Muslim Forever

Do'a Dan Zikir, Bersihkan Hati, Jalan Lurus


 



Cinta tidak pergi begitu saja tanpa sebab, cinta pergi karena sesuatu yang terjadi, apakah karena perbuatan, perkataan atau tingkah laku.



Cinta pergi ketika dirimu hanya ingin cinta sekedar mengetahui bukan mempertimbangkan.



Cinta pergi disaat dirimu berbicara padanya dan mulai membandingkan cinta dengan cinta yang lainnya.



Cinta pergi ketika dirimu hanya melihat kekurangan dan menutup mata untuk kelebihannya.



Cinta pergi saat dirimu mulai mengukur seberapa besar ukuran cinta.



Cinta pergi disaat dirimu tidak memberikan kesempatan kepada cinta untuk menunjukkan cintanya.



Cinta pergi disaat dirimu mulai menutup diri dan menyangkalnya.



Cinta pergi disaat dirimu memegangnya dengan keras bukan menggenggamnya dengan erat seakan takut kehilangannya.



Cinta pergi disaat dirimu membiarkannya berjalan sendiri dan bukan berjalan disampingnya sebagai patner cinta-nya.



Cinta pergi ketika dirimu tidak menaruh harapan tapi memenuhinya dengan permintaan.



Cinta pergi disaat dirimu tidak mendengarkan cinta dan terus menerus berbicara.



Cinta pergi ketika dirimu terus menerus memberikan beban padanya dan bukan membantu meringankannya.



Cinta pergi ketika dirimu tidak menempatkan cinta pada posisinya, tidak menempakannya sesuai fungsinya, tidak melihat cinta sesuai pengertian yang sanggup dirimu mengerti.



Cinta pergi ketika dirimu mengungkit-ungkit kembali diri cinta dan bukan menerimanya.



Cinta pergi ketika dirimu tidak melihatnya lagi sebagai cinta, mulai merasa letih dan berhenti berjuang.



Ketika Cinta Kembali…



Cinta kembali ketika dirimu melihat cinta sebagai cinta, ketika dirimu melihat cinta seperti tiada hari esok.



Cinta kembali ketika dirimu memberikan lebih dari yang sanggup dirimu berikan.



Cinta kembali ketika dirimu mulai belajar menghargai cinta.



Cinta kembali ketika dirimu mulai belajar menyeimbangkan fungsi akal sehat dan perasaan untuk cinta.



Cinta kembali ketika dirimu memperlakukan cinta selayakya cinta itu sendiri.



Cinta kembali ketika dirimu berjuang seperti ketika ingin mendapatkan cinta untuk pertama kalinya.



Cinta kembali ketika dirimu tidak lagi menyakitinya tapi menyayanginya.



Cinta kembali ketika dirimu mulai menyadari harus ada pengertian dan kesabaran lebih di dalam cinta.



Cinta kembali ketika dirimu mulai belajar membuka dirimu, mengenali siapa dirimu, melihat kembali jauh ke dalam dirimu dan menyadari bahwa dirimu tidak jauh lebih baik dari cinta itu sendiri dan menyadari tidak ada yang sempurna.



Ketika cinta pergi sadarilah dirimu telah melepaskan separuh napas kehidupanmu, sadarilah dirimu telah membiarkan separuh jiwamu terbang dan pergi jauh, dan ketika cinta itu kembali sadarilah secepat dirimu melepaskannya, bila sekarang dirimu mampu untuk bernapas lega dan tersenyum bahagia.



Ketika cinta pergi dan kembali, bersyukurlah dengan sepenuh hati dan jiwamu seperti tiada hari esok untuk cinta, genggamlah cinta, jagalah cinta dan hargailah cinta.



Cinta tidak pencemburu, cinta tidak mendendam, cinta tidak egois, cinta tidak pemarah, cinta tidak pendengki, cinta tidak emosi, cinta mendengar apa yang tidak terkatakan, cinta mengerti apa yang tidak terjelaskan, cinta tidak cengeng, cinta tidak membandingkan, tapi cinta penuh kasih KARENA KETIKA CINTA PERGI UNTUK KEMBALI.



sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)



 



 



Ketika kegalauan mulai menyelimuti hati & fikiran ini, maka hanya Engkau-lah yang tebesit dalam kerinduan yang terdalam. Hanya Engkaulah tempatku ingin membagi setiap rasa ini, hanya kepada_MU aku ingin menceritakan setiap resah & keluh yang aku rasakan.



Aku mencintai_MU dengan buncahan energi yang luar biasa & dengan buncahan setiap nafasku yang melebihi tiap udara yang aku hirup.

Aku tidak ingin mencintai_MU hanya sekedarnya saja, tapi ingin memberikan yang bisa aku berikan agar Engkau dapat mencintaiku atau sekedar mengetahui bahwa ada seorang hamba yang mengemis kasih & sayang_MU

Ketika dadaku mulai menyesak & hati tak dapat lagi menampung kerinduanku yang tiap hari kian meluas ini semua membuatku kembali berfikir apakah benar adanya bahwa aku mencintai_MU atau hanya sekedar mencintai_MU

Karena jawaban dari pertanyaanku itu adalah bersumber dari hati & tiap prilaku yang aku jalani selama ini. Jika tak ada perbaikan dari sifatku setiap hari, maka tidaklah benar pernyataan & perasaanku yang mengatakan cinta kepada_MU.



Aku mengetahui benar apa yang bisa membuat_MU mencintaiku, tapi selalu aku terkalahkan oleh amarah yang mendayung hati ini dengan cepat hingga aku terlupa bahwa sebenarnya aku telah salah memilih jalan.



Aku ingin mencintai_MU bukan hanya sekedarnya, aku ingin mencintai_MU dengan sebenarnya & ketakutan yang menghantuiku kalau aku akan lebih mencintai hamba_MU daripada Engkau membuatku memilih jalan untuk tidak mendekat kepada orang lain.

Hatiku berkata ini salah, tapi sungguh ketakutanku bahwa aku akan mencintai-Mu dengan sekedarnya, inilah yang membuatku memilih jalan ini.



Sungguh aku tak ingin lagi meminta Engkau memudahkan urusanku, tapi aku akan meminta berikan aku kekuatan untuk melewati kesulitan di tiap urusanku & meminta Engkau untuk selalu memberi petunjuk agar aku & hatiku ini bisa bersatu & sependapat dalam hal yang Engkau Ridhoi.



Debu dihati menebal, menyelimuti nurani, menyesakkan nafas, menutupi getaran rahasia. Debu itu, dosa yang ku biarkan mengendap, kekecewaan yang tak tersingkirkan, keinginan yang terlalu, bayang-bayang masa lalu, membuat tersentak sadar, bahwa hidup yang ku jalani begitu hampa tanpa makna.



Engkau bagiku adalah cahaya yang tak mampu ku tatap, misteri yang tak ku pahami & yang ku yakini. Engkau ada & menguasai hidup, desiran yang saat ini menyusup dalam rasa membuatku berharap akan menjadi nyata.



Bila malam ku tatap langit, ku rasa kehadiran_MU, ku sadari langkah-langkah ku belum mendekati_MU, apalagi memahami rahasia_MU. Namun, aku masih memiliki sisa hidup yang bisa ku gunakan untuk bisa mendekap_MU & memahami rahasia_MU.



Sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



 



Bismillahhirrohmanirrohim...



Saudariku,  Sebelum engkau halal bagi org  yg di Rahmati Allah....  insya Allah....



Meski cantik itu hanya sebutan,namun ada tips mudah jika kita ingin nampak lebih cantik dan menarik,maka lakukanlah beberapa tips berikut ini :



1. Jadikanlah ” Ghodhul Bashor” ( menundukan Pandangan ) sebagai hiasan di kedua belah matamu, niscaya kamu akan menjadi lebih manis.



2. Oleskan “lipstik kejujuran” pada bibirmu,niscaya kamu akan semakin menarik.



3. Gunakanlah pemerah pipimu dengan “Kosmetik Al-Haya” ( malu ) yang hanya dijual di”salon Iman”, niscaya kamu akan nampak semakin cantik.



4. Pakailah selalu ” Sabun Istighfar ” setiap hari,untuk menghilangkan dosa dan kesalahan yang kamu lakukan,niscaya anda akan semakin bersih dan suci.



5. Rawatlah rambutmu dengan”shampo jilbab islami” niscaya kamu akan terhindar dari ketombe pandangan laki-laki asing yang dapat membahayakan keselamatan dirimu.



6. Hiasilah kedua tangan anda dengan ” Gelang Tawadhu’” ( Rendah Hati ) dan jari-jarimu yang lentik dengan cincin Ukhuwah niscaya kamu akan semakin anggun.



7. Pakailah “Giwang Mustami” (Pendengar ) ” yang taat hanya kepada Allah swt pada kedua belah pihak telingamu,niscaya kamu akan selamat Dunia & Akhirat.



8. Sebaik-baik kalung Mutiara yang kamu pakai adalah ” Kalung Kesucian”,niscaya kamu akan semakin mempesona.



9. Pakailah selalu ” Pakaian Kebesaran At Taqwa” dengan menutup seluruh tubuhmu kecuali muka & telapak tangan,niscaya kamu akan nampak lebih anggun berwibawa.



10. Gunakanlah ” Kaos Kaki Dakwah ” dan “Sepatu Jihad “,niscaya kamu termasuk orang-orang yang beruntung serta dapat menggetarkan musuh-musuh Allah swt, Rasul saw & Orang-orang yang beriman.



Subhanaalloh,aku pungut serpihan ilmu, mungkin masih banyak yang tercecer...semoga bermanfaat untuk akhwat semua...Aamiin ya Rabbal'alamin



sumber:facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



 



Mungkin kita pernah merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, dan kenyataan yang tidak sesuai harapan. Ketika nyala mulai meredup. Asa yang menguatkan itu masih ada meski hanya setitik. Jangan menyerah karena ini semua terjadi karena cintaNya..Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam qolbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu, majelis-majelis dzikir yang mengantarkan pada ketentraman jiwa.



Pesan seorang sahabatku "Asa yang terkoyak, hati yang berduka, airmata yang menetes, bibir yang keluh tuk berucap, biarlah menjadi saksi semua mujahadahmu". Subhanallah.....



Apa yang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rezeki, jodoh, jabatan, kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi APA YANG MEMANG BUKAN MILIK KITA, IA TIDAK AKAN BISA KITA MILIKI, meski ia nyaris menghampiri kita , meski kita mati-matian mengusahakannya bahkan biar juga sudah dalam genggaman kita ..



Wahai jiwa yang sedang gundah, bacalah ini dari Allah : “ Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui “( Qs Al Baqarah : 216 )



sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Universitas Kehidupan

On 26 Januari 2012 0 Comment


 



 



Ketika dirimu gelisah, Sentuhlah hatimu dengan lantunan ayat-ayat cinta dalam kitab-Nya...Ketika kau lemah & tak Berdaya..Rangkum kembali makna-makna kebersamaan,bersama saudara-saudaramu agar saling menguatkan...Ketika kau lelah dan mulai putus asa…Maka Allah akan tersenyum padamu…YAKINLAH tiada usaha halal yang sia-sia.Ketika peluh & kerja tak dihargai…Maka saat itu kita sedang belajar tentang KETULUSAN.



Ketika usaha keras kita dinilai sia-sia oleh orang lain…Maka saat itu kita sedang memaknai KEIKHLASAN...Ketika hati terluka dalam karena tuduhan atas hal yang tak pernah kita lakukan…Maka saat itu kita sedang belajar tentang MEMAAFKAN.



Ketika lelah mendera & kecewa menerpa…Maka saat itu kita sedang belajar memaknai tentang arti KESUNGGUHAN.Ketika sepi menyergap & sendiri membulat dalam keramaian…Maka saat itu kita sedang memberi makna tentang KETANGGUHAN.



Ketika kita harus membayar biaya yang sebenarnya tak perlu kita tanggung,Maka saat itu kita sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.



Bersama kesulitan ada kemudahan.jangan pernah merugikan & menyakiti orang lain...Allah maha meliihat & mendengar rintihan hatimu: BERDOALAH...Tetap semangat,sabar,tersenyum…Dan Terus belajar..!! Karena kamu sedang menimba ilmu di Universitas KEHIDUPAN..



sumber : facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.



Sang dokter berkata:



Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.



Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta`ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala .



Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.”



Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata:“Alhamdulillah.” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.



Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.



Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya:“Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata:“Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”



Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta`ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.



Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata:“Alhamdilillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta`ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.



Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu:“Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan:“Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”



Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata:“Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati.” Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran:“Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut:“Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”



Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam yang indah lagi agung:“Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.



Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu:“Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah:“Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.



Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..



Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu:“Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata:“Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.



Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.



Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?



Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo’a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala ?



Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?

Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta`ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.



Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:

Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya:“Siapakah mereka?” Dia menjawab,“Tidak mengenal mereka.”



Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.



Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata:“Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”



Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya:“Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta`ala.”



Tahukah anda apa yang dia katakan?



Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.



Sang suami berkata:“Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”



Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata:



“Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.” Maka kukatakan kepadanya: “Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.” Kisah selesai.



Kukatakan:



Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta`ala .



Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:



“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)



Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ` bersabda:



“Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta`ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari (5/2137))



Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala , minta dan berdo’alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.



Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta`ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.



Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta`ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do’a-do’a kalian.



“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS. Al-A’raf: 126) .



(Sumber: Majalah Qiblati )



Dikutip dari http://www.akhwatmuslimah.com/2012/01/603/kisah-sabar-yang-paling-mengagumkan/



 





 




 


 


 


(read more ...)


 



Sahabat, ada yang pernah mendengar kata “galau”? Seringkali kita mendengar kata galau di lingkungan kita, coba sahabat ingat-ingat. Atau sahabat sekarang bisa buka Facebook, kemungkinan kata galau akan muncul menghiasi beranda Facebook kita. Siapa yang mempopulerkan kata ini, saya kurang tahu. Tetapi hampir semua kalangan rasa-rasanya pernah menggunakan kata ini, paling tidak akhir-akhir ini.



Selanjutnya saya ingin bertanya kepada sahabat, adakah di antara sahabat yang sering merasa galau? Sepertinya tak usah bertanya pun saya tahu bahwa sahabat semua pernah merasakannya, bahkan sampai mengungkapkan kegalauannya di status Facebook, entah langsung memamerkan kata galau atau dengan kalimat yang menyatakan kegalauan sahabat.



Memang sebenarnya arti kata galau itu apa ya? Saya mengajak sahabat memahami kata ini dengan melihat kisah orang-orang yang katanya galau yang pernah saya temukan.



Ada seorang mahasiswa terlihat sedang duduk di lobi kampus, tak jelas sedang apa, kerjanya garuk-garuk kepala, kelihatannya ia sedang menunggu jam kuliah kedua. Kadang ia duduk lalu berdiri kemudian duduk lagi. Atau ia mondar-mandir ke ruang kuliah dan balik lagi ke lobi. Sesaat saya mendengar salah seorang temannya bertanya, “Kenapa sih loe?” si mahasiswa pun menjawab, “Galau gw.”



Di lain waktu saya mengamati dari kejauhan seorang wanita melamun saja di taman, dari pagi sampai dzuhur saya lihat dia masih diam sendirian, ketika ia pergi, saya pun menyambangi tempat duduknya dan melihat secarik kertas yang sudah penuh coretan wanita tadi, terseliplah di situ kata galau.



Setelah mahasiswa dan seorang wanita, ternyata saya kembali melihat hal yang menarik dan membuat saya semakin penasaran dengan kata galau. Saat mengadakan rapat organisasi, masing-masing peserta rapat harus memberikan usul dan pendapat, namun ketika salah seorang teman saya diberi kesempatan akan hal itu, ia menolak bicara dan diam seribu bahasa, hanya satu kalimat yang ia katakan, “Maaf saya lagi galau,” Seketika itu juga seluruh peserta rapat ingin mengetahui apa gerangan yang menyebabkan hal itu terjadi. Akhirnya ia pun menjelaskan masalah yang sedang ia hadapi. Ia bingung harus bagaimana menceritakan kepada orang tuanya tentang nilai ujian semesternya yang terbilang rendah.



Sahabat, dari tiga peristiwa tadi kita dapat menyimpulkan makna galau yang beken di masyarakat. Galau bermakna perasaan yang tidak jelas, kebingungan, putus asa, atau tidak mood. Tetapi apa benar itu maknanya? Ketika saya googling, ternyata makna galau lebih mengarah kepada suatu perasaan yang tidak jelas dikarenakan oleh orang lain.



Namun ternyata di masyarakat kata galau sering digunakan pada perasaan-perasaan negatif, seperti tidak mood, putus asa, bingung, bimbang, dan banyak lagi.



Terlepas dari semua pemaknaan tentang kata galau dan terlepas dari bagaimana sahabat semua mendefinisikan kata galau, intinya galau menyatakan perasaan negatif terjadi pada diri sahabat. Iya negatif thinking sedang menyelimuti seluruh tubuh sahabat.



Sahabat, mari mengubah pandangan hidup kita terhadap suatu kejadian yang menimpa kita, terlebih kejadian yang tidak mengenakkan. Saya yakin sahabat pernah mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan dalam hidup ini bahkan efek dari kejadian tersebut membuat sahabat putus asa, lebih jauh lagi banyak sahabat kita yang meninggalkan Sang Pencipta karena berpikir bahwa ia tidak mendapatkan keadilan hidup di bumi ini.



Benarkah seperti itu? Jawabannya tidak. GALAU, God Always Listening Always Understanding.



Be positif thinking friends…. Allah mengetahui apa yang hambanya butuhkan, cobalah ingat apa yang pernah kita inginkan dulu. Cobalah ingat apa yang pernah kita minta dalam doa, tak pernahkah terkabul?



Ayo buang prasangka negatif dalam diri kita, bagaimanapun keadaan kita. Karena perasaan negatiflah yang membawa lesunya tubuh kita untuk bergerak, malasnya otak kita berpikir, sampai putus asa tak mencari ide, atau bisa-bisa bunuh diri. Lihatlah orang-orang yang menyatakan dirinya galau, mereka lesu, tak semangat, tak jelas apa yang dikerjakan. Sebegitu tak produktif dan hanya membuang waktu.



Sekarang cobalah memaknai galau dalam bingkai positif thinking, God Always Listening Always Understanding. Saya yakin sahabat akan bersemangat menjalani hidup ini, sahabat akan menjadi manusia luar biasa yang tak pernah putus asa walaupun dalam keadaan susah, walaupun dalam keadaan terjepit. Entah karena ekonomi sulit atau permasalahan lainnya. Dan yang terpenting sahabat akan menjadi lebih dekat dengan Allah karena sahabat berprasangka baik terhadap-Nya.



Seperti sebuah kisah seorang tukang ojek yang mampu menyekolahkan anaknya sampai menjadi Sarjana. Ia membeberkan rahasianya, kenapa ia bisa seperti itu. Jawabannya, “Biasa aja mas, saya hanya ngojek tiap hari dan berapa pun penghasilannya saya selalu bersyukur karena masih dapat uang. Malam hari saya berdoa agar besok diberi rezeki, seperti itu setiap hari. Dan ketika saya memang sedang butuh uang, pasti tarikan banyak mas, tapi ketika kebutuhan biasa saja, ya tarikan ga rame juga, emang Allah maha tau.”



Semua telah ada yang mengatur, tak perlu lagi kesedihan menghiasi kegagalan kita, tak perlu lagi kebimbangan mewarnai langkah kita. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha dan berdoa, gantikan galau negatif dengan galau positif. Jikalau dalam film 3 Idiot kata-kata “All Is Well” menjadi penenang seseorang dalam posisi sulitnya maka perasaan Galau Positif akan jadi penenang kita. Keep Positif thinking cause God Always Listening Always Understanding.



(read more ...)


 





Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.



`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumáƒĤAmiin ya Rabbal'alamin.



"Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." (QS. 16 : 1)..



Hari-Hari terakhir jadi terasa sedikit berat. Beberapa hal yang harus dikerjakan secara bersamaan datang tak terbendung. Masih sibuk di depan komputer, aku mencoba untuk menguatkan hati lewat nasyid-nasyid yang kuputar lewat media player di layar monitor yang masih setia menemaniku. Tapi kemudian aku tertegun sejenak, karena terdengar sebuah lagu yang begitu menggetarkan hatiku.



Di kedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci .Tak perlu engkau menyangsikan.Lewat keshalihanmu yang terukir menghiasi dirimu .Tak perlu dengan kata-kata.Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku,Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan,Kalau memang kau pilihkan aku.Tunggu sampai aku datang nanti.Kubawa kau pergi kesyurga abadi,Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu.Nantikanku di batas waktu.



Teringat bahwa aku begitu lemah dan tak tahu arah. Lamunanku kembali terbangun dalam kenangan-kenangan dengan orang yang beberapa bulan terakhir ini menghiasi fikirku. Seseorang yang terlihat begitu sempurna di hatiku, meski tak pernah sekalipun aku melihat dirinya dalam dunia nyata.



Datangnya begitu tiba-tiba dan tak pernah kuduga. Dia datang dalam hari-hariku sebagai teman dunia maya. Hingga akhirnya kini dia menghilang, pergi seiring dengan berjalannya waktu.



Sebuah perkenalan yang diawali dengan niatan yang baik. Aku ingin menjadi sahabatnya, karena bagiku sebuah ikatan persaudaraan teramatlah penting. Tapi hatiku terlalu rapuh dan lemah, tak kuasa aku menjaga segumpal darah di dalam tubuh yang hina ini. Aku mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda, rasa yang mungkin juga pernah hadir dalam hatiku.



Malam-malamku kubangun dalam sujud yang kupenuhi dengan tangis. Ketakutanku akan hadirnya rasa itu begitu dalam. Aku mencoba menyerahkan segalanya padaNya yang menguasai setiap hati manusia. Aku meminta padaNya yang telah begitu menyayangiku yang begitu hina ini, kuminta agar hati ini dikuatkan dan agar hati ini tak lagi terjebak pada rasa yang semu. Karena aku takut rasa itu akan menjauhkanku dariNya.



Aku mencoba tabah, berbagai hal kulakukan demi menenangkan hati ini. Kubuka musyafku, kubaca surah Ar-Rahman yang begitu indah dan menjadi pengobat lukaku selama ini. Tapi kemudian aku kembali teringat kepadanya yang tak pernah kutahu siapa. Tak kuasa menahan air mata, kembali aku berpasrah padaNya karena aku benar-benar takut.



Dia benar-benar sosok yang sempurna di hatiku. Masih terbayang jelas bahwa dia selalu hadir dalam setiap masalah yang kuhadapi. Dia begitu sempurna bukan karena fisik ataupun kekayaannya. Tapi dia begitu terlihat sempurna karena dia selalu mencoba mendekatkan hatinya pada Rabb-nya. Orang yang semakin jarang kutemui dalam kehidupan yang ada di sekitarku.



Tapi aku kembali pada diriku. Aku terlalu lemah untuknya, terlalu hina jika disandingkan dengannya, karena aku bukanlah bidadari syurga, yang selalu sempurna dalam setiap hal. Aku tak seindah mereka yang selalu dapat menjaga agama dalam setiap hela nafas. Dan aku takut jatuh cinta.



Kemudian dia mulai pergi seiring berjalannya waktu.Aku mencoba untuk tabah dan ikhlas dalam menjalani ini semua, karena kutahu, Allah tidak akan menguji diri ini melebihi batas kemampuanku. Dan kutahu, Dia akan memberi yang terbaik untukku.



Aku kembali tersadar dari lamunan.Segera aku beristighfar,kemudian kulirik penunjuk waktu yang terdapat di pojokan monitor. Pukul dua dini hari, saatnya aku untuk mengistirahatkan diri. Tapi rasa hati ini menginginkan untuk berjumpa denganNya karena aku begitu merindukannNya. Dan, malam ini pun aku kembali larut dalam tangis ketakutanku, karena aku takut jatuh cinta.






sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Allah Maha Tau

On 16 Januari 2012 0 Comment


 



BISMILLAAH....



Ketika merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia sia…

... Allah Subhanahu Wa Ta'ala tahu betapa keras engkau telah berusaha...



Ketika menangis sekian lama dan hatimu telah merasa pedih...

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menghitung air matamu.



Ketika brpikir hidupmu menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...

Allah Subhanahu Wa Ta'ala sedang menunggu bersamamu.



Ketika merasa sendirian dan teman temanmu terlalu sibuk untuk menelpon....

Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu berada disampingmu.



Ketika berpikir telah mencoba segalanya dan tidak tahu lagi hendak berbuat apa lagi....

Allah Subhanahu Wa Ta'ala sudah tahu jawabannya.



Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal merasa tertekan...

Allah Subhanahu Wa Ta'ala dapat menenangkanmu.



Jika tiba tiba kau dapat melihat jejak jejak harapan...

Allah Subhanahu Wa Ta'ala sedang berbisik kepadamu.



Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau ingin mengucap syukur...

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberkatimu.



Ketika sesuatu telah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah tersenyum kepadamu.



Ketika kau mempunyai tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi....

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah membuka matamu dan memnaggilmu dengan namamu.



Ingat...!!!

Dimanapun dan kemanapun kau menghadap....

ALLAH MAHA TAHU...



sumber : facebook. sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Rahasia Keberkahan Wudhu

On 16 Januari 2012 1 Comment


 



Bismillahirrahmaanirrahiim...Pernahkah terpikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian rupa ..? Pernahkah terpikir segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayati Islam ..? Pernahkah terpikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam ...?



Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhu seperti yang diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya "Ihya Ulumuddin". Mudah-mudahan Allah swt selalu mencucurkan rahmat-Nya. Banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah tersendiri.



1. Ketika berkumur, berniatlah dengan, "Ya Allah ampunilah dosa mulut dan lidahku ini. Penjelasan: Sehari-hari kita bercakap-cakap mengenai benda-benda yang tak berfaidah



2. Ketika membasuh muka, berniatlah dengan, "Ya Allah,putihkanlah mukaku di akhirat kelak,Janganlah Kau hitamkan mukaku ini". Penjelasan: Muka para ahli surga putih berseri-seri.



3. Ketika membasuh tangan kanan,berniatlah dengan, "Ya Allah, berikanlah hisab-hisabku di tangan kananku ini" Penjelasan: Hisab-hisab ahli surga diberikan di tangan kanannya.



4. Ketika membasuh tangan kiri,berniatlah dengan, "Ya Allah, janganlah Kauberikan hisab-hisabku di tangan kiriku ini". Penjelasan: Hisab-hisab ahli neraka diberikan di tangan kirinya.



5. Ketika membasuh kepala,berniatlah dengan, "Ya Allah, lindungilah aku dari terik matahari di Padang Ma'syar dengan Arasy-Mu" Penjelasan: Panas di Padang Masyar seperti matahari sejengkal di atas kepala.



6. Ketika membasuh telinga,berniatlah dengan, "Ya Allah,ampunilah dosa telingaku ini" Penjelasan: Sehari-hari kita mendengar orang mengumpat, memfitnah, dan mendengar lagu-lagu berunsur maksiat.



7. Ketika membasuh kaki kanan,berniatlah dengan, "Ya Allah, permudahlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".



Penjelasan : Ahli surga melintasi titian dengan mudah sekali.



8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah dengan, "Ya Allah, bawalah aku pergi ke masjid-masjid, surau-surau, dan bukan tempat-tempat maksiat"



Penjelasan : Qadha' dan qadar kita berada di tangan Allah.



Pernahkah terpikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian rupa? Pernahkah terpikir segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayati Islam? Pernahkah terpikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?



Bersyukur dan bertaubatlah selalu.



Sumber: facebook.sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris

Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi

Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita



Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk

Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari...

Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat



Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan

Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain

Bukan membahagiakan diri sendiri



Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina

Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri...

Dan ikhlash hanya mengharap ridlo Ilahi



Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya

Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita



Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan

Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh

Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya



Tidak MUDAH menghilangkan duka karena kehilangan

Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari...

Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat



Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera

Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur

Dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya...

Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya..



Sumber : facebook . sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.



Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.



Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”



Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yg baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya."



Sahabat,Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran di atas, adalah :



"Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yg MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN ...."



Semoga kita semua mengerti betapa berharganya sebuah "KELUARGA



sumber: facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.



Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!

...

Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis.



Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.



Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah.



Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan:



"Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong."



Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"



Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek,



Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!"



Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi.



Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri.



Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti.



Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.



sumber:facebook istri soleha


(read more ...)


 



Saat aku merasa tak mampu lagi memberi perhatian kepadamu,Namun Aku yakiin Allah mampu Untuk selalu memberi Perhatian kepadamu.



Saat aku Merasa tak Mampu lagi Membuat mu Bertahan,aku Pun Masih yakin Allah tak akan pernah INgkar..bahwa hanya Ia sumber segala Kekuatan.



Saat Aku tak mampu Lagi Menjadi tempatmu berkeluh Kesah,,Aku Tetap Yakin,Tempat Mengadu Yang sebenarnya hanyalah IA...



Saat aku tak Mau Lagi Menerima telphonmu,, Aku yakin Allah akan selalu Menjawab kala engkau datang memenuhi Panggilan-Nya



Tak Usah kau ragukan Tentang Diri Ini,Karena Allah Always Be There.. Bersamamu,bersama ku ,Bersama KIta...

Tak Usah Pula Kau ragui,Bagaimana kepercayaan terbangun tanpa KOmunikasi ??' Itu katamu,, Tapi Tidak kataku..



Cukup Doa sebagai komunikasi Diantara Kita.Janganlah Melampaui Batas dari apa Yang Allah tetapkan..Selagi KIta tidak Diikat DEngan Ikatan Yang_Selama Itu Pula kita tak Berhak Untuk MeMubazirkan Perasaan Itu.



Aku tak mampu menjaga cinta INi.. karena Allah SEbaik-baik nya Penjaga..Ku SErahkan Pada-Nya dan Biarkan ia indah Pada Waktu yang Ditetukan-Nya



sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Cinta itu indah..jika cinta itu kerana ALLAH..kerana cinta itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada sesiapa sahaja yang kamu cintai..



Rindu itu indah…jika rindu itu kerana ALLAH…kerana rindu itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada sesiapa sahaja yang kamu rindui…



Kegembiraan itu indah..jika gembira itu kerana ALLAH…kerana gembira itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu gembira…



Sedih itu indah..jika sedih itu kerana ALLAH..kerana sedih itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu sedih…



Bosan itu indah..jika bosan itu kerana ALLAH..kerana bosan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang kamu bosankan…



Kesibukan itu indah..jika sibuk itu kerana ALLAH..kerana kesibukan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang kamu sibukkan…



Sakit itu indah..jika sakit itu kerana ALLAH..kerana kesakitan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang menyakitkan kamu…



Benci itu indah..jika benci itu kerana ALLAH..kerana kebencian itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu benci…



Kesusahan dan derita itu indah..jika ia kerana ALLAH..kerana derita dan kesusahan itu akan sampai kepada ALLAH dahulu, kemudian barulah kepada apa sahaja yang membuat kamu susah dan derita..



Maka, niatlah segala perasaan kita hanya untuk ALLAH..HANYA UNTUK MENDAPATKAN KEREDHAAN ALLAH...



JUJURLAH kepada ALLAH..atas segala yang menimpa kamu...atas segala yang diperbuatkan oleh kamu dan KEMBALIKANLAH SEGALA PERASAAN itu kepada ALLAH kembali..kerana ALLAH jua lah yang memberi segala perasaan itu..



Jika ia MEMBERI KEBAIKAN dan menghapuskan dosa-dosa untuk kamu, menyempunakan diri kamu di kemudian hari, maka REDHALAH dengan perasaan itu..mohonlah, berdoalah agar ALLAH perbaiki diri kamu...dan BERUSAHA lah untuk MUHASABAH diri..cari di mana KELALAIAN kamu selama ini...dan BERUSAHALAH memperbaiki diri...



Jika perasaan itu MENAMBAHKAN DOSA-DOSA kamu, maka MOHONLAH DIHILANGKAN hanya kerana takut akan MURKA, AZAB ALLAH di 'sana' nanti..



SERAHLAH DIRI kepada ALLAH..dalam APA sahaja yang berlaku kepada kamu..InsyaALLAH, ALLAH akan mengembalikan kembali perasaan-perasaan kamu itu mengikut apa yang TERBAIK untuk kamu…



Percayalah,ALLAH TIDAK PERNAH menyiksa kamu,kerana bukan itu tujuan kamu diciptakan..



ALLAH sentiasa merindui dan mencintai kamu,hamba-hambaNYA ,lebih dari segala manusia yang ada di muka bumi ini...



ALLAH memberi perasaan-perasaan itu untuk memberi 'isyarat' CINTA dan KASIH SAYANG NYA untuk kamu KEMBALI kepada NYA...kembali tenang HANYA jika BERSAMANYA...



JIka masih belum ketemui 'keindahan' itu, sekurang-kurangnya kamu mendapat REDHA ALLAH..kerana kamu MENGINGATI DIA dan BERNIAT HANYA KERANA DIA di setiap apa sahaja yang menimpa kamu...



Apakah yang lebih bernilai dari REDHA ALLAH? dari RAHMAT ALLAH? dari KETENANGAN daripada ALLAH? dari perasaan KEINDAHAN hanya dengan 'BERSAMA' ALLAH?



Insya ALLAH, kamu, kita semua akan ketemu ‘keindahan’ itu…jika kerana ALLAH...percayalah…



Aamiin Ya Rabbal Alamin..



sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)






Akhlak mulia senantiasa terpelihara..

Nafsu didik pandai dilentur,

Imannya mantap ihsannya terpuji,

Takutkan Allah taat suami,

Anak-anak diberi pakaian Islami.

Sejuk mata memandang,sucinya hati tersinar diwajah,

Onak dan duri ditempuh sabar,ia dianggap sebagai rahmat,

Lancar bibirnya menyebut Allah,licin dilidahnya dengan kitabullah.

Larangan Allah senantiasa dijauhi,..

Hanya mengharapkan maghfirah Esa..

Akalnya pintar dijaga Al-Qur’an,

Hasilnya,dialah Wanita Solehah..



" Ya, Allah Ya Tuhanku.........



Bimbinglah kami smua agar dapat menjadi Perhiasan Terindah itu,



Sebaik-baik Perhiasan yang diliputi Iman dan Takwa..



Wanita Solehah ,Bidadari Surga..



Dan jagalah Kami dari sgala tipu daya



Yang membinasakan kami ke neraka-Mu



Hingga mengundang Murka-Mu



Tuntunlah kami,,



Agar slalu berada dijalan-Mu...Aamiin



sumber : facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)

Miskin Syukur

On 04 Januari 2012 0 Comment


 



Pagi hari masih bisa beli nasi uduk, lengkap dengan bihun, tempe goreng atau semur jengkol sebenarnya sudah bagus. Tetapi kerap mulut berbicara lain, “Nasi uduk melulu, nggak ada makanan lain?” Akhirnya sampai sore sepiring nasi uduk itu tak disentuh sama sekali.



Sudah sepuluh tahun bekerja dan punya penghasilan tetap saja mengeluh, “Kerja begini-begini saja, nggak ada perubahan, gaji sebulan habis seminggu…” Belum lagi ‘nyanyian’ isteri di rumah, “cari kerja tambahan dong pak, biar hidup kita nggak susah terus”



Dikaruniai isteri yang shaleh dan baik masih menggerutu, “baik sih, rajin sholat, tapi kurang cantik…” Tidak beda dengan seorang perempuan yang menikah dengan pria bertampang pas-pasan, “Sudah miskin nggak ganteng pula. Masih untung saya mau nikah sama dia…”



Punya kesempatan memiliki rumah meski hanya type kecil dan rumah sangat sederhana tentu lebih baik dari sekian orang yang baru bisa mimpi punya rumah sendiri. Disaat yang lain masih ngontrak dan nomaden, mulut ini berceloteh, “Ya rumah sempit, gerah, sesak. Sebenarnya sih nggak betah, tapi mau dimana lagi?”



Sudah bagus suaminya tidak naik angkot atau bis kota berkali-kali karena memiliki sepeda motor walau keluaran tahun lama. Eh, bisa-bisanya sang isteri berkomentar, “Jual saja pak, saya malu kalau diboncengin pakai motor butut itu”.



Ada lagi yang dikaruniai anak, sudah bagus anaknya terlahir normal, tidak cacat fisik maupun mental. Gara-gara anaknya kurang cantik atau tidak tampan, ia mencari kambing hitam, “Bapak salah milih ibu nih, jadinya wajah kamu nggak karuan begini”. Padahal di waktu yang berbeda, ibunya pun berkata yang hampir mirip, “Maaf ya nak, waktu itu ibu terpaksa menikahi bapakmu. Habis, kasihan dia nggak ada yang naksir”.



Kita, termasuk saya, tanpa disadari sudah menjadi orang-orang miskin. Bukan karena kita tidak memiliki apa-apa, justru sebaliknya kita tengah berlimpah harta dan memiliki sesuatu yang orang lain belum berkesempatan memilikinya. Kita benar-benar miskin meski dalam keadaan kaya raya, karena kita tak pernah bersyukur dengan apa yang dianugerahkan Allah saat ini. Ya, kita ini miskin rasa syukur.



Punya sedikit ingin banyak, boleh. Dapat satu, ingin dua, tidak dilarang. Merasa kurang dan mau lebih, silahkan. Tidak masalah kok kalau merasa kurang, sebab memang demikian sifat manusia, tidak pernah merasa puas. Pertanyaannya, yang sedikit, yang satu, yang kurang itu sudah disyukuri kah?



Pada rasa syukur itulah letak kekayaan sebenarnya. Berangkat dari rasa syukur pula kita merasa kaya, sehingga melahirkan keinginan membagi apa yang dipunya kepada orang lain. Kita miskin karena tidak pernah mensyukuri apa yang ada. Meski dunia berada di genggaman namun kalau tak sedikit pun rasa syukur terukir di hati dan terucap di lisan, selamanya kita miskin.



Coba hitung, duduk di teras rumah sambil sarapan pagi, ditambah secangkir kopi panas yang disediakan isteri shalihah. Sesaat sebelum berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor, lambaian tangan si kecil seraya mendoakan, “hati-hati Ayah…”. Subhanallah, ternyata Anda kaya raya!



oleh : Bayu Gawtama



Sumber:http://warnaislam.com


(read more ...)

Do`aku

On 04 Januari 2012 0 Comment


 



Ya Allah…

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna dari sisiMu, tidak ya Rabb…

kerana Engkau pun pasti Maha Mengetahui sesungguhnya keadaanku,

Engkau tahu dulu aku ini hanyalah musuhMu yang pernah singgah di jurang nerakaMu,

dan akupun tahu, tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini dari kesalahan atau kekurangan,



Maka, aku meminta padaMu seorang yang tak sempurna ya Rabb, Sehingga dia merasa sempurna ketika diriku hadir dalam kehidupannya keranaMu…



Seseorang yang kan kusayangi kerana kelembutan hatinya

Seseorang yang kan kucintai kerana keindahan akhlaknya

Seseorang yang kan kukasihi kerana kehalusan budinya

Seseorang yang kan kukagumi keranakesantunan sikapnya

Seseorang yang kan kupuja kerana kerendahan hati dan kesederhanaannya

Seseorang yang mahu menerimaku seikhlas hatinya…



Yang tak akan pernah ku menduakan cintanya hingga akhir hayatku tiba…



Seseorang yang kan ku hibur hatinya bila dia sedang bersedih

Seseorang yang kan ku sapu air matanya ketika dia menangis

Seseorang yang kan ku jadikan bahuku tempatnya bersandar saat dia penat

Seseorang yang kan ku dengar segala kuluh – kesahnya

Seseorang yang kan ku pertaruhkan nyawaku demi menjaga kehormatannya

Seseorang yang ketulusan dan kesetiaan hati ini hanyalah untuknya…



Yang kan slalu kujanji membersamanya hingga malaikat maut menjemputku tiba…



Ya Allah…

wahai Tuhan yang memegang rahsia segala sesuatu,

jadikanlah aku redha terhadap apa-apapun yang Engkau tetapkan



Dan jadikan barakah dalam apa-apa yang Engkau takdirkan,

Wahai Tuhan yang memegang hikmah segala sesuatu,

Andai Engkau berkehendak lain,

Sesungguhnya sebenar-benarnya kehidupan adalah kehidupan akhirat,

Maka jadikanlah kehendakMu, bukan kehendakku…



Sesungguhnya aku tidak mengetahui, sedangkan Engkau Maha Mengetahui,



Takdirkanlah kebaikan bagiku, dan jadikanlah hatiku meredhainya…



Hadis riwayat Abdullah bin Mas`ud ra:



Dari Alqamah ia berkata: Aku sedang berjalan bersama Abdullah di Mina lalu ia bertemu dengan Usman yang segera bangkit dan mengajaknya bicara.



Usman berkata kepada Abdullah:



Wahai Abu Abdurrahman, inginkah kamu kami kahwinkan dengan seorang perempuan yang masih belia? Mungkin ia dapat mengingatkan kembali masa lalumu yang indah.



Abdullah menjawab:



Kalau kamu telah mengatakan seperti itu, maka Rasulullah saw. pun bersabda: Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu. (Shahih Muslim No.2485)



sumber:sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Cinta Illahi

On 03 Januari 2012 0 Comment


 



Bismillahirrahmaanirrahiim ....



Ketika cinta datang dalam hatimu engkau dapat tersenyum meski hatimu terluka,Bahkan engkau menangis meski hatimu bahagia, Engkau menjadi terlena dalam merdunya nyanyian cinta, Karena engkau yakin cinta ada dalam hatimu.



Ketika pena cinta melukis dalam hatimu,Ia mampu memainkan warna diatas kanvas bahagia dan sedih, Melukisnya dengan sakit hati, cemburu,iri dan rindu,Namun hat...imu tetap mengharapkannya,Itulah warna-warni indahnya lukisan cinta.



Ketika cinta telah datang dalam hatimu, Ia mampu memerahkan hati dan membutakan matamu, Menutup mata hatimu, membawamu melayang sesaat di dunia, Dan engkau tidak beranjak dipeluk merdunya angin bahagia semu, Melukis di kanvas kemewahan duniawi, mengejar kesuksesan hampa, Menguasai sisi gelap mata hatimu dengan kemegahannya, Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsu materi.



Dari mana sesungguhnya datangnya cinta ?



Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia, Ditulis-Nya ketika mencipta makhluk-makhluk-NYA di atas Arsy, Membawa ketulusan hati mengalahkan amarah, Meredam benci, mengubur iri dan dengki, Menuju kepatuhan dan pengabdian kepada Allah dan RasulNYA.



Saat pena cinta Illahi telah melukis hatimu, Satu jam mengagungkan asma-Nya, serasa satu menit saja, Setiap hentakan nafasmu adalah memuliakan nama-Nya, Cahaya cintaNya menjadi lentera bagi mata hatimu, Membawa ketundukan dan pengabdian tulus kepadaNYA, Menelusuri dan meneladani jalan para Rasul-NYA.



Namun saat api cinta Illahi dipadamkan oleh dorongan ego dan nafsumu, Alirannya memekatkan darahmu, membutakan mata hatimu dari kebenaran, Membawamu pada jalan kesesatan dan kerendahan.



Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah,Melalui alam semesta dengan kepatuhannya,Melalui thawafnya gugusan bintang, bulan dan matahari pada orbitnya, Yang tak pernah sedetikpun mau bergeser dari poros ketundukannya, Membawa keharmonisan yang berujung pada keabadian.



Belajarlah cinta Illahi yang telah diajarkan Allah, Karena disaat engkau merasakan agungnya cinta Illahi dalam dirimu, Engkau dapat mengubur perasaan iri,dengki dan amarah dalam dirimu, Menggantinya dengan perasaan empati bagi sesamamu,Mengalirkannya melalui kebaikan demi kebaikan bagi sesamamu.



Cintamu dapat merangkulmu dalam ketulusan ibadah kepadaNYA, Menjadi media amaliyah dalam ketundukan tulus pengabdian kepadaNYA,Menjadi penuntun kepatuhan pada ajaran para Rasul-Nya,Mewarnai kedamaian,kebahagiaan dan kekayaan jiwamu.



Belajarlah cinta yang telah diajarkan Allah, Karena Allah adalah kekasihmu yang abadi, DenganNya engkau akan merasakan kedamaian hati, Dengan cintaNYA engkau akan merasakan kebahagiaan sejati.



Belajarlah mencintai Allah setulusnya, maka Allahpun akan mencintaimu, Belajarlah hanya mengarahkan hatimu kepadaNya, maka Allahpun akan membimbingmu, Karena Allah adalah sumber cinta yang agung dan abadi, Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki



sumber:facebook. sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)

Duhai Belahan Jiwaku

On 03 Januari 2012 0 Comment


 



Bismillaahirrahmaanirrahiim



Duhai Belahan jiwaku,

Cinta, adalah fitrah-Nya pada setiap hati, dan sebagai manusia biasa akupun tak luput dari yang namanya 'rasa cinta' kepada insan yg brlainan jenis dgnku.



Namun rasa cinta itu kupendam dalam diam, dan dalam keheningan malam, kutautkan selalu dalam Istikharah cintaku pada-Nya.Karena kuingin menjaga kesucian makna rasa yg kini kerap hadir mengoda hati, menggugah sendiriku, mengantar seribu tanya yang tak pernah mampu kujawab,,,,,



Namun keyakinanku kepada-Nya yang telah menciptakan, memberikan dan menganugerahkan sebentuk rasa di hati ini, bahwa kelak akan ku dipertemukan-Nya denganmu 'Belahan Jiwaku', yang cara-Nya kadang tidak aku suka, tiada aku duga, dan tak pernah terlintas dalam benakku ataupn benakmu. Namun pasti,,,, DIA akan menuntunmu kepadaku.



Duhai Belahan Jiwaku,,,

Tak pernah kutahu siapa dirimu, juga di mana keberadaanmu. Namun ingin kujaga diri ini juga kesucian makna cinta yg menjadi fitrah dlm hati kita. Meski kusadari benar,,,, ia sangat sarat dengan goda, hingga mudah menjadi fitnah, bahkan bisa menyesatkan diri utk bermaksiat kepada-Nya.



Itulah yg selalu dan selalu kukatakan kepada hatiku, agar senantiasa hati2 dalam melangkah, dalam menjaga hati. Karena Ilahi Rabbi Maha Membolak-balikkan setiap hati.



Kuharap dirimupun senantiasa terjaga, dikuatkan Iman, di akarkan rasa taqwa dalam hati, hingga ta'atmu kepada-Nya mampu menjagamu dari fitnah rasa, dan goda dunia.



Hingga kelak,,,,



Jika namamu dan namaku yg di tulis-Nya di Lauhul Mahfudz, maka DIA akan mempertemukan fitrah rasa cinta kita dgn cara-Nya yg Indah.



Duhai Belahan jiwaku,,,,

Kukemas semua rasa ini dalam pundi hati, kusimpul dgn Indah dan kutautkan dalam setiap do'a sujud dan ingatku pd-Nya...Biarlah waktu-Nya yang akan membuka simpul itu dgn cara-Nya dan menjadikan nyata dalam kisah kita...Aamiin..



sumber:facebook.sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu


(read more ...)

Tanda-tanda Cinta Sejati

On 02 Januari 2012 0 Comment


 



Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu-satunya.



Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan dan paling baik walaupun kamu merasakan diri mu biasa2 saja.



... Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu.



Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan ia akan ada disana menunggumu karena ia tak pernah mencari orang lain. Ya???? ia selalu menunggumu...dia selalu ada untukmu..



sumber : sebelum engkau halal bagiku


(read more ...)


 



Tahukah engkau,sebenarnya hatiku menolak ketika fitrah cinta datang menyapaku karena ku tahu bahwa dia bukanlah engkau,Maka dengan semampuku,ku berusaha menjaga hati ini,agar ia tetap tak tersentuh oleh selain hati yang bukan dirimu...



Karena bagiku,Untuk apa ku buka hati ini agar terisi dengan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi pasanganku?



Untuk apa ku membuang waktu memikirkan seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi mahramku?



Untuk apa ku membiarkan pandanganku kepada seseorang,bila suatu saat dia belum tentu menjadi kekasih halalku?



Untuk apa ku membebaskan diriku untuk menyentuh seseorang,bila suatu saat nanti dia bukan dirimu yg kelak menjadi Imamku?



Aku yang mencintaimu ini,tak kan mampu memberikanmu hati yang bekas,sedangkan Allah telah menyiapkan untukku pasangan terbaik yaitu engkau...



Meskipun,aku belum pernah tahu siapa engkau karena hanya pernikahan yang akan menyibakkan tabir..siapakah engkau yang akan di karuniakan untukku..



Tetapi hatiku ini telah belajar mencintaimu sejak dulu lantaran ku tahu bahwa setiap manusia telah ditentukan pasangannya ketika masih di dalam rahim ibu.



Namun naluriku mengingatimu,Ketika fitrah cinta itu harus datang menggebu di masa penantianku...Oleh karenanya Bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik dalam pencarianmu,dan jagalah pandanganmu,bila engkau tidak mampu menahan rasa cemburu ketika pandanganku tidak terpelihara kepada yg bukan mahramku..





Namun sekarang engkau bukanlah siapapun bagiku,hingga waktu di mana Allah meredhai dan kita halal bertemu ,Untukmu Calon Imamku yang akan bertakhta dihatiku ,sampai saat ini aku tidak tahu siapa engkau,kecuali ijab qabul telah terucap untuk menghalalkan kita bersatu...



sumber : facebook sajadah cinta dalam alunan tasbih mahabbah rindu



 


(read more ...)
Switch to Dark fonts Switch to Light fonts