sahabat yang berkasih sayang, setiap kesalahan demi kesalahan dalam perhubungan mereka akan menjadi dendam yang mencalari hati masing-masing.



~~ Cinta anak kepada ibu bapanya sedikit sebanyak akan terhakis kerana komitmen yang harus diberi kepada isteri dan anak-anak.



~~ Tragedi demi tragedi yang menyimpan kepiluan di hati kerana kehilangan cinta membuat hamba yang beriman sadar bahawa cinta yang abadi hanya kepada Allah SWT.



Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya: ”Sesungguhnya Allah SWT mempunyai seratus rahmat dan Dia menurunkan satu rahmat untuk jin, manusia, binatang dan serangga. Adapun rahmat yang sembilan puluh sembilan lagi, Allah menyimpannya untuk diberikan pada hari kiamat sebagai wujudnya rasa sayang terhadap hamba-hamba-Nya. (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).



Cinta kepada Allah bukan hanya menjanjikan kebahagiaan. Ia juga akan melahirkan peribadi yang memiliki kekuatan dan keberanian yang maha hebat dalam menghadapi ujian di dunia. Sabda Rasulullah SAW yang mafhumnya: ”Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka.” (Hadis riwayat al-Tirmidzi).



Ada tiga cara yang telah dilalui oleh orang-orang pilihan Allah untuk mendapatkan cinta-Nya yang abadi.



~~ Menyucikan Hati.



Pandangan Allah SWT jatuh pada hati kita. Jika anda mahukan pandangan rahmat-Nya maka bersihkanlah hati. Rasulullah SAW bersabda:



”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh badanmu dan tidak pula kepada rupa parasmu, tetapi Dia memandang kepada hatimu dan amalanmu.

(Hadis riwayat Muslim)



Milikilah cinta Ilahi dengan berkasih sayang kepada sesama manusia. Sabda Rasulullah SAW dalam hadis qudsi: Allah SWT berfirman: ”Sesungguhnya cinta-Ku adalah bagi orang-orang yang saling mencintai kerana mengharap keredaan-Ku.” (Hadis riwayat Imam Malik dalam al-Muwattha’ dengan sanad yang sahih)



~~ senantiasa dekat dengan-Nya.



Apabila cinta sudah jatuh di hati yang bersih, maka ingatlah kepada-Nya di mana saja anda berada. Janji-janji sentiasa disanggupi dengan keikhlasan, baik buruk keadaan semuanya dijalani dengan kerelaan kepada sang kekasih Rabbul ’Izzati.



Apabila ia memohon kepada-Ku nescaya Aku mengkabulkannya dan jika ia berlindung kepada-Ku Aku pasti melindunginya.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Perbaikilah diri dan kembalilah merapatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadat wajib dan sunnat.



~~ Setia Pada Janji



Cinta yang tidak pernah berubah hingga ke akhir hayat adalah cita-cita setiap pasangan yang berkasih. Setiap ujian mampu diharungi dengan sabar.



”Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Penguasa alam semesta.” Janji ini menjadi penawar di hati seorang hamba, reda meredah setiap ujian kehidupan atas nama qadha dan qadar-Nya. Firman Allah SWT: ”Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)



“Ya Allah,



sesungguhnya aku memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada cinta-Mu.

Ya Allah apa saja yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa-apa yang aku cintai maka jadikanlah ia sebagai kekuatan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai.

Dan apa saja yang Engkau singkirkan dari apa-apa yang aku cintai maka jadikanlah ia keredhaan untukku dalam mencintai apa yang Engkau cintai.



Ya Allah



jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling kucintai daripada cintaku kepada keluargaku, hartaku dan air sejuk di saat kehausan.

Ya Allah jadikanlah aku mencintai-Mu,



mencintai malaikat-malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu dan hamba-hamba-Mu yang salih. Ya Allah hidupkanlah hatiku dengan cinta-Mu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti apa yang Engkau cintai.



Ya Allah jadikanlah aku mencintai-Mu dengan segenap cintaku dan seluruh usahaku demi keredaan-Mu.

” (Hadits Al-Tirmidzi dalam Jami’ al-Sahih, Rasulullah SAW bersabda: Inilah antara doa yang biasa dipanjatkan oleh Nabi Daud AS)



..Semoga Bermanfaat...

..Salam Santun Senyum Manis....



sumber : Facebook. sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



 


Allah lah yg membuat kita mampu tersenyum walau dalam keadaan menangis

Tempat bertahan ketika kita hendak menyerah

Tempat berdoa ketika hilang tempat mengadu & ketika semua orang menjauh

Tempat untuk kembali bangkit sekalipun hati kita telah hancur berkali-kali

Tempat untuk tetap mengerti ketika tak ada satupun terlihat memberi Arti

... Segala sesuatu menjadi mungkin karna Allah lebih memahami kita melebihi diri kita



Ketika wajah penat memikirkan dunia,maka berwudhulah,Ketika pundak tak kuasa memikul amanah maka brsujudlah,Ikhlaskannya agar semuanya tunduk,disaat yg lain angkuh,agar tangguh disaat yg lain runtuh,agar tegar disaat yg lain terlempar,dan ingat hanya Allah lah tempat kita utk brgantung.Hasbunallah wa ni’mal wakil,ni’mal maula wa ni’man nashir.“Ingatlah,dengan mengingat Allah dapat menentramkan hati”(Ar-Ra’d:28)



sumber:www.facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Wanita Apa Adanya

On 21 Desember 2011 0 Comment


 



 


Aku bukanlah wanita berparas

jelita..

Aku bukanlah wanita yang kaya

harta..

Aku juga bukanlah wanita yang

... punya tahta..

Aku wanita Apa adanya..

Aku tidak sedermawan Khadijah..

Aku tidak setegar Fathimah..

Aku tidak sepintar Aisyah..

Aku wanita apa adanya..

Aku hanya seorang wanita yang

menginginkan kesederhanaan

cinta..

Aku tidak menilai rupa..

Aku tidak menilai harta..

Aku tidak menilai tahta..

Aku hanya ingin Cinta yang

sederhana..



Cinta yang berlandaskan

Keridhoan-NYA..

Cinta yang mengharapkan Surga dari-NYA..

Cinta yang akan membawa

keberkahan dan kebahagiaan

dalam hidup..

Aku berharap kelak di Perbatasan

Waktu..

Aku dipertemukan oleh insan

pilihan-MU..

seseorang yang hatinya terpaut

pada-MU..

seseorang yang mengikuti jejak

Rasul-MU..

seseorang yang mempedomani

kitab-MU..

seseorang yang akan menerima

kekuranganku..

yang akan membimbing hidupku..

yang akan melengkapi hari-

hariku..

yang akan menahkodai bahtera

cintaku..

yang Mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku..



Aku ingin mencintainya secara sederhana..

tanpa menyusahkannya..

tanpa membebaninya..

Aku berharap dia juga mencintaiku secara sederhana..

sesederhana aku mencintainya..

Biarlah saat ini aku menyemai

cinta bersama-MU..

Menyemai Kerinduan akan

Wajah-MU..

Sebelum bertemu dengannya

DiPerbatasan Waktu



sumber :facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)


 



Ibu.., besar pengorbanan yang Engkau berikan sangat berarti buat kami. Tak satu pun langkahmu yg tak berarti di hidup kami. Engkau keluarkan semua tenagamu utk melahirkan kami. Meskipun semua yang terbaik telah kami kami berikan padamu, namun semua itu tak akan bisa menggantikan semua yg Engkau berikan. senyum ikhlasmu bagai nyanyian bidadari malam pengantar lelap kami. Engkau tak pernah lelah merawat kami,  Engkau yang ajarkan kami menyebut nama-Nya Dibawah langit-Nya,dalam heningku Kutatap jiwa yang syahdu mengukir rindu untukmu Mengucap namamu,Muliakan kasihmu,Menatap senyum Jiwamu Maha Kasih..



Ya Allah.... Untuk tiap tetes jiwa yang mengalir dari rahim Syurganya Ampunilah Dosa Ibunda Untuk tiap derai Jiwa yang menetes hapus Khilafku.



Ayah..., Engkaulah sumber kehidupan kami yang selalu memberikan perlindungan. Engkau bagai surya di pagi hari yang tak pernah terlambat bersinar. Engkau adalah naungan dan tempat bersandar kami setelah Allah SWT.  Kerut kulitmu lembut menyentuh kalbu, rambut putihmu memancarkan sinar kedamaian. Keras suaramu memberikan kami kekuatan utk mengarungi kehidupan ini. Lemah tubuhmu membangkitkan semangat utk mengabdi. Petuahmu adalah jalan lurusku. Semoga setiap tetes keringat yg Engkau berikan kpd kami merupakan ibadah yg menjadi jalan utk ke surga kelak.....



Ayaha dan ibu..., maaf jika selama ini kami belum bisa menjadi anak yg baik dan belum dapat membahagiakan kalian...



Hanya do'a yg dapat kami panjatkan semoga kalian selalu dalam lindungan, Rahmat, dan Ridho Allah SWT...



Yaa Allah..., lindungilah ibu dan ayahku dari segala macam marabahaya, berikan mereka kesehatan dan jangan pernah tinggalkan mereka di waktu lapang maupun sempit. Aamiin Yaa Rabbal'alamin......


(read more ...)


 







Jika diriku mencintaimu kerana ketampananmu,

Jangan salahkan aku kalau aku beralih,

pada yang lebih tampan darimu.

...

Jika diriku mencintaimu kerana hartamu,

Jangan salahkan aku kalau aku meniggalkanmu,

bila hartamu mulai sirna pada pandanganku.



Jika aku mencintaimu kerana kedudukanmu,

Jangan salahkan aku kalau aku memilih,

yang lebih tinggi kedudukannya darimu.



Wahai akhi pujaan qalbu,

Kiranya diriku mencintaimu kerana Agamamu,

Janganlah risau serta ragu,

InsyaAllah aku tetap akan menantimu,

Kiranya ini yang terbaik pada pandangan Rabbku.



Memang ada yang lebih tampan darimu,

Memang ada yang lebih berharta darimu,

Memang ada yang lebih berkedudukan darimu,

Namun yakinlah semuanya pasti sirna ditelan waktu.



Bagiku engkau adalah ANUGRAH dari Penciptaku,

Kerana Dialah yang mencondongkan hati ini untuk menerimamu,

Dialah yang Maha Tahu serta menentukan segala sesuatu,

Setelah istikharah namun tetap engkau yang dipertemukan denganku.



Sabarlah menantikan waktu itu,

Kerana aku pun menanti sepertimu,

Walaupun banyak ujian menguji hatimu,

Namun yakinlah itu adalah untuk memantapkan hatimu,

Semua yang TERBAIK akan datang TEPAT WAKTU,

Sesuai KETENTUAN yang Maha Tahu,

InsyaAllah pasti akan dimudahkanNYA.



Ya Rabb...Pemilik CINTA sejati,

Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia,

Tabahkan hatinya, Teguhkan imannya,

Tegarkan dan temanilah dia dalam penantiannya,



Jika hatiku Kau ciptakn untuk dia,

Penuhi hatinya dengan kasih-MU

Terangi langkahnya dengan cahaya-MU,

Kutitipkn cintaku pada-MU untuknya,

Resapkan rinduku pada rindunya,

Mekarkan cintaku bersama cintanya,

Satukanlah hidupku & hidupnya Dalam Cinta-Mu..♥

Aamiin ya Rabb...



sumber :  facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)


 



Buat aku jatuh cinta padamu

Wahai kau yang kan menjadi

... ... pasangan tulang rusukku….

Dengan sebuah cinta tulus karena

Illahi robbi

bukan dengan harta atau

parasmu

bukan dengan buaian untaian

kata-kata manismu

bukan dengan perhatianmu

padaku

karena kau belum halal bagiku



Buat aku jatuh cinta padamu

Dengan indahnya akhlak n budi

pekertimu

Melabuhkan cintamu pada Alloh

melebihi cintamu padaku

Buat aku jatuh cinta padamu

Dengan ajak aku berlomba dalam

sebuah kebaikan

teguh dengan jihad yang kau

tegakkan

berikan semangat berjuang

menegakkan islam



Buat aku jatuh cinta padamu

Dengan Menjadi sosok pribadi

tegar menghadapi ujian

kehidupan

Ikhlas n sabar atas teguran yang

Alloh berikan

Selalu ingatkan aku jika niat tulus

mulai pudar

agar semakin menguatkan aku

pada jalan istiqomah



Buat aku jatuh cinta padamu

Dengan sikapmu yg Selalu

merindui syahid di jalan Illahi

Pantang bagimu berpaling dari

hati Ya Robbul Izzati

tunjukkan bahwa dirimu

menautkan hatimu pada Illahi

agar tidak terjatuh dalam jurang

cinta nafsu duniawi



Buat aku jatuh cinta padamu

Dengan cintaimu kepada Allah

karena dia adalah segalannya

Kau buat dirimu mampu

korbankanlah apa saja karenanya

Kau jadikan kecintaan pada tuhan

adalah yang utama

Kau mampu menderita demi

kecintaanmu padanya



Ketika kecintaan itu hadir sebuah

karunia indah bisa

mendapatkannya… kecintaan

kepada Alloh adalah sebenar

benarnya cinta… yang tulus ikhlas

memberikan cinta tanpa berharap

ia akan terbalaskan… jika sebuah

hubungan didasari kecintaan

karena Alloh maka ia akan

senantiasa indah…



Allah Berfirman Dalam Al-Quran:

“…Allah mencintai mereka dan

mereka pun mencintai-Nya

…”(Q.s. Al-Maidah 5:54).



Ya Allah, yang membolakbalikan

hati kami selama ini aku memang

pernah tau bagaimana rasanya

mencinta.Namun, aku berharap

bila cinta hadir menyapaku lagi

aku tidak akan kehilangan

engkau.



Ya Allah, selama ini aku hanya

berharap semoga bisa mencintai

orang yang memiliki cinta yang

luar biasa kepada- MU.



Ya Allah, selama ini aku juga

berharap semoga bisa di cintai

oleh orang yang bisa

mengarahkanku menuju

keridhoan-MU.

Pintaku ya Allah izinkan aku

memiliki rasa ini hingga ia menjadi

indah di dada kami tanpa

mengurangi rasa cinta kami

kepada-MU



sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)


 



Ketika hati seorang muslimah terluka,ia akan menghapus air matanya dengan imannya.Ketika hati seorang muslimah terluka,ia akan menguatkan hatinya dengan ilmunya.Ketika hati seorang muslimah terluka,hati-harinya akan ia penuhi dengan semangat perubahan lebih baik pada dirinya.Ketika hati seorang muslimah terluka, ia menari dalam doa permohonan ampunnya terhadap Rabbnya.



Ketika hati seorang muslimah terluka, wajah kusutnya tetap terlihat indah bagi dunia.Ketika hati seorang muslimah terluka,bibir merahnya menyimpulkan senyuman untuk hidupnya.Ketika hati seorang muslimah terluka,matanya basah oleh lembutnya hatinya.Ketika hati seorang muslimah terluka,dunia nya terasa akan berlanjut dan ia harus tegar.Ketika hati seorang muslimah terluka,jiwa lembutnya sampaikan ketenangan pada hati kecilnya.



Ketika hati seorang muslimah terluka,akal dan hatinya hadir untuk menanti kesedarannya.Ketika hati seorang muslimah terluka,tangannya ia gunakan seperti kebiasaannya.Ketika hati seorang muslimah terluka,tak akan ada perubahan dalam dirinya oleh hal-hal yang tidak berguna.Ketika hati seorang muslimah terluka,ia gunakan kesedarannya untuk menjaga perasaan orang sekitarnya.



Ketika hati seorang muslimah terluka,air matanya dijadikan doa untuk keselamatan orang yang melukainya.Ketika hati seorang muslimah terluka,jari-jemarinya bergerak untuk tetap menolong orang lain tanpa beban di hatinya.Ketika hati seorang muslimah terluka, hidupnya tetap menjadi kebahagiaan bagi orang disekelilingnya.



Ketika hati seorang muslimah terluka,dia tetap meneruskan liku-liku hidupnya.Ketika hati seorang muslimah terluka,kepercayaan dirinya tetap tak akan pudar.Ketika hati seorang muslimah terluka,ia dan dirinya tetap menjadi MUSLIMAH.



Tabahkanlah HATIMU duhai MUSLIMAH disaat dirimu TERLUKA. Anggaplah ujian ini sebagai ANUGERAH TERINDAH dari-Nya.Kerana Allah ingin sentiasa dekat dengan dirimu. Insya-Allah,Allah SWT sentiasa bersamamu.



sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Menjaga Hati

On 11 Desember 2011 0 Comment


 



Janganlah engkau memberikan harapan yg belum pasti akan menjadi milikmu. Janganlah engkau mengungkapkan cinta sebelum tiba waktunya.Janganlah engkau merayunya dengan kata2 manis yg kau ucap.Janganlah engkau membuatnya sakit hati dan meneteskan air mata bila cintamu hanya untuk permainan.Janganlah sekali kali engkau berkata SAYANG padanya sebelum engkau halal baginya



Untuk saat ini sebelum engkau halal bagiku,maka bersabarlah dlm penantian,atau mencintai dalam diam saja



“Bila cinta dalam diammu itu tak memiliki kesmpatan berbicara di dunia nyata,biarkan ia tetap diam..karena Allah punya rencana terbaik untukmu..bila dia bukan milikmu,maka Allah akan menghapus cinta dalam diammu itu dengan memberi rasa yang lebih indah dengan orang yang lebih tepat..Jadi,biarkan cinta diammu itu menjadi memori tersendiri disudut hatimu dan menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu.



Aku menyimpanmu di bilik hati untuk mengikrar janji,saling menyayangi dengan tulus,agar kita menyadari arti cinta dalam hidup ini.



Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita untuk senantiasa berada di jalan keridhoan-Nya.Memilih sesuatu hanya karena Allah..



 


(read more ...)


Duhai engkau yang ALLAH pilihkan untukku ,,,Temui aku dalam istikharah mu.. Ketika pertama kali merasakan waktu yang kian lambat berputar.. Tahukah engkau bahwa di sini pun ada galau yang makin mendebarkan..Menanti apa takdir yang kelak menghampiri antara kau dan aku..Tenggelam kita bersama dalam munajat kepasrahan pa...da tempat yang berbeda..menanti sebuah pertanda dari Sang Pemilik Cinta… Menggeliat tanda tanya besar, akankah biduk istikharah ku dan biduk istikharah mu menuju muara yang sama… Sabarlah menanti lalu menerima apa-apa yang telah terencana olehNya..adalah hal terbaik di patri saat ketentuanNya belum benar-benar tuntas..Kian resah di malam-malam dalam tengadah mohon di pilihkan..Karena jikalau memang Allah menghendaki pertemuan kita, Allah pilihkan dirimu adalah yang terbaik bagiku.. Maka kita akan mengawalinya dengan segala perbedaan, bukan kesamaan… Tak ada kebersamaan kita sebelumnya.. Kita adalah dua orang asing yang Allah pertemukan dengan takdirNya..Akankah semua akan terjawab dengan indah??.. Kita Serahkan semuanya atas ketentuanNya.. Jika Allah berkehendak, maka kau temui aku dalam istikharahmu..lalu aku pun menjumpaimu dalam istikharahku…Maka keputusan itu semoga di berkati olehNya, sang Pemilik jiwa… * untukmu yang sedang ‘menunggu jawaban'…bersabarlah, bersegera namun tidak tergesa-gesa..



sumber : facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)


 



KETIKA AKU MEMILIHMU KARNA ALLAH ~~



Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..

Ingin ku beri tahu padamu..

Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..

Orang tua yg begitu sempurna..

Dengan cinta yg begitu membuncah..

Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..

Maka, padamu ku katakan..

Saat Allah memilihmu dalam hidupku,

Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..

Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..



Padamu yang Allah pilihkan untukku..

Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,

Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..

Maka, ketika Dia memilihmu untukku,

Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.

Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..

Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..

Karena kelak kita akan satu..

Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,

Kau dan aku akan menjadi 'kita'..



Padamu yg Allah pilihkan untukku..

Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,

Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..

Maka ketika Dia memilihmu untukku,

Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..

Itulah visi pernikahan kita..

Ibadah pada-Nya ta'ala..



Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..

Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..

Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..

Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,

Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..

Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..

Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..

Namun tatap mataku, tersenyumlah..

Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..

Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..

Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..

Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..



Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..

Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..

Maka dimataku kau adalah yang terindah,

Kata2mu adalah titah untukku,

Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..

Maka kalau kau berkenan ku meminta..

Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…

Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..



Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…

Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..

Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..

Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,

Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..

Yang darahnya mengalir darah syuhada..

Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..

Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..

Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..



Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…

Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,

Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..

Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..

Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..



Salam Santun Senyum MANIS



sumber : facebook,sebelum engkau halal bagiku



 


(read more ...)

Tidak Mudah....

On 08 Desember 2011 0 Comment


 



Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris

Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi

Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita



Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk

Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari...

Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat



Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan

Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain

Bukan membahagiakan diri sendiri



Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina

Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri...

Dan ikhlash hanya mengharap ridlo Ilahi



Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya

Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita



Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan

Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh

Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya



Tidak MUDAH menghilangkan duka karena kehilangan

Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari...

Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat



Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera

Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur

Dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya...

Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya.



sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 


Aku ingin selalu bersamamu,menjadi penawar setiap Penatnya hatimu...

menjadi penyemangat saat Malas dan futur Menyapamu.. menjadi penentram saat dukamu...



Menjadi bagian dari senyumu saat engkau bahagia..Penguatmu ketika engkau Lemah..menjadi air kesejukan saat engkau dikuasai amarah...

Tetapi.. Kita Belum halal...maka dari Itu,

Kuserahkan Pada Dzat Pemberi Cinta,

karena saat Ini hanya Dia yang bisa Menjaga mu saat Penjagaanku belum sampai padamu.

Saat Penat dan Luka menyandingimu... Biarlah dengan-Nya kau meMinta Penawar.

Saat Futur bertamu kepadamu.. Biarlah Janji-Nya yang Menjadi Penyemangatmu.

Dan saat engkau berbahagia.. Biarlah Syukur Tempatmu menambah dan berbagi kebahagiaan itu.

Karena Kita Belum halal,hanya Untaian doa dan harapan yang ku Berikan

Semoga bisa Menjadi Pelepas dahaga saat Merapuhnya jiwa

dalam penantian Cinta ..Ku Ingin KIta Terjaga dari cinta yang fana,, Hingga halal Itu Tiba...


(read more ...)


Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,Itulah kesempatan.Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan,itu kesempatan.Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan,Itupun adaah kesempatan.



Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya,Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah pilihan.



Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna agar hidup kita bisa sempurna dan mendapat Ridho dr Allah.



 


(read more ...)


Alhamdulillaah…..

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.



`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.



surat dari hatiku untuk kekasihku yang aku cintai karena Allah



Mungkin engkau sering bertanya-tanya dalam hati atau mungkin menerka-nerka mengenai perasaanku kepada dirimu untuk saat ini.



Inilah jawaban atas pertanyaanmu itu………….



Kekasihku yang aku cintai karena Allah,



Andaikan engkau tahu seandainya memandang mu tidaklah dosa maka aku akan terus memandang mu.



Andaikan rindu ini adalah halal maka aku akan menghubungimu hingga berjam-jam dan meminta mu untuk datang menemuiku.



Andaikan di saat engkau memegang tanganku, memelukku, dan menciumku ini adalah halal bagi kita berdua.Maka akulah orang yang paling bahagia.



Tetapi ketika kau memegang tanganku dan memelukku dalam hati ku bercampur baur antara bahagia dan takut akan dosa, Andaikan aku bukan orang yang paham akan hukum Allah maka akulah orang yang ingin selalu engkau sentuh dan engkau peluk.Tapi aku sudah tahu hukumnya:



“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”[HR Bukhori: Muslim]



“Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu’jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283, lihat Ash Shohihah 1/447/226)



Apakah engkau tahu setiap hari, setiap menit aku ingat padamu dan berharap engkau menghubungiku.



Tapi yang aku bisa hanya menatap wajahmu dari sebuah foto yang terpajang dalam jejaring sosial.



Mungkin engkau menganggapku kolot, tapi aku mengetahui satu hal :



”Melepaskan pandangan kepada yang haram akan mengakibatkan kecemasan, kesedihan dan luka di hati.



Orang yang bahagia adalah orang yang dapat menundukkan pandangannya dan takut kepada Tuhannya”



Mungkin engkau merasa aku bukanlah orang yang romantis,aku tidak perhatian dan kau tidak pernah aku perdulikan.



Mungkin untuk saat ini aku memanglah begitu karena aku takut akan hukum Allah, bukan hanya aku yang akan Allah beri balasan tetapi kita berdua dan kedua orang tua kita yang membiarkan kita.



Beberapa hari ini, aku tak kirim sms kepadamu,dan ketika kau smsku terlebih dahulu aku selalu membalasnya dengan waktu yang agak lama.



lalu aku minta maaf karna telat membalasnya seolah-olah aku tak sengaja.



Aku berusaha agar kau tidak menghubungiku sehingga engkau bosan dan dapat meninggalkan aku cepat.



Tapi apakah engkau tahu di dalam hati kecilku….engkaulah orang pertama yang paling ingin aku beritahu tentang semua kegiatan yang kulakukan.Tapi rasa maluku selalu mengurungkan niatku tuk menyapamu terlebih dahulu.



Seringku perhatikan kau juga begitu,terlalu lama membalas pesan singkatku dan tak pernah menghubungiku lagi.Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku "Adakah aku dihatimu.?"



Hari jumat aku sakit demam dan flu,dan mag ku kambuh.



Tahukah kamu aku ingin sekali engkau datang dan menghawatirkan aku.



Malam itu engkau tak mengirimiku satu pesan.



Tahukah kau, bahwa saat itu aku ingin sekali mendengar suaramu. atau jika harapanku berlebihan, kau bisa menggantinya dengan sebuah pesan singkat saja.



Berkali-kali aku mencoba memberanikan diri mengirimimu pesan. Ketika aku mengetik sebuah kata kemudian aku menghapusnya dan terjadi berulang-ulang.



Apakah engkau tahu mengapa aku seperti itu.



karena dua buah kata yaitu tidaklah halal. Ya karena hubungan kita tidak halal jadi aku takut Allah akan marah.Pacaran tu tidak halal,tapi bagaimana dengan kondisi kita yang berjauhan?,kita tak akan bersentuhan bukan, pertanyaan itu sering terlintas dipikiranku namun segera kutepis.Bukankah aku tak mengetahui isi hatimu..



Inilah jawaban atas tanyamu………



engkau datang memberikan aku kebahagiaan dan sekaligus memberikan aku sebuah kecemasan.



Oleh karena itu aku menuliskan surat ini untuk mu kekasihku…….



Dan inilah yang ku rasakan………..



Untuk kekasihku mungkin aku tidak tahu seberapa besar cintamu kepadaku dan apakah aku lah seorang yang berada di hatimu.



Tetapi aku sangat tahu bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu, dan untuk saat ini engkaulah seorang yang berada di hatiku.



Aku berterima kasih kepada Allah telah mempertemukan kita berdua. Dan aku berterima kasih kepadamu sudah menjadi bagian yang menempati ruang kosong di hatiku.Semoga Allah merahmati kita berdua.



Semoga Allah mempertemukan kita dalam RidhoNYA. Aamiin ya Rabbal'alamin..



Inilah surat dari hatiku untuk kekasihku yang aku cintai karena Allah





♥www.facebook.Sebelum Engkau Halal Bagiku♥

 


(read more ...)


 


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



... Yaa Rabbi...



Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian. Jadikanlah kami orang yg ..

Selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sebijaksana Umar bin Khattab,

Sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib,Sesederhana Bilal dan setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum..Amiin ya Rabbal'Alamin.





Wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.



Jika engkau mengharapkan harta menggunung tinggi, aku pasti akan mengecewakanmu..



Jika engkau mengharapkan wajah secantik puteri, aku pasti akan mengecewakanmu..



Jika engkau mengharapkan layanan sebaik khadijah, aku pasti akan mengecewakanmu..



Jika engkau mengharapkan teman yang setia di sisi, aku pasti akan mengecewakanmu..



Wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.



Sebelum benar-benar engkau hadir, inginku bertanya sesuatu padamu..



Adakah engkau sanggup menerimaku sebagai isteri jika tidur lena mu ku ganggu untuk kita bersama-sama munajat padaNya..



Adakah engkau sanggup jika aku tidak sudi engkau menjadi imamku untuk sholat subuhku karna ku ingin dirimu sholat subuh berjemaah di masjid..



Adakah engkau sanggup jika selepas pulangnya engkau dari sholat berjemaah aku tidak merelakan engkau tidur semula..malahan aku ingin engkau menghidupkan majlis taklim (saling berkongsi pengisian) antara aku & dirimu..



Adakah engkau sanggup jika setiap pagi aku ingin kau membaca Al Matshurat bersama ku..



Adakah engkau sanggup jika selepas kau pulang dari bekerja, aku masih lagi dengan tugasku di luar..



Adakah engkau sanggup jika ketika engkau di rumah,aku sering meminta izin untuk keluar dengan alasan berjumpa rekan-rekan sedangkan pada hakikatnya aku ingin meneruskan medan perjuanganku..



Adakah engkau sanggup jika setiap senin & kamis kau menemaniku berpuasa sunat..



Adakah engkau sanggup jika bersama-samaku menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan kita..



Adakah engkau sanggup jika aku menasihatimu & membawamu lebih mendekatiNya..



Adakah engkau sanggup jika akan ada malam tertentu rumah kita akan dipenuhi orang untuk majlis ilmu..



Adakah engkau sanggup jika tamu kita sering bertamu sehingga tidur di rumah kita karna ia mungkin akan mengganggumu..



Adakah engkau sanggup jika ujung minggu kita dipenuhi dengan menziarahi orang tua kita..



Adakah engkau sanggup jika aku meminta dirimu menceritakan kisah sirah Rasulullah SAW & perjuangan para sahabat kepada anak-anak kita sebelum mereka tidur..



Adakah engkau sanggup jika aku tidak merelakan engkau memberi pelbagai kemewahan pada anak-anak kita karna aku ingin mereka menjadi hambaNya yang bersyukur selalu..



Adakah engkau sanggup jika tanganmu sentiasa ku pegang walau ke mana arah tuju ketika kita berjalan bersama..



Adakah engkau sanggup jika keluar berjalan denganku yang bertudung labuh, berbaju longgar, dan seringkas yang mungkin di hadapan hambaNya yang lain..



Adakah engkau sanggup jika masakanku tidak sesedap yang kau harapkan..



Adakah engkau sanggup jika layananku nggak sempurna padamu..



Wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.



Aku tahu bagimu pernikahan itu menghalalkan segalanya…tapi lain dari persepsiku…



Sememangnya benar pernikahan itu menghalalkan segala apa yang terhijab antara aku dan dirimu…



Tapi aku ingin kau juga mengetahui & mengerti bahwa pernikahan jua adalah jalanku untuk ke syurgaNya..



Pernikahan jua adalah jalan untuk kita melahirkan mujahid mujahidah yang soleh solehah..



Sememangnya aku akan berusaha semampuku untuk membahagiakanmu karna walau apa yang berlaku,



Kau tetap suamiku..





Namun telah kupatrikan  dalam diriku untuk terus memperjuangkan segala apa yang ku perjuangkan kini…



Aku memberitahu segala ini terlebih awal kerana aku tidak ingin engkau menyesali jika perkara ini akan terjadi..



Karna itu telah dari awal ku sediakan diriku untuk membiarkan engkau mencari yang terbaik untuk dirimu..



Karna cukuplah Allah bagiku..





mungkin bersamaku akan membuatkan dirimu merasa bosan & tiada kehidupan ..



Tapi sadarlah wahai bakal suamiku bahwa cara hidup Rasulullah SAW itulah yang terbaik..



Dalam rumah tangga kita pasti ada senda guraunya..



Cuma aku mungkin akan lebih sibuk dengan gerak kerja ku di jalan-Nya..



Krna telah ku pilih jalan-Nya..hingga akhir hayatku akan ku terus di jalan-Nya dan..



Ku bermohon semoga hembusan nafasku yang terakhir jua adalah di jalan-Nya..terimalah diriku seadanya





Dunia ini sudah tidak lama lagi.. jika ada jodoh di dunia,



Kita akan bertemu atas ikatan pernikahan yang sah atas namaNya..



Tidak ku mengharapkan engkau seorang yang terlalu mulia..



Cukuplah bagiku jika engkau sadar hakikat dirimu yaitu hamba Allah..



Karna jika engkau sadar, pastinya engkau akan menjalankan tanggungjawabmu sebagai hambaNya..



Jika tiada jodoh kita di dunia... semoga kan bertemu di syurga... InsyaAllah...



Aku ingin kau tahu bahwa cinta Ilahi tetap yang utama di hatiku..dan aku mencintaimu kerana Dia~



Sekian kata khas untukmu wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.



sumber : facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu.


(read more ...)




Alhamdulillaah…..

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.



`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.



Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada. Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya, dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.



Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah fitrah pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa yang sholeh dan sholehah.



Duhai...



Betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan cahaya Islam hingga memenuhi setiap sudut rumahtangganya.



Allah Subhanahu wa Ta'ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta'atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fii sabilillah. Karenanya, yakinkah batin itu tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain di bawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan kekasih hati? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih matanya ketika melihat aqiqah anak kita?



Letih...



Sungguh amat letih jiwa dan raga. Sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa, tanpa tahu adakah belahan jiwa yang menunggu di sana.



Duhai ukhti sholehah...



Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini saja, karena masih ada akhirat. Memang, setiap manusia telah diciptakan berpasangan, namun tak hanya dibatasi dunia fana ini saja. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya, insya Allah akan dipertemukan di akhirat sana, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujian-Nya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana. Mungkin sang pangeran pun tak sabar untuk bersua dan telah menunggu di tepi surga, berkereta kencana untuk membawamu ke istananya.



Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Sang Pemilik Cinta. Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri, duhai ukhti. Taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya, bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Tak usah membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meski ia tidak menyadarinya.



Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa. Menangislah karena air mata permohonan kepada-Nya di setiap sujud dan keheningan pekat malam. Jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa. Bersiap menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tausyiah-lah selalu hati dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam kesendirian.



Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh tak akan lari kemana. Karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu pun telah dituliskan-Nya.



Sabarlah ukhti sholehah...



Bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya. Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemintang. Kicauan bening burung malam pun selalu riang bercanda di kegelapan. Senyumlah, laksana senyum mempesona butir embun pagi yang selalu setia menyapa.



Hapuslah air mata di pipi dan hilangkan lara di hati. Terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup ini. Dengan kebesaran hati dan jiwa, dirimu akan menemukan apa rahasia di balik titian kehidupan yang telah dijalani. Hingga, kelak akan engkau rasakan tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri.



'Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia". ((Al-Hadith)




(Sebelum Engkau Halal BagiKu) https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

(read more ...)


 


Kalau engkau tak mampu menjadi beringin




yang tegak di puncak bukit




Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,




yang tumbuh di tepi danau


 


Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,




Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang




memperkuat tanggul pinggiran jalan


 


Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya




Jadilah saja jalan kecil,




Tetapi jalan setapak yang




Membawa orang ke mata air


 


 Tidaklah semua menjadi kapten




tentu harus ada awak kapalnya….




Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi




rendahnya nilai dirimu




Jadilah saja dirimu….


 


Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri


 


Taufiq Ismail

(read more ...)

Wanita Biasa

On 04 November 2011 0 Comment


 



Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh



*•Yaa Rabbi•* Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam



berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg



selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi



Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.



Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak...



Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih....



Padahal kau begitu tahu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.



Karenanya ku ingin kau tau,aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan.



Maka ketahuilah...



Kepadamu yang akan memilihku kelak...



Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya ku ingin kau tau,aku bisa saja berbuat salah dan begitu membuatmu marah.



Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku,



nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku durhaka kepadamu...





Duhai kau yang yang telah memilihku kelak....



Ingatlah,tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu,ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.



Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur,



untuk menyiapkan makan untukmu dan malaikat-malaikat kita nanti..Insya Allah



Maka,aku akan tampak kotor dan bau asap.



Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,



agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.



Maka mungkin aku tidak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.



Ataukah kau akan menemukanku terkantuk-kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu,bukan karena aku tak suka



menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu,tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun



tertidur kerana harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka



tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..



Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,maka tetaplah tersenyum



padaku, karena kau adalah kekuatan ku...



Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak...



Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,menangis dan tak terkontrol,



bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa,aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban



di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu,



 atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya belaianmu...



Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku...



Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak...



Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..



Maka jangan pernah bosan mengajariku,membimbingku ke Arah-NYA..



Jangan segan membangunanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..



Jangan letih mengingatkanku untk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..



Bimbing tanganku ke Jannah-NYA agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya...



Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku...



Seiring berjalanya waktu,kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,akan menipis dam memutih.



Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar...



Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu...



Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu...



Maka jangan pernah berpaling dariku...



bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,



yaitu rasa cintaku padamu...



Ketahuilah... Tiap harinya, tiap jam,menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.



Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa adanya aku...



Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna...



Maafkan aku karena aku bukan istri Nabi...



Aku hanya wanita biasa.....



http://www.facebook.com/pages/Ya-Allah-Ijinkan-Hamba-Menggelar-Sajadah-Bersamanya/253238754715845?ref=ts


(read more ...)

Mencintaimu Karena Allah

On 04 November 2011 0 Comment


 



Alhamdulillaah…..

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.



`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.



Saudariku. . .! Sudahkah engkau menemukan seseorang yg mencintaimu karena Allah?..Orang yg mencintaimu karena Allah adalah dia yg senantiasa menyanjungmu,yg diceritakan tentang dirimu adalah yg baik saja..lalu bagaemana dg kesalahan,kekurangan dan keburukanmu baginya?



Bagi dirinya,kesalahanmu merupakan tugas baginya untuk membantumu memperbaiki kesalahan itu.



bukannya malah menyalahkan atas kesalahan itu.Dia sadar bahwa manusia itu tidaklah ada yg benar benar kesempurnaannya karena baginya kesempurnaan itu hanyalah milik Dia yg menciptakan kesempurnaan itu,Allah AL Khalik.Kesalahanmu itu adalah pelajaran agar dikemudian hari tidak terjadi lagi untuk yg kedua,ketiga dan yg kesekian kalinya.



Sesungguhnya kekuranganmu adalah kelebihan yg belum terlengkapi..Apa yg lebih pada dirinya dijadikan sebagai pelengkap untuk menutupi kekuranganmu.



Dia telah siap menerima segala kekuranganmu sebagaimana dia telah menerima dan merasakan nikmad atas segala kelebihan yg dikaruniakan oleh Allah yg disenanginya pada dirimu.Seolah tiada beda baginya antara kelebihan dan kekurangan dimatanya.



Tentang keburukanmu.Apa yg buruk yg didapatkannya dalam dirimu,tidaklah akan pernah diceritakan aib itu pada orang lain.



sebisa mungkin dia akan memberitahumu tentang keburukan itu dg tutur kata yg santun sehingga tiada ketersinggungan yg engkau rasakan.



Yang ada pada dirimu terhadap dirinya akan membawa rasa kagum dan simpati atas perkataannya,perasaan itu memang tidaklah pasti akan engkau rasakan tapi bukannya hal itu tidak mungkin..Bagaimana?engkau setuju tidak dengan perkataan ini?Marilah tanyakan pada hati yg tiada pernah mendustai diri kita.



share by facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Apa Kabar Wahai Jodohku

On 01 November 2011 0 Comment


 



Apa kabar jodohku? Sehatkah? Berat rasanya kelopak mataku tertutup. Bagaimana dengan kamu? Apa kamu selalu terbangun disepertiga malam terakhir? Dan apakah mulutmu terus menerus -menerus berzikir di malam hari?



Jujur aku rindu kamu, wahai jodohku..



Tapi saat ini belum saatnya untuk kita bertemu, bukannya aku tak mahu, atau aku tak rindu. Tapi sememangnya karna perjalanan kita masih panjang. Dan masih banyak kewajiban yg harus kita penuhi sayang. Kadang – kadang aku berfikir, apa nanti saat subuh tiba kau akan membangunkanku? Mengajakku bertafakur dan bersujud kepada-Nya?



Berat hati ini menantikanmu, gelisah pula hati ini memikirkanmu. Apa kau selalu hiasi langkahmu dengan kebaikan-kebaikan? Dan apakah nanti saat zuhur tiba, kau akan meninggalkan kesibukanmu sementara, untuk menghadapNya?



Jodohku, sehatkah kamu?



Kalau aku berada disamping mu saat ini, mungkin aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang.



Jodohku sabar dan tenanglah..



Aku disini masih bersabar menanti mu, Hatimu tidak terluka kan? senyumlah.. kerana aku yakin kebahagiaan akan selalu menyertai kita, Jikalau detik ini hatimu sedang terluka, berwudulah.. dan mendekatlah diri kepada-Nya. Tetapi disini aku berharap kamu baik-baik saja..



Jodohku, aku rindu..



Bilakah kita akan bertemu? Begitu banyak hal yg ingin ku ceritakan kepadamu. Begitu banyak pula harapanku untuk menantikan nasihat – nasihat mu. Hati ini kosong.. dan hati ini tak sabar menanti kehadiranmu yang kan membalut dan menyembuhkan luka dihatiku.



Jodohku…



Adakah kau juga rindu padaku? Bagaimana dengan Quran mu? Sudahkah kau baca diantara maghrib dan isya? Apa yang kau fahami dari surah itu? Ceritakanlah kepadaku.. Aku sedia mendengar, dan begitu juga dengan keluhanmu, aku sedia mendengarnya..



Apa perubahan yang kau lakukan dari hari ke hari sayang? semakin baikkah?



Aku berharap seperti itu, Jodohku..



disetiap langkahku dan seusai solatku..



ku bisikkan AL-Fatihah untukmu, agar kau selalu berada dijalan-Nya..



Sabarlah sayang, waktu-waktu ini bukanlah waktu yang lama..



Jangan sampai kau salah jalan sayang..



Jodohku..



carilah aku, dengan perbagai kebaikan yang nantinya akan membawa Rahmat untuk kita, Jagalah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama. Kerana aku mencintaimu secara tulus & ikhlas



Jodohku..



Bersiaplah kau untuk mencintaiku scara tulus dan mahu menerima segala kekuranganku. Dan membenarkanku dikala aku salah. Sayang… berusahalah membahagiakan orang tuamu… dengan menjaga sikapmu dan tuturkata mu.. Aku yakin kau adalah orang yang sabar, orang yang akan menghidupi aku  dan anak-anak kita. Jangan pernah merasa keseorangan.. kerana aku disini masih setia menantimu..



Jodohku..



kalau siang sudah berlalu.. pejamkan matamu dengan buaian doa, begitu juga ucapan doa dariku yang selalu menyertaimu…



Semoga ALLAH selalu menjadikan kita dijalan yang benar. Amin…



Jodohku..



Tak terasa penatku menaip pada keyboard ini, memang benar ini adalah tanda kerinduanku kepadamu,



Ingatlah sayang..



aku selalu ada untukmu..



Untuk itu jangan pernah kau merasa sendiri atau sepi..





Semoga kerinduanku ini akan terjawab, seiring berjalannya waktu.



Salam hormatku dan sayangku untukmu….



_________________________



Source: www.akuislam.com


(read more ...)


 



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....



Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.



Mutiara 1

Hushain bin Muhshan menuturkan bahwa bibinya pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk suatu keperluan. Setelah selesai dari keperluannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya "Apakah engkau bersuami?" Ia menjawab "Ya", "Bagaimana engkau bersuami ? Ia menjawab "Aku berusaha sekuat tenaga untuk melayaninya dan mentaatinya, kecuali dalam hal-hal yang aku tidak sanggup. "Beliau berkomentar," "Perhatikan baik-baik sikapmu kepadanya karena sesungguhnya ia adalah Syurga dan Nerakamu." (HR. Hakim)



Mutiara 2

Apabila seorang wanita telah menunaikan shalat lima waktu dan berpuasa di bulan Ramadhan, senantiasa mentaati suaminya dan menjaga kemaluannya, niscaya akan dikatakan kepadanya, masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. (HR. Ahmad)



Mutiara 3

Ada tiga golongan yang shalatnya tidak diterima dan kebaikannya tidak diangkat ke langit: Pertama, hamba sahaya yang kabur dari majikannya sampai ia kembali dan meminta maaf kepada majikannya. Kedua, seorang istri yang dimurkai suaminya sampai suaminya meridhainya dan ketiga seorang pemabuk sampai ia sadar. (HR. Thabrani dan Ibnu Hibban).



Mutiara memang indah, mahal dan tidak semua wanita mampu memilikinya. Begitu pula dengan mutiara ajaran Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di atas, tidak semua wanita memahami, menghayati, apalagi mengaplikasikannya dalam kehidupan rumah tangga mereka.



Arus globalisasi sekarang ini telah menyerbu kaum muslimin dalam dan membentuk paradigma mereka segala hal, termasuk gaya hidup dalam berumah tangga. Saat ini untuk menjadi istri yang setia dan konsisten untuk mengaplikasikan mutiara ajaran Rasullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ternyata tidak popular. Sehingga sebagian wanita beranggapan, sudah bukan zamannya lagi memperlakukan suami sebagai junjungan yang harus ditaati, atau istri harus senantiasa meminta izin terlebih dahulu kepada suami untuk melakukan apa yang mau dilakukannya.



Di sisi lain, bukan hal aneh jika sekarang ini kita banyak mendengar rumah tangga muslim mengalami guncangan, keretakan bahkan perceraian. Tentu saja semua orang tidak menginginkan semua ini terjadi pada rumah tangga mereka. Terdapat sejumlah cara untuk mencegahnya yaitu suami istri harus melakukan evaluasi perjalanan rumah tangganya secara berkala, terutama evaluasi tentang orientasi menikah dan membangun rumah tangga. Misalnya, apa sesungguhnya tujuan saya menikah? Apa yang saya harapkan dari pernikahan ini? Model rumah tangga apa yang akan saya bangun? Dan jawaban atas pertanyaan tersebut dapat dijadikan renungan dan penguat dalam menghadapi gelombang dalam rumah tangga. Kemudian setelah itu berusaha memantapkan hati untuk menjalankan rumah tangga dengan mengedepankan ridha dan qona'ah (menerima dan puas dengan pemberian Allah Subahana Wa Ta'ala).



Sebagai seorang muslimah sudah sepatutnya kita ridha atas ketentuan Allah Subhana Wa Ta'ala, dan perlu disadari bahwa ridha atas kepemimpinan suami dalam rumah tangga itu, konsekuensinya adalah taat. Artinya ketaatan seorang istri pada suaminya, pada hakikatnya merupakan satu bentuk ketaatannya kepada ketentuan Allah Subhana Wa Ta'ala. Dalam konteks ketaatan ini tentunya suami berada di jalan yang benar. Untuk melaksanakannya tidak semudah yang dibayangkan, karena ketaatan istri pada suami tidak bisa disesuaikan dengan keinginan kita, misalnya, 'Saya akan taat pada abang dalam hal-hal yang sesuai dengan keinginan saya, tapi kalau tidak, kita masing-masing saja ya bang?'



Mungkin tidak akan menjadi masalah jika keinginan atau perintah suami selaras dengan keinginan kita, tapi kalau tidak diperlukan kelapangan dada, keikhlasan dan pengorbanan untuk dapat mentaati dan melaksanakan perintahnya. Harus kita sadari bahwa kita suami istri mempunyai latar belakang yang berbeda, jadi tidak semuanya harus serba cocok dan klop, ketika memasuki gerbang pernikahan. Oleh karena itu di sinilah pentingnya untuk saling mengenal antara suami dan istri.



Ganjaran ketaatan seorang istri pada suaminya disetarakan dengan ganjaran jihadnya kaum laki-laki, sebagaimana disebutkan dalam hadist Asma bin Yazid yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. Sekalipun demikian Islam menganjurkan para suami untuk melazimkan musyawarah pada istrinya dalam berbagai persoalan. (QS Al-Baqarah: 233), memperlakukan istri dengan baik sebagai indikator utama akhlak seorang laki-laki. Begitulah Islam tidak menjadikan ketaatan seorang istri sebagai peluang bagi suami untuk menjadi diktator dalam rumah tangganya. Jadi tunggu apalagi, mari taati suami kita dan miliki mutiara-mutiara yang nyaris hilang itu.



Sifat-sifat Istri Shaleh



1]. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.



Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :



أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى



“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257 ).



2]. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.



3]. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya.

Asma’ bintu Yazid radhiallahu 'anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).”



Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:



فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ



“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad).



4]. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya.



Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:



أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ



“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)



5]. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.



Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:



لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ



“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)



6]. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:



“Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)



Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bersabda:



لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ



“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)



7]. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:



وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا



“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)



إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ مُهَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تَرْجِعَ



“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436).



http://andikaalbanjariiiyahooc​om.blogspot.com/2011/02/istrik​u-mutiaraku-suamiku-adalah.htm​l?showComment=1315537781186#c1​038684087472432740


(read more ...)


 



بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم





Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku....



Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasaku padamu...



Tak cukup dengan untaian kata,dan barisan kalimat indah...



Tak mampu tergambar dengan pewarna apapun, semuanya terlalu indah...



Tak kan ada kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu...



Karena kau begitu indah disini....dihatiku....



Tahukan betapa besar rasa syukurku,ketika Allah memilihku untuk menjadi pendampingmu...



Tak pernah ku merasa cukup mensyukuri nikmat itu...



Betapa bahagiaku ketika kau memilihku diantara sekian banyak bidadari yang jauh lebih indah di luar sana...



Kau tau dengan sangat tahu,aku hanya wanita dengan segala keterbatasan dan kau tetap memilihku...



Duhai Lelaki Pilihan Allah Untukku...



Tahukah engkau betapa buncahahan di dada ini seakan ingin meledak,membawaku ke awan



yang hanya mampu ku ekspresikan dengan airmata...



Ketika dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul yang suci...



Ketika itu pula ku abdikan diriku padamu,dengan segala ketundukan yang kumiliki...



dan Kau tau,bahwa akan ku patuhi inginmu selama tak bermaksiat pada Sang Maha Kasih,Robbul 'izzati....



Duhai Lelaki ku, penghìas mata dan hatiku...



Tak pernah ku lalui tiap hari, tiap jam, tiap detik kecuali kulalui hanya dengan jatuh cinta padamu...



Tak akan pernah berkurang rasa ini padamu,karena disini di hati ini kaulah yang terindah...



Dan akupun berharap dengan segala kekuranganku,kau sudi menjadikanku perhiasan terindah di mata dan hatimu...



Aku tau,diri ini tak jelita dan tak se cerdas Aisyah,apalagi setaqwa Khadijah, Namun sungguh ku akan mencintaimu 



seperti mereka, cinta yang terbingkai atas nama~NYA...





Duhai Pelipur Laraku...



Aku pun tahu betapa lelah dan penat harimu,bergelut dengan rutinitas kerjamu...



Kau lalui dengan penuh keikhlasan demi aku,demi anak~anak kita, demi kami amanahmu dari~NYA...



Sungguh,ketika kau lelap dalam tidurmu,aku menangis menatapmu dlm wajah lelahmu...



Betapa ku hargai tiap tetesan keringatmu, bukan berapa banyak yg telah kau beri,namun berapa banyak cinta dalam tiap



tetes keringatmu, dalam tiap lelahmu... Dan aku selalu merasa cukup dengan itu...





Duhai Cintaku, Labuhan Hatiku..



Gandeng tanganku ke Jannah~NYA...



Jangan segan membangunkanku di 1/3 malam terakhir, bersama kita mengarungi samudra cinta~NYA dalam lautan dzikir...



Jangan pernah segan menegurku dalam tiap khilafku,aku adalah wanita biasa,ada kalanya ku berbuat salah padamu,



maka bersabarlah padaku, jangan membentakku atau membiarkanku..





Kau tau aku adalah kaum yg tercipta dari tulang rusuk yang paling bengkok...



Ada kalanya aku akan membuatmu begitu marah,maka ketahuilah olehmu bahwa DIA menghendaki kau menasehatiku



dengan hikmah,



Sungguh hatiku tetaplah wanita yang lemah pada kelembutan,namun jangan kau coba meluruskanku, krn aku akan patah,



tapi... Jangan pula membiarkanku begitu saja,karena akan selamanya aku salah...



Tatap mataku dengan cintamu, genggam tanganku dan nasihati aku dengan lembut...



Niscaya kau akan menemukanku tersungkur menangis dalam pangkuanmu...



Dan maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku...





Duhai Kasihku Dunia Akhirat...



Kau adalah nahkodaku, kemana kau mengarahkan haluan rumah tangga kita,di situ pula aku akan mengikutimu...



Maka jadilah Imam yang baik untukku, Ajarkan aku mencintaimu Karena~NYA...



Ridholah padaku, maka Rabb kitapun akan ridho padaku...



Sesungguhnya Ridhomu adalah Ridho Illahi....



Mudahkanlah jalanku ke Jannah~NYA...



Karena bagiku kau adalah kunci Syurgaku...





Dari Ummu Salamah, Ia berkata :Rosululloh SAW bersabda "Seorang perempuan jika meninggal



dan suaminya meridhoinya maka ia akan masuk Syurga"



Sungguh,cintaku padamu akan bertambah seiring ketakwaanmu pada~NYA,



dan akan berkurang dengan kemaksiatanmu pada~NYA...



"Aku mencintaimu karena Allah.."



https://www.facebook.com/pages​/Sajadah-Cinta-Dalam-Alunan-Ta​sbih-Mahabbah-Rindu/1565020544​37632?sk=wall


(read more ...)

Jodoh Pilihan Allah

On 27 Oktober 2011 0 Comment


 



Yaa Allah... Yaa Robb...



Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya...



Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya....



Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya



Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dlm pilihan itu…



Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari Mu…



Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya..



Buatlah aku mencintai pilihan yg Kau berikan ,Buatlah aku setia pada pilihanMu,



Buatlah aku menyayangi pilihan yg Kau amanahkan...



Wahai Engkau Yang Menjadi Pilihan Allah Bagiku....



Biarkan cinta yang ada dihatimu tetap tersimpan...



Jagalah HATimu untukku sepertimana ku juga jaga HATIku untukmu,



Sampai kita dipertemukan kelak dalam nuansa PERNIKAHAN menju RidhoNYA....



Aamiin... Yaa Allah... Yaa... Robb..


(read more ...)

Suami Berhati Malaikat

On 24 Oktober 2011 0 Comment


 



Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.



Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!! Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.



Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.



Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.



Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.



Pada suatu hari… saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.



Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:



“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.



“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibu pun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.



”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya



Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……



Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan mereka pun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru.



Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis.



“Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.



Semoga Catatan pendek ini bisa menjadi bahan renungan kita para suami dan calon-calon suami untuk menjalani hidup di dunia yang tak kekal ini



Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu

[ Al Baqarah : 45 ]



sumber : milistkaryawanfeui.com

From: Aidil Heryana’s note dan Fanny Martdianty’s note


(read more ...)


 



Disaat wanita telah memasuki gerbang pernikahan, maka Allah akan menyediakan kesempatan bagi kita, untuk menjadi pribadi yang indah, bahkan jauh sangat lebih indah.



Dan sungguh, menjadi istri adalah sebuah keindahan yang tidak semua orang akan merasakan kesemua itu. Dan keindahan itu akan terasa sangat lebih indah saat kita dapat dari dalam hati menyadari dan ikhlas karena Allah tentang sebuah melayani.



Lihatlah betapa indahnya dirimu dengan melayani, senyummu tampak sumringah karena ingin seseorang yang kau layani akan merasa terdamaikan oleh keadaan karena adanya dirimu. Walau dalam bagaimanapun adanya keadaanmu sendiri.



Lihatlah betapa damai dirimu dengan melayani. Kau berikan jatah pikiran dan luasnya dadamu yang memang kadang sudah terasa sesak, demi kebahagiaan suami yang kau layani. Mengerti bahkan saat beliau tidak mngerti keadaan beliau sendiri, mendengarkan keluh kesah beliau, merangkul semua kondisi kacau balaunya beliau lengkap dengan semua kenegatifan sikap yang saat itu ditampilkan kepadamu. Manusia ajaib mana yang akan dapat begitu memaklumi keadaan dengan tetap tenang, selain seseorang yang memang tahu arti dari melayani dan meniatkan semua karena Allah?



Lihatlah betapa teduhnya dirimu dengan melayani. Dalam keadaan yang sudah tidak memungkinkan bagi batin sabarmu untuk bisa bersabar lagi, kau masih berusaha mengkontrol semua kemanusiawianmu sebagai wanita kebanyakan yang menangis, memaki, manja pada keadaan dan lain sebagainya. Kesemua karena kesadaranmu untuk tidak ingin memberatkan hati suami yang kau layani.



Lihatlah betapa cantiknya dirimu dengan melayani, kau tampilkan dirimu begitu elegan didepan suamimu, karena perasaan yang tak ingin mengecewakan beliau karena acak- acakannya dirimu.



Lihatlah betapa lembut dirimu dalam balutan kata- kata yang indah, serta nada bicara yang santun saat melayani. Siapa di dunia ini yang tidak punya potensi untuk berteriak dan berlaku kasar? namun dengan kesadaran melayani, maka pilihanmu pun jatuh untuk bersikap sebaliknya demi kedamaian yang kau layani. Bukan sia- sia pada akhirnya, yakinlah bahwa titik akhir dari semua itu, adalah paling tidak keadaan yang akan berbalik melayani dan memuliakan dirimu. Di dunia ini, dimana sih manusia yang tidak suka dimengerti oleh orang lain, apalagi jika manusia tersebut adalah suami kita sendiri?



Lihatlah betapa telah menjadi sabar dirimu saat melayani, teredamlah kemarahanmu karena kesadaran atas diri bahwa melayani itu indah. Indah dalam membahagiakan orang lain, dan bahkan indah dalam mengindahkan dirimu untuk terlalu jauh dalam berdekatan dengan emosi. Keluh kesah memang kadang ada, namun tidak bertengger terlalu lama dan terhapuskan dengan keindahan kesadaran bahwa pada saat tersebut, Allah ridho terhadap kita. disudut lain dari hati, diri diam-diam berdoa bahwa semoga Allah menghapus dosa- dosa kita lewat kesakitan tersebut.



Lihatlah betapa dengan melayani, kau telah memberikan pelajaran berharga kepada para suami untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan pelayananmu, maka akan tersibukkan hari- harinya untuk bersyukur kepada Allah atas karunia keindahan sepertimu.



Subhanallah, betapa keajaiban dari kesadaran sebuah melayani, malah akan menjadikan diri kita mulia, bahkan lebih mulia dan terperbaiki. Dengan melayani kau menjadikan dirimu pantas untuk disayangi dan bahkan tidak terlalu pantas untuk disakiti. Dan bahkan semua manusia pasti hanya mempunyai satu hati untuk menyayangi, tidak lebih. dengan melayani kau menjadikan dirimu muara bagi suamimu, manusia tempatnya merasa kembali kerumah, untuk bisa merasa santai dan terdamaikan.



Melayani bukan menjadikan dirimu korban dan pihak yang selalu terkalahkan. Dengan melayani justru kau mengindahkan dirimu, dan menampilkan keadaanmu yang mungkin bakat itu tidak pernah kau sadari, bahwa kau bisa menjadi seindah itu. Benar- benar sebuah pendidikan diri yang sangat elegan dan berkelas.



Dan memanglah benar- benar indah jika sebuah pernikahan yang benar- benar ditujukan karena ingin beribadah kepada Allah. Sungguh benar ternyata bahwa dunia ini memang indah, dan seindah- indah perhiasan dunia adalah Wanita yang sholihah. Allah menjadikan kita indah dengan menjadi seorang istri, dan akhir dari sebuah niat adalah tergantung diri kita bagaimana menjadikan konsep keindahan itu untuk benar- benar menjadi indah. InsyaAllah…



(Syahidah/Voa-islam.com)


(read more ...)


Alhamdulillaah…..

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam. Tuhan Yang Maha Rahman. Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.



`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.



Duhai bakal suamiku...

Tak pernah jemu aku menunggu kehadiranmu dalam hidupku, Tak penah aku jemu berdo'a agar Allah menuntun hatimu utk bertemu denganku....



Tak pernah putus ku berdoa, Moga Allah segera mempertemukan kita dlm ridhoNYa, Aku tahu dirimu juga sedang berdoa,

Aku tahu dirimu juga sedang berusaha mencariku, Aku tahu dirimu juga sedang merinduiku...



Duhai bakal suamiku..

Aku harap, Selepas kita bertemu, Hatiku terpaut setia padamu, Begitu juga denganmu terpaut setia padaku,



Ku harap pertemuan kita diridhoi, Seterusnya dihalukan ke jalan cinta krn Ilahi, Membina mahligai cinta di dunia,



Yang dapat kekal sampai ke syurga-Nya..



Untukmu orang yg akan menjadi imamku nanti siapapun dirimu.jika nanti Allah mempertemukan & mempersatukan kita dalam ikatan suci pernikahan. ku harap dirimu akan menjadikan diriku sebgai permaisuri dihatimu setelah ketaatan dan kecintaanmu kepada ALLAH dan bisa menjadi seorang imam yg adil & bijaksana terhadap istri dan anak2mu nanti.jangan biarkan diriku menjadi penghalang dirimu untuk mengingat & menegakkan Agama Allah. Semoga Allah akan mempermudahkan langkah kita menuju jannah-Nya....



Ku harap hubungan kita direstui oleh ayah bunda,

Ku harap urusan jodoh kita dipermudahkan Allah...

Apabila kau dan aku sudah disatukan,Ku harap kau menjadi suami soleh,

Suami yang dapat membimbingku ke jalan-Nya,

Suami yang penyayang dan setia, Suami yang sabar karenaku dan putera puteri kita kelak,

Suami yang penuh tanggungjawab, Suami yang sempurna di mataku...



Duhai bakal suamiku.....



.Aku ini kuat cemburu, Aku ini terlalu manja, Aku mahu kau sentiasa disisiku, Aku mahu kau setia bersamaku, Aku mahu kau menjadi milik mutlak aku dan anak-anak, Aku akan berusaha memberi yang terbaik untukmu, Makan minummu, Pakaianmu dan lenamu, Aku akan menjagamu dengan sebaik-baiknya..~InsyaAllah~



Andai aku tidak memuaskan hatimu, Tegurlah dengan lemah lembut, Belailah aku dengan kasih sayang,

Hargailah aku sebagai seorang perempuan, Hargailah aku sebagai ibu dr anak-anakmu..



Aku tetap terus menunggumu, Aku tetap terus merinduimu..,



Segeralah hadir dalam hidupku



Permudahkanlah urusan jodoh kami Ya Allah... Hanya Kau yang mengetahui isi hati kami... 



Sumber : Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu



 


(read more ...)


Ketenangan adalah kebutuhan setiap orang. Kaya, miskin, tua, muda semua mendambakan sebuah ketenangan. Tidak jarang, seseorang rela mengeluarkan banyak uang demi memperoleh ketenangan dan kedamaian. Dan atau seseorang rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk membuat diri dan hatinya tenang dan bahagia. Lalu...bagaimana dan dimanakah sebenarnya ketenangan itu??? dan bagaimana menjadikan diri kita seorang pribadi yang tenang dan menenangkan??



Pribadi yang tenang bukan berarti yang berlaku lamban, tapi tenang adalah tentang cermat dalam berpikir dan hati-hati dalam memilih. Tenang adalah tentang penyampaian kabar buruk dengan cara yang bijak, penyampaian fakta keras dengan cara yang lembut. Tenang juga adalah tentang perealisasian sebuah kerumitan dengan cara yang sederhana, pemberitahuan berita panas dengan cara yang dingin dan atau penolakan berat dengan cara yang ringan, dll.



Dan cara mendapatkan semua sumber ketenangan yang abadi itu adalah Menjadikan diri kita mempunyai keintiman hubungan bersama Allah SWT. Ketenangan seperti inilah yang menjadi obat dari segala penyakit hati dan kekacauan hidup.



Sejenak marilah kita luangkan waktu untuk menyimak nasehat Ibnu Mas’ud. Beliau adalah salah seorang shahabat Nabi saw. Beliau pernah didatangi seseorang yang ingin meminta nasihatnya, untuk dapat dijadikan obat bagi jiwanya yang tidak tenang.



Kemudian Ibnu Mas’ud menasihatinya,” Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat. Pertama , engkau datangi tempat orang membaca Al-Qur’an, engkau membaca Al-Qur’an, engkau dengarkan baik-baik orang yang membaca Al-Qur’an.

Atau kedua , engkau datangi majlis taklim yang mengingatkan hati kepada Allah.

Atau ketiga, engkau mencari waktu dan tempat yang sunyi, di situ engkau menyendiri menyembah Allah, seperti pada waktu lewat tengah malam, di saat orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat malam, meminta kepada Allah ketenangan jiwa, ketentraman pikiran, dan keikhlasan hati.”



Setibanya di rumah, orang tersebut melaksanakan apa yang dinasihatkan Ibnu Mas’ud itu. Ia berwudlu, kemudian membaca Al-Qur’an dengan khusyu, penuh konsentrasi. Seusai membaca Al-Quran ia merasakan ada ada sesuatu yang berubah. Jiwanya terasa tenang, hatinya tentram, pikirannya kembali jernih. ketenangan benar benar menyelimuti hatinya.



Hanya seseorang yang pernah panik yang bisa merasakan kenikmatan sebuah tenang setelah dia menyadari kekacauannya. Hanya seseorang yang pernah gundah yang bisa menikmati ketenangan setelah mengetahui kesakitannya.



Maka beruntunglah pribadi yang mengambil pelajaran dari kesalahan. Sama sekali tidak ada alasan untuk mereka merasa menyesal tentang sesuatu yang sudah lewat, yang mungkin timbul atas kekurang tenangan sikap dalam pemilihan desain masa depan. Dan karena ketenangan itu pula, terhapusnya segala kekhawatiran mereka tentang sakit atau pahitnya kehidupan, karena mereka yakin sumber dari segala sumber ketenangan yaitu Allah SWT akan selalu siap menemani dan menyambut hamba hambanya yang senantiasa memohon KepadaNYa. Ketenangan akan selalu hadir karena mereka juga menghadirkan Allah dalam setiap aktivitasnya.



(syahidah/ voa-islam.com)


(read more ...)


Assalamualaikum calon suami yang kuimpikan...,



Bagaimana kabarmu hari ini? sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu, yang



membuat wajah bersahajamu diliputi cahaya? Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya



dengan bermunajat kepada-Nya? Sudahkah kau bulatkan azzammu untuk istiqomah melangkah di jalan-Nya?





Calon Suamiku...



Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama-Nya, jemputlah



rizqimu dengan sungguh-sungguh. Aku mengantarmu dengan selempang doa yang tersampir di



bahu angin. Semoga hari ini Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu.



Penuhi pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikitpun waktumu dalam kesia-siaan.



Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku. Sandarkan hatimu pada-Nya,



agar Ia memberimu kekuatan. Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku, menemani hari-harimu.



Siapapun engkau, di manapun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan



panjangmu tak lagi sendiri. Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu.



Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk hadir menjemputku. 



Aku di sini khan menunggumu.... menjaga hati ini dan selalu berdo'a smg Allah mempertemukan kita di wkt



dan kondisi yang Allah Ridhoi... 



Ya Allah... Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya hanya pada-Mu,



agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu...



Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,



agar aku  tidak terjatuh dalam jurang cinta semu....



Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan



indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu....



Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas



sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu....



By. A. Khairunnisa



 


(read more ...)


Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dari teman saya yang di simpan dalam sebuah laptopnya.Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.(semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru)





***

Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana namun meriah…..

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.



***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk



mendapatkan penerus generasi baginya.Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…



Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.





Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.



Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.



Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.



Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.



Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”



Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.



***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”



Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

“ Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.



“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.



”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.



Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.



Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.



Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.



Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.



Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..



Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.



Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.



Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..



Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.







***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?



Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.



Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah..Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.



Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.

Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.



“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.

“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.

“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.



Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.



Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..





***



Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.



Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.



“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..

Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.



Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.



“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.



Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“



MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau

kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.

Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah.



‘’Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami..”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.



Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”

Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”

Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”



”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“



Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.



Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”







Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.

Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.



Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.

Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku



save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”



Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap?”



Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.



Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.



Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.



Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita lihat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”..

Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.



Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.



Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.



Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?

Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.



Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”



Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..



Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”



”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.

Lalu suamiku berkata, ”Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu,



seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.



Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..“

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.



Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

Keesokan harinya…

Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit..

Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..

Aku merasakan tanganku basah..

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.



Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”



Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?



Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”

“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”

Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.



Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..



Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami.



Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?



Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma?



Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..”



Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.



(read more ...)


 



Bismillahirrohmanirrohiim...





Seperti api yang menemukan kayu



Membakar dan menghanguskan.



Seperti panas yang mencairkan batuan es.



Hingga dingin itu menjadi salju.



Seperti ombak yang menghantam karang.



Tak bergeming, tapi pasti akan terkikis.



Sedikit, demi sedikit... Menghujam sanubari.



Dan terasa resah yang menyesak saat nafsu membisikkan untuk sekedar menatap.



Untuk sekedar menyapa. Untuk sekedar berbicara....





Di sini ada hati yang terkapar.



Karena sikap yang tanpa sengaja membuat hatiku selalu gundah.



Ada yang salah dengan imanku.



Karena aku mulai tergoyahkan dengan apa yang ku pandang indah.



Ada yang mengganggu keteguhan imanku.



Karena aku mulai berkhayal ada bahu itu untuk bersandar.



Jika ini jatuh cinta.



Cukup satu yang bisa ku yakinkan.



Jatuh itu sakit...



Dan tentang sikap yang membuatku resah ini memang begitu sakit...





Semoga aku bisa melabuhkan cintaku hanya karena ALLAH...



Biarlah aku terus merasa jatuh....



Tapi aku akan bangkit untuk membangun cinta....



Cinta yang bisa menggapai surga.....







Seorang ikhwan melintas dalam angan.



Tundukkan pandangan dan sikapku dengan Hijab ini



Agar rasa ini terjaga dengan dzikirMu...



Agar rasa ini menjadi halal setelah akad itu terucap.



Agar rasa ini menjadi indah pada masanya..







Tautkanlah hati kami dalam indahnya mencintai karenaMU.



Agar rasa ini menentramkan dan menyejukkan.



Agar rasa ini mengantarkanku menjadi bidadari dalam taman iman yang di penuhi wangi bunga surga.



Pertemukan rasa kami dalam ridhoMU.



Setelah lelah menahan apa yang membuat resah.



Jika dia memang sebaik – baik pakaian untukku.





Pangeran itu adalah seseorang yang akan menyelamatkan kegundahan hatiku.



Dengan segenap kemampuan yang ALLAH berikan dan tuntunan yang Allah berikan,



dia akan segera menemukanku dan datang menjemputku.



Karena diriku adalah belahan jiwanya...



Karena diriku adalah bidadari dalam hatinya...



Karena aku adalah pakaian untuknya...



Karena aku adalah wanita pendamping hidup yang di ciptakan ALLAH



untuk menemani perjuangannya menemukan tujuan hidup mulia tuk mencapai Ridho ALLAH....


(read more ...)

Dalam hidup ini, terkadang apa yang kita cita-citakan tak selamanya jadi kenyataan, bahagia yang diharap, badai yang diraih. Berharap terbang ke awan biru, yang ada justru petir yang menyambar. Berharap taman yang sarat semerbak bunga-bunga kehidupan, yang didapat justru taman yang tandus. Kehidupan menjadi awan pekat yang penuh kebisuan dan sarat penderitaan. Waktu pun seolah bergerak lamban, sementara kebahagiaan terbang kian jauh dan menjadi hal yang mustahil untuk diraih.

Tapi, ketika cita-cita itu berhasil di gapai, bahagia yang diharap datang sesuai harapan, dunia serasa berbunga-bunga. hari-hari begitu indah mempesona. beban hidup serasa menghilang. Canda-tawa, senyum bahagia senantiasa nampak dalam setiap detik. Bahkan waktu pun terasa begitu cepat berlalu.

Kehidupan ibarat gelombang, pasang surut hal biasa, seperti putaran waktu, siang malam hal lumrah. Jika hanya pasang saja atau siang saja, bukanlah kehidupan namanya begitu pula sebaliknya. Kehidupan sarat dinamika. Ibarat roda pedati, kadang di atas kadang pula di bawah. Pergantian suasana dan putaran roda itu adalah seni yang memperindah rona kehidupan.

Begitulah hidup ini, yang penting kita menyadari bahwa ada Allah dibalik semua itu. Keikhlasan, kesabaran dan keridhoan menerima taqdir yang Allah tetapkan, insya Allah merupakan kunci untuk keluar dari belenggu yang melilit.

Firman Allah Swt dalam Al-Quran

"Allah tidak membebani sesorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". (QS. Al-Baqarah:286)

mengatasi semua kemelut dan rintangan yang ada Allah sampaikan dalam Al-Quran. "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusu�. (QS.Al-Baqarah:43)


Semoga kita dapat memaknai semua pasang surut kehidupan ini lebih ikhlas, sabar, syukur dan yakin bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita.

(read more ...)

Hidup adalah pilihan

On 16 November 2010 0 Comment

Kehidupan ibarat sebuah pohon takdir yang ditumbuhi puluhan bahkan ratusan cabang dan ranting. Ada cabang yang kokoh berdaun rimbun, berbunga, dan berbuah melimpah. Ada cabang yang kokoh, namun tak dihiasi terlalu rimbun daun maupun buah dan bunga yang indah, tapi masih tetap berdaun, berbuah dan berbunga. Ada pula cabang yang kering hingga hanya memiliki sedikit daun karena meranggas, tanpa memiliki sedikitpun buah dan bunga. Yang paling menyedihkan adalah cabang yang bahkan mati sebelum ditumbuhi daun…

Ketika cabang terbentuk. ……..Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi terhadap cabang tersebut. Semuanya berada di luar jangkauan, berada di luar kuasa kita. Cabang dan ranting adalah pilihan-pilihan yang harus kita tempuh untuk menjalani kehidupan.


Selengkapnya baca


di sini

(read more ...)

Bosan Hidup

On 16 Oktober 2010 1 Comment

Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."


Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit."


"Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."


Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, Alergi Hidup. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."


Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.


Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.


"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian sang Master.


"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang guru.


"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"


"Ya, memang saya sudah bosan hidup."


"Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."


Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.


Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


Begitu rileks, begitu santai!


Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.


Suasananya santai banget!


Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu."


Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!


Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.


Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!


Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. "Maafkan aku, sayang."


Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!


Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.


Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.


Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."


Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami."


Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?


Ia mendatangi sang Guru lagi.


Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.


Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."


Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!


Hidup?


Bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul?. Tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati


(Soulfoul - Mulyandi, Soeng)

(read more ...)

Pemaaf....

On 25 September 2010 2 Comment

Ketika kita bergaul dengan orang lain, akan terjadi berbagai peristiwa, ada yang menyenangkan dan ada yang menyakitkan hati. Disaat orang melakukan berbagai kesalahan terhadap kita dalam pergaulan tersebut, hendaknya kita bermurah hati memaafkannya. Firman Allah menjelaskan, “Jadilah engkau orang yang pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS. Al A’raf : 199)



Sifat pemaaf merupakan lambang keperibadian yang indah, sebab didalam sanubari orang yang suka memaafkan orang lain itu tersimpan keikhlasan dan kerelaan hati yang suci. Orang pemaaf itu pastilah terhindar dari sifat dendam. Dia menganggap bahwa kesalahan orang lain terhadapnya itu merupakan ‘kekeliruan’ dan’ kelemahannya’ selaku manusia.



Al Qur’an selalu membimbing kita kearah menjadi orang yang berbudi tinggi dan menolong orang lain. Pemaaf berarti kita telah menghormati orang lain sebagaimana kita mengormati diri sendiri.



Firman Allah menjelaskan, “Maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka.” (QS. Ali Imran : 159)



Memaafkan orang lain yang bersalah, berarti kita telah membebaskan mereka dari dosa bersalah, sekalipun mereka tidak meminta dibebaskan. Merupakan suatu perbuatan terpuji karena menghapuskan dosa dan kesalahan saudara-saudara kita sesama manusia, terutama sesama muslim.



Tujuan memberi maaf orang yang bersalah, walaupun ia tidak meminta maaf, ialah menginginkan perdamaian dan menghilangkan permusuhan serta ingin membantu seseorang dari menanggung dosa kesalahannya itu. Sifat cinta perdamaian dan ingin berbuat baik dalam bentuk membebaskan orang lain dari dosa, itulah yang disuruh oleh agama Islam.



Sifat pemaaf salah satu ciri-ciri orang yang bertakwa, yang patuh dan taat kepada ajaran agama. Firman Allah SWT menjelaskan, “Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik diwaktu lapang dan sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran : 133-134).


Semoga kita bisa menjadi pemaaf.... meskipun hal tersebut tidaklah mudah....

(read more ...)






Lisan, bentuknya memang relatif kecil bila dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, namun ternyata memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Celaka dan bahagia ternyata tak lepas dari bagaimana manusia memanajemen lidahnya. Bila lidah tak terkendali, dibiarkan berucap sekehendaknya, alamat kesengsaraan akan segera menjelang. Sebaliknya bila ia terkelola dengan baik , hemat dalam berkata, dan memilih perkataan yang baik-baik, maka sebuah alamat akan datangnya banyak kebaikan...


Di saat kita hendak berkata-kata, tentunya kita harus berpikir untuk memilihkan hal-hal yang baik untuk lidah kita. Bila sulit mendapat kata yang indah dan tepat maka ahsan (mendingan) diam. Inilah realisasi dari sabda Rasulullah sholallohu alaihi wasalam


 


"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam ( HR Muslim )


 


di samping itu kita pun harus paham betul manakah lahan-medan kejelekan sehingga lidah kita tidak keliru memijaknya. Kita harus tahu apakah sebuah hal termasuk dalam bagian dosa bagi lidah kita atau tidak? Bila kita telah tahu , tentunya kita bersegera untuk meninggalkannya.


Diantara medan-medan dosa bagi lidah kita antara lain..


 





  • Ghibah

    Ghibah bila didefinisikan maka seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam


     


    "Engkau menyebutkan tentang saudaramu, dengan apa-apa yang dia benci" terus bagaimana jika yang kita bicarakan tersebut memang benar-benar ada pada saudara kita? "Jika memang ada padanya apa yang engkau katakan maka engkau telah meng-ghibahinya, dan bila tidak ada padanya maka engkau telah berdusta" (HR. Muslim)




    Di dalam Al quran , Allah ta�ala menggambarkan orang yang meng-ghibahi saudaranya seperti orang yang memakan bangkai saudaranya:

    "Janganlah kalian saling memata-matai dan jangan mengghibahi antara satu dengan yang lain, sukakah kalian memakan daging saudaranya tentu kalian akan benci" ( Al Hujurat 12)





Tentu sangat menjijikkan makan daging bangkai , semakin menjijkkan lagi apabila yang dimakan adalah daging bangkai manusia , apalagi saudara kita sendiri. Demikianlah ghibah, ia pun sangat menjijkkan sehingga sudah sepantasnya untuk dijauhi dan dan ditinggalkan.


Lebih ngeri bila berbicara tentang ghibah, apabila kita mengetahui balasan yang akan diterima pelakunya. Seperti dikisahkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam di malam mi�rajnya. Beliau menyaksikan suatu kaum yang berkuku tembaga mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Rasul pun bertanya tentang keberadaan mereka, maka dijawab bahwa mereka lah orang-orang yang ghibah melanggar kehormatan orang lain.





  • Namimah

    Kalau diartikan ia bermakna memindahkan perkataan dari satu kaum kepada kaum yang lain untuk merusak keduanya. Ringkasnya "adu domba". Sehingga Allah mengkisahkan tentang mereka dalam Al-Qur�an. Mereka yang berjalan dengan namimah , menghasut, dan mengumpat. Di sekitar kita orang yang punya profesi sebagai tukang namimah sangat banyak bergentayangan, dan lebih sering di kenal sebagai provokator-kejelekan. Namimah bukan hal yang kecil , bahkan para ulama mengkatagorikannya di dalam dosa besar . Ancaman Rasulullah bagi tukang namimah

     


     " tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba (HR Bukhari)



    akibat ghibah ini sangat besar sekali, dengannya terkoyak persahabatan saudara karib dan melepaskan ikatan yang telah dikokohkan oleh Allah. Ia pun mengakibatkan kerusakan di muka bumi serta menimbulkan permusuhan dan kebencian.



 



  • Dusta

    Dusta adalah menyelisihi kenyataan atau realita. Dusta bukanlah akhlaq orang yang beriman, bahkan ia melekat pada kepribadian orang munafiq



    "Tiga ciri orang munafik, apabila berkata berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya berkhianat (HR Bukhari dan Muslim)




    padahal orang munafik balasannya sangat mengerikan "di bawah kerak api neraka" Dusta pun mengantarkan pelakunya kepada kejelekan "Sungguh kedustaan menunjukkan kepada kejelekan dan kejelekan mengantarkan kepada neraka.





 

(read more ...)

Ikhlas????

On 24 September 2010 0 Comment

 


Menerima sesuatu tentu lebih mudah dibandingkan memberi. Seperti itu pula sebuah pepatah mengatakan “tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah”. Berada di posisi “diatas” berkonotasi kepada yang lebih mulia. Maka mulialah orang-orang yang senantiasa membiasakan diri untuk memberi. Memberi sesuatu kepada orang lain adalah sesuatu yang berat. Sementara dalam keseharian kita senantiasa dituntut untuk memberi. Baik dari sudut tuntunan agama, maupun pertimbangan tuntutan hidup sosial.


Memberi sesuatu kepada orang lain bisa berupa apa saja. Harta benda, jasa, atau sekedar senyum tulus, dsb. Suatu agama atau keyakinan senantiasa menganjurkan penganutnya untuk memberi sebagai salah satu bentuk ibadah atau darma dan pengabdian. Memberi sesuatu kepada orang lain juga merupakan salah satu cara membangun jaringan hablun minal annas dan menciptakan silaturrahim. Memberi menjadi suatu penyeimbang dalam kehidupan sosial secara moril maupun materiil.


Bersedekah, berinfaq, berzakat, memberi hadiah dan bantuan jasa adalah varietas wujud dari memberi. Sukarela, tulus, ridho, ikhlas adalah sesuatu yang harus melandasi “memberi” agar dia bernilai, baik secara sosial maupun spritual. Sehingga sebahagian orang menganggap percuma suatu pemberian jika tidak dilandasi dengan hati ikhlas.


Sebenarnya bagaimanakah ikhlas itu? Jika melihat pengemis di pinggir jalan, lalu memberinya sejumlah uang atau apa saja yang ada pada kita atas dasar rasa iba dan kasihan misalnya. Itu masih sangat manusiawi. Dan belum tentu masuk kategori ikhlas. Memang terkadang kita mengenal ‘ikhlas’ atau kerelaan hati sebagai wujud cerminan dari rasa iba atau kasihan. Pernahkah kita memberi sesuatu kepada seseorang tanpa harus tahu kita kasihan atau tidak? May be yes..,may be not!


Seorang ahli hikmah mengatakan bahwa memberi sesuatu lantaran adanya sebab, seperti kasihan, prihatin, iba dsb, itu belum bisa dikategorikan sebagai ikhlas. Namun tidak lebih sebagai suatu bentuk kerelaan atau ketulusan hati saja yang bisa menjadi sebagai pemuasan hawa nafsu ego kasihan atau ego iba kita. Namun memberi atas dasar rasa kasihan atau iba pun itu sudah cukup baik. Terlebih lagi jika kita bisa berlaku ikhlas.


Berlaku ikhlas memang berat. Jika dalam memberi sesuatu masih mudah, ringan dan enteng berarti kita belum masuk dalam kategori ikhlas tapi baru sekedar rela atau tulus. Dalam memberi sesuatu kepada orang lain terkadang muncul rasa berat dalam hati kita karena berbagai faktor dan alasan. Alasan itu bisa disebabkan kurangnya biaya hidup, Tanggal tua, Lagi membutuhkan. Namun tetap saja mencoba menyisihkan untuk memberi meskipun sedikit karena dilandasi semata-mata atas nama Tuhan. Dan rasa berat itu kita ikhlas-kan meskipun masih terkesan disabar-sabarkan. Inilah yang lebih dimaksudkan sebagai ikhlas. Sekali lagi karena dia berat.


Ada perbedaan antara ikhlas dan tulus. Ikhlas itu, merelakan sesuatu yang terasa berat. Tulus itu adalah kerelaan hati karena faktor adanya rasa senang atau tidak ada beban. Ikhlas memiliki kedudukan atau derajat yang tinggi di mata Tuhan. Sehingga salah-lah orang yang mengatakan: percuma saja melakukan ini-itu jika tidak ikhlas. Persepsi orang selama ini terbalik, jika orang terlihat berat membantu atau memberi sesuatu disebut ‘tidak ikhlas’ dan begitu pula sebaliknya. Berbuat ikhlas meskipun berat, seorang mukhlis senantiasa dilandasi dengan nama Sang Maha Pencipta.


Ikhlas merupakan solusi positif menghadapi kondisi bangsa yang carut marut oleh berbagai bencana, yang diakibatkan oleh campur tangan manusia sendiri ini. Melalui bencana ini pun kita masih digebleng oleh Tuhan untuk menjadi orang yang ikhlas dalam menerima segalanya. Termasuk di dalamnya ikhlas memberi bantuan kepada korban banjir misalnya. Bencana pada bangsa ini telah membuka lebar bagi penduduknya untuk berlaku ikhlas. Semoga kita termasuk orang-orang yang ikhlas.

(read more ...)



Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama. Memandangi istriku yang tengah tertunduk dan diam seribu bahasa. Setelah sekian lama saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.


Assalamu’alaiki…. permintaan hafalan Qur’annya mau dibacakan kapan, Dek?” tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya. Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. ”Nanti saja saat qiyamullail,” jawab istriku masih dalam tunduknya.


Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun, ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu, ia pun menyerah. Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu bahwa istriku “tidak menarik”. Sekelebat pikiran itu muncul dan segera aku mengusirnya. Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.


”Bang, sudah saya katakan sejak ta’aruf (awal perkenalan), bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahanda Imam Malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengatakan pada Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama mereka,”Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengan baik (ma’ruf). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisa: 19)


Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama’ besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah. ”Ya Rabbi aku menikahinya karena-Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milik-Mu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.


Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhnya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajahnya yang masih menyisakan segumpal ragu. ”Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya Bang. Sungguh… saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.


“Tidak Dek, sungguh sejak awal, niat Abang menikahimu karena Allah. Sudah teramat bulat niat ini. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh anggota keluarga memboikot untuk tidak datang saat akad tadi pagi,” paparku sambil meggenggam erat jemarinya. Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya malam, bait-bait doa kubentangkan pada-Nya.

Rabbi, tak kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik, karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Rabbi, saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu pertemukanlah aku dengan-Mu dalam jannah-Mu!” Aku beringsut menuju pembaringan amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku dengan segenap hati yang ikhlas. Ah, sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita shalihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya. Ia senantiasa menjaga hafalan kitab-Nya. Dan senantiasa melaksanakan shaum sunnah rasul-Nya.


Ya Allah, sesungguhnya aku ini lemah, maka kuatkan aku. Dan aku ini hina, maka muliakanlah aku. Dan aku fakir, maka kayakanlah aku wahai Dzat Yang Maha Pengasih.


 


Diceritakan kembali dari cerita yang berjudul “Gejolak Jiwa di Malam Pertama” dari Tabloid Media Ummat yang beralamat di JL. Wilis 11 Malang, edisi 59/ tahun ke-2.



(read more ...)

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya.



Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.



Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.



Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]



Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.



Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.



Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.



Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).



Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.



Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.



Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.



Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.



Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.



Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.



Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. (Muhammad Abduh Tuasikal)

(read more ...)

Periksalah keinginanmu

On 19 September 2010 0 Comment

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang



Meneliti, mengoreksi dan mengawasi gerak-gerik hati adalah perkara yang sangat penting. Karena hati merupakan sumber dan poros amalan. Melalaikan urusan hati akan berakibat rusaknya amalan. Oleh sebab itu, seorang mukmin harus senantiasa mengintrospeksi diri sebelum dan sesudah melakukan amalan. Siapa tahu ada cacat dan penyakit yang tersembunyi di dalam amalnya, sementara dia tidak menyadarinya? al-Hasan rahimahullah berkata, “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti mencermati keinginan hatinya -sebelum melakukan sesuatu-. Apabila niatnya untuk Allah maka dia akan teruskan, namun apabila untuk selain-Nya maka akan dia tunda -sampai niatnya benar-.” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 111)



Imam Ahmad meriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, bahwa beliau pernah berpesan, “Hisablah diri kalian sebelum kelak kalian akan dihisab -di hari kiamat-. Timbanglah amal-amal kalian sebelum kelak -amal- kalian ditimbang. Karena hal itu akan lebih ringan di timbangan kalian esok -di akherat- dengan kalian menghisab diri kalian pada hari ini -di dunia-. Dan hiasilah diri kalian -dengan takwa- untuk menyambut hari persidangan yang besar, yang pada hari itu kalian akan disidang dan tiada satu perkarapun yang tersembunyi dari kalian.” (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 106)



Menyembuhkan hati yang kerapkali terbius oleh bujukan untuk berbuat maksiat dan dosa adalah dengan dua buah terapi ini, yaitu dengan bermuhasabah/introspeksi diri dan menyelisihi keinginan hawa nafsu terhadap hal-hal yang diharamkan. Sesungguhnya hati akan menjadi binasa akibat kelalaian untuk mengintrospeksinya dan memperturutkan hawa nafsu (lihat al-Ighatsah, hal. 106)



Perkara yang akan membantu seorang hamba dalam mengintrospeksi dirinya adalah hendaknya dia memahami bahwa setiap kali dia bersungguh-sungguh dalam bermuhasabah di dunia ini maka niscaya kelak di akherat hisab yang akan dialaminya akan menjadi ringan. Sebagaimana pula apabila dia melalaikan muhasabah ini ketika di dunia maka di akherat dia akan mengalami hisab yang lebih berat (al-Ighatsah, hal. 110)



Selain itu, muhasabah akan semakin terasa mudah baginya tatkala dia menyadari bahwa sesungguhnya laba dari ‘perdagangan’ ini adalah mendapatkan ‘kapling’ di surga Firdaus dan merasakan nikmatnya memandangi wajah Allah ta’ala. Adapun kerugian yang akan dirasakan olehnya ketika tidak menjalankan perdagangan ini dengan baik ialah masuk ke dalam neraka dan terhalangi dari memandang wajah Allah ta’ala. Apabila perkara-perkara ini telah tertanam kuat di dalam hatinya maka niscaya akan terasa ringan melakukan muhasabah ketika di dunia (al-Ighatsah, hal. 110)



Dua buah pertanyaan yang semestinya diajukan kepada diri kita sebelum mengerjakan suatu amalan, yaitu untuk siapa dan bagaimana caranya. Pertanyaan pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasan. Adapun pertanyaan kedua adalah pertanyaan tentang komitmen untuk mengikuti tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab amal tidak akan diterima jika tidak memenuhi kedua-duanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi Rabbmu, sungguh Kami akan menanyai mereka semuanya tentang apa saja yang mereka amalkan.” (QS. al-Hijr: 92-93). Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Maka benar-benar Kami akan menanyai orang-orang yang rasul itu diutus kepada mereka dan Kami juga pasti akan menanyai para utusan itu, maka akan Kami kisahkan kepada mereka dengan penuh pengetahuan dan tidaklah Kami tidak menyaksikan -apa yang telah mereka lakukan-.” (QS. al-A’raaf: 6-7) (lihat al-Ighatsah, hal. 113).



Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Supaya Allah menanyai orang-orang yang jujur itu mengenai kejujuran mereka.” (QS. al-Ahzab: 8). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kalau orang-orang yang jujur saja ditanyai dan dihisab mengenai kejujuran mereka maka bagaimanakah lagi dengan para pendusta?” Yang dimaksud dengan orang jujur dalam ayat itu adalah para rasul dan orang-orang yang menyampaikan ajaran rasul itu kepada kaumnya, apakah mereka telah menyampaikan dengan sebagaimana mestinya. Kemudian Allah juga akan menanyai masyarakat yang menjadi sasaran dakwah para rasul itu. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan pada hari itu Allah memanggil mereka dan berkata; ‘Apa yang sudah kalian penuhi dari ajakan para rasul itu?’.” (QS. al-Qashash: 65) (lihat al-Ighatsah, hal. 113).



Nikmat yang telah Allah curahkan kepada kita -yang jumlahnya sedemikian banyak dan kita tak bisa menghingganya-, itupun akan ditanyakan, apakah kita sudah mensyukurinya dengan baik di jalan Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kemudian kalian benar-benar akan ditanyai mengenai nikmat yang telah diberikan itu.” (QS. at-Takatsur: 8). Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan bahwa Qatadah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah akan menanyai setiap hamba tentang nikmat dan kewajiban dari-Nya yang dititipkan kepada dirinya.” (lihat al-Ighatsah, hal. 114).



Pendengaran, penglihatan, dan hati itu pun akan dimintai pertanggungjawabannya dari kita. Laporan pertanggung jawaban manakah yang lebih berat daripada laporan mengenai urusan pendengaran, penglihatan, dan gerak-gerik hati? Laporan manakah yang lebih berat daripada laporan yang ditujukan kepada Rabb semesta alam Yang di tangan-Nya segala urusan Yang menguasai pada hari pembalasan Yang tidak tersembunyi darinya satu perkara pun? Aduhai, betapa malangnya nasib kita jika dosa-dosa kita tidak diampuni oleh-Nya… Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. al-Israa’: 36).



Apabila demikian kenyataannya, lalu sekarang apa yang membuat kita enggan bermuhasabah? Muhasabah adalah sebuah kewajiban. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang sudah dipersiapkan olehnya untuk hari esok/negeri akherat.” (QS. al-Hasyr: 18). Allah ta’ala mengingatkan kita bahwa semestinya setiap kita melihat amalan apa yang telah disiapkan olehnya untuk menghadapi hari kiamat kelak, apakah amal salih yang menyelamatkan dirinya ataukah justru keburukan/dosa-dosa yang akan mencelakakan dirinya. Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan, bahwa Qatadah rahimahullah berkata, “Rabb kalian senantiasa mengesankan dekatnya hari kiamat sampai-sampai Allah menjadikannya seperti seolah-olah ia akan terjadi besok.” Ini semua menunjukkan kepada kita bahwa baiknya hati akan terwujud dengan senantiasa mengintrospeksi diri, dan rusaknya hati akan terjadi tatkala kita lalai untuk mengawasi gerak-geriknya dan membiarkannya berjalan begitu saja mengikuti keinginan-keinginannya (lihat al-Ighatsah, hal. 114)



Maka sekarang, kita bisa bertanya kepada diri kita; Apakah kita sudah bermuhasabah mengenai kewajiban-kewajiban kita -karena amal yang wajib itu adalah amal yang paling utama-? Dan apabila ternyata muhasabah itu pun termasuk perkara yang wajib dilakukan. Maka pertanyaan berikutnya; Sudahkah kita bermuhasabah mengenai muhasabah diri kita? Sudahkah kita bermuhasabah? Jangan sampai kita menjadi seperti orang yang disindir dalam sebuah ungkapan, “Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.” Coba, bandingkan diri kita dengan para salafus shalih, betapa jauhnya antara sikap kita dengan sikap mereka? Ibnu Abid Dunya meriwayatkan, bahwa Ayyub as-Sikhtiyani rahimahullah berkata, “Apabila diceritakan tentang orang-orang soleh, maka aku merasa bukan termasuk golongan mereka.” Mutharrif bin Abdullah rahimahullah berkata ketika berdoa di Arafah, “Ya Allah, janganlah Engkau tolak doa orang-orang gara-gara diriku.” (lihat al-Ighatsah, hal. 115). Ya Allah, bersihkanlah hati-hati kami… (Abu Mushlih)

(read more ...)

Jalan Lurus

On 19 September 2010 1 Comment

Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan jalan yang lurus dan mengangkat hamba terkasih-Nya sebagai pemandu menuju-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad sebaik-baik nabi dan utusan, dan juga bagi para sahabat serta pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Amma ba’du.


 Ayat-ayat al-Qur’an yang begitu indah dan menakjubkan, memberikan kepada kita gambaran yang jelas mengenai karakter dan hakekat jalan yang lurus. Jalan yang setiap hari kita mohon kepada Allah untuk ditunjuki kepadanya. Jalan yang akan mengantarkan penempuhnya menuju surga dan kebahagiaan, serta melemparkan orang yang melenceng darinya menuju neraka dan kesengsaraan.


Memadukan antara ilmu dan amal



Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.” (QS. al-Fatihah: 7).


Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa hakekat jalan yang lurus itu akan diperoleh dengan cara mengenali kebenaran dan mengamalkannya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 39). Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Dengan ucapan anda ‘Ihdinash shirathal mustaqim’ itu artinya anda telah meminta kepada Allah ta’ala ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 12).


Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Maka orang yang diberi nikmat atas mereka yaitu orang yang berilmu sekaligus beramal. Adapun orang-orang yang dimurkai yaitu orang-orang yang berilmu namun tidak beramal. Sedangkan orang-orang yang tersesat ialah orang-orang yang beramal tanpa landasan ilmu.” (Tsamrat al-’Ilmi al-’Amalu, hal. 14). Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa penyebab orang terjerumus dalam kesesatan ialah rusaknya ilmu dan keyakinan. Sedangkan penyebab orang terjerumus dalam kemurkaan ialah rusaknya niat dan amalan (lihat al-Fawa’id, hal. 21)


Memadukan antara tauhid dan ketaatan



Allah ta’ala berfirman memberitakan ucapan Nabi ‘Isa ‘alaihis salam (yang artinya), “Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan taatilah aku. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Ali Imran: 50-51, lihat juga QS. Az-Zukhruf: 63-64).


Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Inilah, yaitu penyembahan kepada Allah, ketakwaan kepada-Nya, serta ketaatan kepada rasul-Nya merupakan ‘jalan lurus’ yang mengantarkan kepada Allah dan menuju surga-Nya, adapun yang selain jalan itu maka itu adalah jalan-jalan yang menjerumuskan ke neraka.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 132). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “…Sesungguhnya kebenaran itu hanya satu, yaitu jalan Allah yang lurus, tiada jalan yang mengantarkan kepada-Nya selain jalan itu. Yaitu beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan apapun, dengan cara menjalankan syari’at yang ditetapkan-Nya melalui lisan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan dengan [landasan] hawa nafsu maupun bid’ah-bid’ah…” (at-Tafsir al-Qayyim, hal. 116-117)


Dalam surat Maryam, Allah ta’ala juga memberitakan ucapan Isa ‘alaihis salam tersebut (yang artinya), “Dan sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Maryam: 36).


Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa makna ‘sembahlah Dia’ adalah: ikhlaskan ibadah kepada-Nya, bersungguh-sungguhlah dalam inabah (taubat dan semakin taat) kepada-Nya. Di dalam ungkapan ‘Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian maka sembahlah Dia’ terkandung penetapan tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah, serta berargumentasi dengan tauhid yang pertama (rububiyah) untuk mewajibkan tauhid yang kedua (uluhiyah) (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 493)


Bahkan, Allah sendiri telah menegaskan bahwa tauhid dan ketaatan kepada-Nya inilah jalan yang lurus itu, bukan penyembahan dan ketaatan kepada syaitan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bukankah Aku telah berpesan kepada kalian, wahai keturunan Adam; Janganlah kalian menyembah syaitan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Yasin: 60-61). Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa yang dimaksud ‘mentaati syaitan’ itu mencakup segala bentuk kekafiran dan kemaksiatan. Adapun jalan yang lurus itu adalah beribadah kepada Allah, taat kepada-Nya, dan mendurhakai syaitan (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 698)


Perlu diingat, bahwa ketaatan kepada Rasul pada hakekatnya merupakan ketaatan kepada Allah, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada rasul itu, sesungguhnya dia telah taat kepada Allah.” (QS. an-Nisaa’: 80). Ayat ini menunjukkan bahwa semua orang yang taat kepada Rasulullah dalam hal perintah dan larangannya sesungguhnya telah taat kepada Allah ta’ala. Karena rasul tidaklah memerintah dan melarang kecuali dengan perintah dari Allah, dengan syari’at dan wahyu dari-Nya. Sehingga hal ini menunjukkan ‘ishmah/keterpeliharaan diri Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Allah memerintahkan taat kepada beliau secara mutlak (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 189)


Kata Kunci



Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada empat kata kunci agar seorang hamba bisa berjalan di atas jalan yang lurus, yaitu:



  1. Ilmu, karena dengan ilmu ini maka dia akan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana tauhid mana syirik, mana sunnah mana bid’ah, mana taat mana maksiat, dst.

  2. Amal, karena dengan mengamalkan ilmunya dia akan terbebas dari kemurkaan Allah, bahkan dia akan mendapatkan tambahan petunjuk karenanya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang mengikuti petunjuk itu, maka Allah akan menambahkan kepada mereka petunjuk dan Allah berikan kepada mereka ketakwaan mereka.” (QS. Muhammad: 17). Di dalam ayat yang mulia ini Allah menjanjikan dua balasan bagi orang yang mengikuti petunjuk (baca: mengamalkan ilmunya), yaitu: ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 787)

  3. Tauhid, karena dengan memahami dan melaksanakan tauhid maka seorang hamba telah mewujudkan tujuan hidupnya dan berada di atas jalan yang akan mengantarkannya ke surga, jika dia istiqomah di atasnya hingga ajal tiba.

  4. Taat, karena dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan berarti dia telah menunjukkan penghambaannya kepada Allah dan kepatuhannya kepada Rasulullah, sehingga dia akan mendapatkan keberuntungan -di dunia maupun di akherat- sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya. Allahu a’lam. (Abu Mushlih)


(read more ...)

Banyak kita temukan gambaran mengenai pribadi teladan di dalam untaian ayat-ayat al-Qur’an. Di antaranya adalah apa yang digambarkan Allah ta’ala di dalam ayat (yang artinya), “Dan orang-orang yang memberikan apa saja yang mampu mereka persembahkan sementara hati mereka merasa takut; bagaimanakah nasib mereka kelak ketika dikembalikan kepada Rabb mereka.” (QS. al-Mu’minun: 60). Inilah gambaran ideal seorang mukmin. Sosok yang mempersembahkan ketaatan dengan sebaik-baiknya. Di saat yang sama, dia juga merasa takut kalau amalannya tidak diterima.


Sebagaimana yang masyhur dari ucapan Hasan al-Bashri rahimahullah, “Seorang mukmin memadukan antara ihsan -perbuatan baik dalam hal amal- dan rasa takut. Adapun seorang munafik -atau fajir- memadukan antara isa’ah/perbuatan jelek dan perasaan aman -dari hukuman Allah-.” Pribadi semacam ini tak mudah untuk dijumpai, namun bukan berarti tidak ada. Para Sahabat Nabi adalah barisan terdepan dalam mewujudkan keteladanan ini dalam hidup mereka. Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan mereka semua merasa takut kalau-kalau dirinya tertimpa kemunafikan.” Padahal, kita semua mengetahui betapa agung kedudukan para Sahabat yang dikatakan oleh sebagian salaf bahwa iman mereka itu laksana gunung. Bahkan, sampai-sampai dikatakan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu dalam sebuah riwayat yang disandarkan kepada beliau, “Seandainya iman Abu Bakar [saja] ditimbang dengan iman segenap umat ini -selain para Nabi- niscaya iman Abu Bakar yang lebih berat.” Subhanallah!


Kebanyakan orang tatkala berhasil melakukan kebaikan terlalu larut dengan rasa gembira karena keberhasilannya. Seolah-olah dirinyalah yang ‘menciptakan’ keberhasilan itu. Sehingga tidak jarang muncul dari lisan atau tingkah lakunya yang mencerminkan perasaan ini. Lupa diri, itulah yang terjadi. Fenomena semacam ini sungguh memprihatinkan. Karena perasaan semacam ini akan menyeret pelakunya kepada ujub yang oleh para ulama dimasukkan dalam kategori syirik; sebab orang yang ujub mempersekutukan Allah dengan -kemampuan- dirinya sendiri (sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdul Aziz ar-Rayyis hafizhahullah dalam salah satu ceramah beliau). Oleh karena itu, kalau kita bandingkan kondisi kita hari ini dengan para salafus shalih dahulu, amatlah jauh! Bagaikan langit dengan [dasar] sumur, begitu kata orang…


Suatu ketika, Aisyah radhiyallahu’anha -seorang istri Nabi yang sangat cerdas- bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kandungan ayat dalam surat al-Mu’minun di atas, “Apakah mereka itu -yang merasa takut- adalah orang-orang yang suka minum khamr, berzina, atau mencuri?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukan, wahai putri ash-Shiddiq! Akan tetapi mereka itu adalah orang-orang yang suka berpuasa, mengerjakan sholat, dan rajin bersedekah, namun mereka khawatir kalau-kalau amalan mereka itu tidak diterima. Mereka itulah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan.” (HR. Tirmidzi, lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amalu, hal. 17).


Mereka menyadari bahwa apa yang mereka persembahkan kepada Allah jauh daripada yang semestinya diterima oleh-Nya. Mereka tidak su’udzan kepada Allah, namun su’udzan kepada dirinya sendiri. Bagi mereka semua kebaikan yang mereka lakukan adalah berkat taufik dari-Nya, bukan hasil jerih payah mereka sendiri. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan dari-Nya. Kalaulah Allah menerima amal mereka itu jelas karena kemurahan dari-Nya. Namun, kalau misalnya tidak diterima oleh-Nya, maka hal itu semata-mata karena kekurangan dan keteledoran diri mereka, sehingga apa yang mereka persembahkan tidak layak untuk-Nya (lihat al-Fawa’id, hal. 36). Demikianlah keadaan orang yang mengenal siapa dirinya dan siapa Rabbnya. (Abu Mushlih)

(read more ...)
Switch to Dark fonts Switch to Light fonts